-

Wednesday, January 25, 2012

Bergerak Menyusuri Sesar Lembang

Setelah menuntaskan rute di Jawa Tengah, tim Ekspedisi Cincin Api Kompas memasuki rute Jawa Barat. Tim melakukan perjalanan 22 Januari dengan memulai menelusuri Sesar Lembang.

Berdasarkan catatan Kompas.com, Sesar Lembang selama ini diketahui oleh para peneliti sebagai salah satu sesar aktif yang bergerak dengan kecepatan 2-4 milimeter per tahun. Sesar adalah kenampakan morfologis yang khas akibat proses tektonik

Tim dijadwalkan akan menapaki ruang-ruang ekonomi serta menggali persepsi orang-orang yang hidup di sekitar sesar tersebut. Masyarakat selama ini banyak yang belum mengetahui bahwa mereka hidup di wilayah yang rawan gempa. Pusat-pusat komunitas juga banyak membuat bangunan di daerah sesar termasuk bangunan Observatorium Bosscha.

Tim kemudian bergeser ke Tangkuban Perahu untuk melihat jejak geologis pembentukan serta mencatat potensi ancamannya. Aspek ekonomi juga didalami, bagaimana peran ekonomi masyarakat di sekitar Tangkuban perahu terhadap warga di perkotaan.

Setelah itu, tim menuju Gunung Guntur di Kabupaten Garut. Seperti halnya di gunung-gunung api rute sebelumnya, tim akan menelusuri jejak letusan gunung tersebut sehingga bisa mempelajari indeks kerawanan bencana.

Jika gunung tersebut meletus, bagaimana dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat di kota Garut. Serta seperti apa efeknya bagi Kota Bandung dan Jakarta. Di Garut, di antaranya tim akan menuju Kecamatan Samarang, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler.

Kawasan Gunung Galunggung juga menjadi titik eksplorasi tim ekspedisi. Tim akan menggali lagi ingatan tentang letusan dahsyat 1982 dengan menapaki lokasi-lokasi yang paling parah terdampak oleh letusan yang kini sudah dipadati oleh permukiman.

Tim juga akan melacak tentang keberadaan Kerajaan Galunggung yang ibu kotanya berada di kawasan bencana berdasar pada temuan prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di Galunggung dekat bukit Geger Hanjuang di Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari.

Selanjutnya tim mengakhiri perjalanan di kawasan Gunung Gede-Pangrango. Kawasan gunung ini yaitu di daerah Puncak dan Cipanas merupakan daerah wisata dan permukiman.

Indira Permanasari, anggota tim ekspedisi mengatakan, bahwa dalam rute kali ini tim akan menekankan liputan mengenai dampak langsung bencana gempa dan gunung api terhadap sosial ekonomi masyarakat desa dan perkotaan. (kompas.com)

Artikel yang Berkaitan

0 komentar:

-

Post a Comment