-

Wednesday, July 27, 2011

Keyza Hanya Rewel Kala Makan

Bandung - Ayat Hidayat (65), kakek dari balita gizi buruk yakni Keyza Yulianti (4), mengaku tidak kelimpungan saat mengurus cucunya itu. Keyza hanya rewel saat diberi makan.

"Rewelnya waktu makan saja. Karena kan susah nelan," ungkap Ayat saat ditemui di rumahnya di Jalan Braga, Gang Afandi, RT 3 RW 4, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Rabu (27/7/2011).

Menurut Ayat, mengurus Keyza hampir sama dengan mengurus bayi. Bahkan saat ditemui di rumahnya, dia terlihat sedang menyuapi bubur pada Keyza.

Dengan penuh kasih sayang, Ayat menyuapi balita berkulit putih itu. Sesekali, Keyza merengek karena kesulitan menelan bubur yang disuapkannya. Namun, dengan sabar ia terus berusaha agar Keyza bisa menelan makanan. Sesekali, Ayat mengusap kepala Keyza dengan lembut agar tangisnya reda.

Ia menuturkan, sehari-hari Keyza harus terus disuapi saat makan. Meski susah menelan makanan, Keyza sesekali diberi nasi. "Selain bubur sama nasi, kadang juga dikasih sayuran," papar Ayat.

(ors/bbn)


sumber : bandung.detik.com

Pertamakalinya, The Titans Bakal Hibur Pasangan Nikah Massal

Bandung - Grup band asal Bandung The Titans siap menghibur 7 pasangan nikah massal dan tamu undangan dalam acara Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Duafa ke 22 di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Rabu (27/7/2011).

Hingga pukul 10.00 WIB, terlihat empat personel The Titans sudah hadir di lokasi. Mereka masing-masing Rizki (Vokal), Andika (Keyboard), Indra (Bass), Tomtom (drum), dan Imot (Synth), dan Oni (gitar) masih dalam perjalanan.

"Kita akan main full personel, tapi akustikan," kata Andika saat ditemui wartawan.

Rencananya, The Titans akan membawakan tiga hingga empat lagu. "Salah satu yang mau kita bawain adalah 'Rasa Ini'," ungkapnya.

Tampil menghibur pasangan nikah massal sendiri merupakan yang pertamakalinya bagi grup band yang bermarkas di Jalan Gandapura itu. "Kita baru pertamakalinya menghibur yang nikah massal, apalagi yang nikah ini ada yang punya kekurangan fisik," tutur Andika.

"Kalau menghibur anak yatim dan kaum duafa sering. Tapi kalau nikah massal, baru kali ini," ucapnya. Sementara, kegiatan masih berlangsung diisi dengan acara hiburan seperti nyanyian dan kecapi. Bahkan sebelumnya sempat dilakukan acara saweran.


(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Usai Kerusuhan, Masih Terluka dan Dirawat, Muslim Uighur Dipaksa Pindah RS Penjara

Usai Kerusuhan, Masih Terluka<a href=http://bandung.blogspot.com> dan </a>Dirawat, Muslim Uighur Dipaksa Pindah RS Penjara

Berita, WASHINGTON - Seorang pemimpin kelompok minoritas Uighur China di pengasingan, Senin (25/7), mengatakan bahwa ia mengkhawatirkan keselamatan puluhan orang yang ia katakan terluka dalam bentrokan terakhir dengan polisi di wilayah Xinjiang. Ia juga mencemaskan kemungkinan ditahan.

Rebiya Kadeer, Presiden Kongres Dunia Uighur--yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan bahwa sekitar 70 orang Uighur yang terluka dipindahkan dari kawasan sipil ke rumah sakit penjara militer setelah kekerasan pada 18 Juli terjadi di kota terpencil Hotan.

"Pemerintah mengumpulkan mereka semua dan membawa ke rumah sakit (penjara) militer. Ini jelas setiap kali warga Uighur yang terluka dibawa ke rumah sakit militer, ia tidak akan pernah dibebaskan dalam keadaan hidup," kata Kadeer kepada AFP dalam sebuah wawancara.

Kadeer mengatakan selama bertahun-tahun suku Uighur telah meningkatkan keluhan tentang penjara militer. Dia menuduh bahwa para tahanan pada masa lalu telah dibunuh -- mungkin untuk diambil organ tubuh mereka. Para aktivis hak asasi manusia juga telah lama menduga keberadaan praktek tersebut.

