di petak-petak tanah per-tambak-anwarna putih menjadi sebendung saljumenjadi musim beku.nafasmu yang nanar seperti mengembara di himalayayang penuh dengan udara lembutmenyimpan kesederhanaan.dengan menghitung peluh mentariyang jatuh di persenggamaan purbadan semedi garam-garam,barangkali kau mampu terlepasdari cemas dan ketakutan.siklus airadalah nyanyian sunyi tak henti-hentipada tanah berbau amis.baling-baling berhenti perlahanmemecah angin lautmenjadi selaksa arah mata angin.lalu aku melihat matamu [....