-

Monday, January 09, 2012

20 Pelaku Seni dan Budaya Terima Penghargaan

ASIA AFRIKA,(GM)-
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memberikan penghargaan kepada 20 orang pelaku seni budaya dan pariwisata asal Jabar pada malam tahun baru di Gedung Merdeka, Jln. Asia Afrika Bandung, Minggu (1/1). Penghargaan tersebut diharapkan dapat memacu para seniman budaya dan pariwisata lainnya untuk terus berkreasi.

Gubernur mengatakan, penghargaan dari manusia, termasuk dari pemerintah hanya sebentar. "Sebenarnya penghargaan yang hakiki datang dari Tuhan. Saya minta seluruh seniman dan budayawan serta pengusaha pariwisata untuk terus berkarya demi kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Salah seorang keluarga penerima penghargaan, Iyus Rochaeti Us Us (istri alm. Abah Us Us) mengaku sangat terharu dan bangga keberadaan Abah Us Us masih diakui. Menurut Iyus, penghargaan ini merupakan yang ketiga yang diterima Abah Us Us dari pemerintah. Yang pertama tahun 2005 penghargaan untuk D'Bodors, tahun 2009 untuk kategori seniman, dan tahun 2011 untuk kategori komedian.

"Ini anugerah dan perhatian pemerintah terhadap orang yang telah berjasa mengharumkan nama Jabar di dunia hiburan," terangnya.

Pada kesempatan itu, Iyus pun mengungkapkan, ada keinginan Abah Us Us yang belum kesampaian, yakni membuat buku tentang seni lawak (komedi) di tatar Sunda, seperti lawakan khas D'Bodor, lawakan khas D'Kabayan, lawakan khas wayang serta lawakan dari berbagai daerah. Menurut Iyus, pihaknya sangat berharap ada orang yang mau mewujudkan cita-cita Abah Us Us tersebut.

"Kami sekeluarga tengah mencari bahan-bahan yang diambil dari kaset-kaset D'Bodor maupun lawakan lainnya," ujarnya.

Iyus pun sangat berharap akan muncul para komedian muda dari Jabar. Pasalnya, saat ini hanya Sule yang bisa eksis di dunia hiburan nasional, sementara yang lainnya belum.

"Kita tidak bisa mengandalkan salah seorang untuk mengangkat dunia lawak Jabar ke tingkat nasional. Perlu ada grup maupun pelawak lain yang eksis," katanya.

Evaluasi

Dalam pidato akhir tahun 2011 dan kilas balik 2011, Gubernur pun mengatakan, malam tahun baru merupakan momentum yang dirayakan oleh manusia di seluruh dunia, sekaligus evaluasi apa yang terjadi selama setahun ke belakang. Namun perayaan malam tahun baru harus dimaknai lebih dalam.

"Pasti kejadiannya dua hal, yakni menyenangkan dan tidak menyenangkan. Namun seluruh peristiwa di tahun 2011 yang lalu harus menjadi kebaikan bagi kita semua dan harus disyukuri. Begitu pun dengan musibah harus dilakoni dengan sabar dan akan menjadi kebaikan," katanya.

Dikatakan, semua kejadian di tahun 2011 sepanjang disikapi dengan benar akan menjadi kebaikan bagi manusia. Kilas balik adalah evaluasi sepanjang 2011 mengenai pembangunan di Jabar dan kendala yang telah dihadapi untuk diselesaikan. Karena itu, malam kilas balik ini harus dihadirkan setiap tahun, tapi tahun depan harus lebih meriah dengan menghadirkan semua stakeholder di tempat yang lebih luas. "Jangan terpaku pada kendala biaya, karena spirit kebersamaan akan mengatasinya," katanya. (B.81/B.96)**
Galamedia Selasa, 03 Januari 2012

Artikel yang Berkaitan

0 komentar:

-

Post a Comment