Media pemerintah China mengatakan bahwa 18 orang tewas di Hotan, sebuah oasis di Jalur Sutera kuno, dalam sebuah kekerasan di sekitar kantor polisi. Media pemerintah menyebutnya sebagai sebuah serangan "teroris"

Otoritas Cina menyatakan insiden yang melibatkan kerumunan orang di depan kantor polisi, menewaskan empat orang. Karena itu polisi kemudian "menembak" para penyerang.

Kadeer meragukan perhitungan itu dan mengatakan bahwa korban tewas mungkin lebih banyak. Seorang juru bicara untuk kelompoknya pekan lalu mengatakan kepada AFP bahwa 20 pengunjuk rasa telah dibunuh.

Dia mengatakan warga Uighur telah pergi ke kantor polisi dan berusaha untuk menemui petugas sebagai upaya untuk mendapatkan informasi tentang orang-orang terkasih yang hilang. Kadeer membela gerakan itu dan meyakini itu bukanlah aksi kekerasan.

"Tentu saja saya menentang kekerasan, tetapi dalam kasus ini para pengunjuk rasa adalah orang-orang yang diserang oleh polisi China dan mereka bereaksi untuk membela diri. Mereka memiliki hak untuk mengetahui keberadaan orang yang mereka cintai," katanya.

"Ini sangat berbeda dari di negara-negara Barat tempat polisi di sana untuk melindungi orang dari diserang. Di China, mereka menangkap orang-orang biasa sehingga mereka adalah penjahat, mereka hanya memakai seragam," katanya.

"Mereka menangkap orang-orang kapan pun mereka inginkan, mereka memukuli orang setiap kali mereka inginkan. "

Xinjiang--sebuah daerah yang luas, tandus namun kaya sumber daya berbatasan dengan kawasa Asia Tengah--adalah rumah bagi lebih dari delapan juta warga Uighur. Etnis tersebut berbicara bahasa Turki dan sebagian besar beragama Islam.

Banyak yang tidak senang dengan apa yang mereka katakan sebagai pemerintahan represif China dan imigrasi tidak diinginkan oleh mayoritas Han. Pemerintah mengatakan hampir 200 orang tewas dan 1.700 terluka dalam kerusuhan 2009 di ibu kota daerah itu, Urumqi, menurut saksi yang menceritakan mengenai serangan warga Uighur kepada kelompok Han China.

sumber : www.republika.co.id

Mengikuti Semua Kata Orang? Capek Deh!

Mengikuti Semua Kata Orang? Capek Deh!

Oleh Muhammad Saifudin Kodiran


Alkisah, dalam kitab Azhraf al-Zharfa', Joha bersama putranya pergi ke pasar mengendarai keledai, sementara putranya berjalan di sampingnya. Ketika melewati kerumunan, terdengar celoteh, "Dasar orang tua semena-mena, masak anaknya disuruh berjalan kaki." Merasa tidak nyaman dengan celotehan, Joha turun dari punggung keledai dan berganti posisi dengan anak.

Di kerumunan lain, terdengar cemoohan, "Dasar anak durhaka, tega sekali membiarkan bapaknya berjalan kaki sementara ia duduk enak." Ia menyuruh putranya turun dan berjalan kaki bersamanya sementara keledainya dituntun.

Beberapa langkah kemudian, orang-orang berkomentar, "Orang aneh, mengapa keledai itu tidak dinaiki." Ia bersama sang anak menaiki punggung keledai. Di lokasi selanjutnya, orang-orang berseloroh, "Bapak dan anak sama dungunya, masak seekor keledai lemah ditunggangi berdua." Tak mau dianggap orang bersalah, Joha dan anaknya turun, lalu keledai itu dipanggul berdua. Anak-anak kecil yang melihatnya girang dan tertawa-tawa. Keduanya berjalan hingga sampai di jembatan kecil. Joha bingung dan serbasalah. Akhirnya, keledai itu dilemparnya ke sungai.

Cerita di atas adalah gambaran orang yang tidak teguh dalam prinsip. Nashruddin Joha atau dikenal dengan Nashruddin Hoja, tokoh unik pada masa keemasan Islam. Ia bermaksud pergi ke pasar untuk berdagang bersama putranya. Dalam perjalanan, ia terjebak dalam tindakan yang membuat dirinya kebingungan. Bingung bukan lantaran tawar-menawar harga atau menghitung keuntungan, melainkan bingung karena melakukan tindakan yang tak dimengerti oleh dirinya sendiri. Joha lupa bahwa tujuan perjalanannya adalah berdagang ke pasar. Maksud hati menyenangkan setiap orang, apa daya bingung yang didapat.

Karakter Joha dalam kisah di atas menurut teori kepribadian dikenal dengan conformist personality, pembawaan kepribadian yang cenderung membiarkan sikap dan pendapat orang lain untuk menguasai dirinya. Tindakan ini muncul karena ada perasaan khawatir tidak mendapat pengakuan dari orang lain. Dampak dari kepribadian ini adalah rentan untuk dikuasai oleh pengaruh-pengaruh liar dan tak mampu mempertahankan tujuan atau prinsip.

Menurut hierarki Maslow, aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi (meta-needs) dalam hidup. Aktualisasi diri muncul karena adanya konsistensi terhadap tujuan. Aktualisasi diri penting sebab jika tak terpenuhi (bagi sebagian orang yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya) bisa berakibat metapatologi (penyakit kejiwaan), seperti sinisme, kebencian, kegelisahan, depresi dan metapatologi lainnya.  Namun, dalam kisah Joha, ia terlampau khawatir sehingga melakukan kekeliruan cara meraihnya, bahkan mengorbankan tujuannya. Akibatnya, Joha menderita kerugian waktu, energi, dan keledai.

Alquran memberi solusi untuk mengantisipasi kekeliruan di atas, yaitu dengan istiqamah (konsistensi). "Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu." (QS Hud: 112). Selanjutnya, bertawakal dengan keputusan yang telah diambil. "Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS Ali Imran: 159). Wallahu A'lam.

Dimuat di Republika cetak edisi Selasa (26/7) dengan judul Joha dan Keledai


sumber : www.republika.co.id

Munadi Bertolak ke Malang

Munadi Bertolak ke Malang

Meskipun kondisi fisiknya tidak terlalu fit lantaran demam, gelandang muda PERSIB, Munadi tetap memenuhi panggilan PSSI untuk mengikuti seleksi pembentukan tim nasional (timnas) Indonesia U-23 yang akan diterjunkan di SEA Games 2011. Proses seleksi pembentukan timnas U-23 berlangsung di Batu, Malang, mulai Senin (25/7). "Saya baru dapat kabar harus berkumpul di Malang pada Minggu malam. Jadi baru, Senin sore saya berangkat ke Malang," kata Munadi.

Selain keterlambatan informasi, kondisi terakhir Munadi pun tidak terlalu fit. Meskipun demikian, karena punya tekad yang kuat membuktikan diri bersama tim nasional, Munadi memaksakan diri untuk berangkat ke "Kota Apel". "Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," kata Mumun, sapaan akrabnya. Bagi Munadi, pemanggilan Badan Tim Nasional (BTN) ini merupakan kesempatan terbaik untuk unjuk gigi setelah sepanjang musim beristirahat total karena didera cedera lutut. Cedera lutut itu dialami pada saat ia mengikuti seleksi timnas U-23 ke babak kualifikasi Olimpiade 2012.***




sumber : persib.co.id

Tingkat Kepercayaan Masyarakat AS Terhadap Muslim Menurun

Tingkat Kepercayaan Masyarakat AS Terhadap Muslim Menurun

Berita,WASHINGTON—Muslim AS begitu berharap berita kematian pemimpin Al-Qaeda, memberikan pengaruh positif terhadap perbaikan citra Islam di kalangan mayarakat AS. Harapan itu rupanya tidak terwujud.

Hasil survey gabungan Ohio State University, Cornell University's Survey Research Institute, dan University of New Hampshire Survey Center  menyebutkan sentimen anti Muslim justru meningkat semenjak Navy Seals membunuh pemimpin Al-Qaeda dalam serangan 1 Mei di Pakistan. Beberapa minggu, sebelum kematian bin Laden,  hampir setengah dari responden menggambarkan Muslim Amerika "dapat dipercaya" dan "cinta damai,". Namun, setelah kematian bin Laden,  prosentase kepercayaan masyarakat AS terhadap Muslim justru menurun.

Hasil lainnya disebutkan 'ada kenaikan' jumlah responden yang mengatakan kehadiran Muslim di AS meningkatkan risiko negara itu diserang teroris. Sebelum 1 Mei, hanya 27 persen yang percaya kehadiran komunitas Muslim meningkatkan risiko AS diserang teroris. Bulan berikutnya, prosentase itu meningkat menjadi 34 persen.

Hasil analisis juga menyebutkan kesediaan responden untuk memiliki teman seorang Muslim naik mencapai 9-20 persen. Namun, kondisi itu berbanding terbalik dengan tingkat kepercayaan responden terhadap rasa nasionalis komunitas Muslim. Disebutkan kepercayaan responden terhadap rasa nasionalis komunitas Muslim menurun dari semula 62 persen menjadi 52 persen.

Robert Jones, CEO Intitite of Religion Public Research yang bermarkas di Washington mengatakan padangan positif masyarakat AS terhadap Islam menurun dari semula 41 persen menjadi 30 persen semenjak 2005. Erosi pandangan positif itu, dikatakan Jones, akibat opini publik yang terbentuk oleh kalangan konservatif AS.

Kecenderungan itu, kata Jones, terekam dalam pembahasan media-media AS yang menyudutkan umat Islam lantaran kegiatan Bin Laden yang berbau terorisme dan peranan mayoritas Muslim Pakistan yang melindungi bin Laden. "Hiruk-pikuk pemberitaan media mengingatkan terorisme dan serangan 11 September," kata peneliti Ohio State, Erik Nisbet. Menurut dia, masyarakat AS sudah terlanjur menyamakan Islam dengan terorisme.

Salam Al-Marayati dari Muslim Public Affairs Council, kelompok advokasi Muslim di Los Angeles sepakat dengan pernyataan Jones. Menurut dia, peranan media AS sangat berpengaruh terhadap pembentukan citra negatif umat Islam. “ Masyarakat AS, utamanya komunitas Muslim AS, memiliki pandangan yang sama soal Pakistan. Karena itu, Muslim AS perlu kerja keras untuk dapat menjawab segenap pertanyaan yang mengangkut keyakinannya,” kata dia.

Kesimpulan survei merupakan hasil analisa terhadap wawancara 500 responden di AS dengan rentang waktu antara April 7 hingga 1 Mei 2011. 

sumber : www.republika.co.id

Tuesday, July 26, 2011

7 Perusahaan Berminat Ikut Lelang Pembangunan PLTSa

Bandung - Wali Kota Bandung Dada Rosada menyatakan sudah ada 7 perusahaan yang berminat ikut tender pembangunan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Proses lelang direncanakan berlangsung Agustus mendatang.

"Yang sudah mau tender ada 7 perusahaan. Ada banyak sebenarnya, lebih dari 15, tapi kita melihat sebagian lagi tidak serius," kata Dada kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (26/7/2011).

Selain dari Indonesia, perusahaan yang berminat ikut lelang berasal dari luar negeri, di antaranya dari Hongkong, Jepang, dan Korea.

Disinggung pemberian kompensasi bagi PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL), Dada menyebut sebagai penghargaan. "PT BRIL kan ikut proses dari awal. Di awal kita tunjuk PT BRIL sebagai pengembang karena tidak ada aturan (pembangunan PLTSa) harus lewat tender," jelasnya.

Jauh-jauh hari, pemkot sudah menandatangani MoU dan menunjuk PT BRIL sebagai pengembang. Tapi kemudian muncul Perpres Nomor 37 Tahun 2010. "Di situ disebutkan harus ada tender. Makanya sekarang mau dilakukan tender," tutur Dada.

Disinggung soal lahan untuk PLTSa, Dada menyebut sudah ada 13 hektar yang dibebaskan. Sementaranya sisanya akan dilakukan bertahap. "Tinggal 7 hektar lagi. Walaupun sebenarnya cukup 5 hektar, tapi menurut saya tidak," tandas Dada.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Inilah Dua Urgensi Sambut Ramadhan

Inilah Dua Urgensi Sambut Ramadhan

Oleh Ustadz Bukhari Yusuf MA


Tidak terasa Ramadhan sebentar lagi tiba. Sebuah bulan yang sangat agung dan mulia serta satu-satunya bulan yang disebutkan namanya secara jelas di dalam Alquran. Sudah sepantasnya kaum Muslim mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Sebab, persiapan menyambut kedatangan bulan Ramadhan, menjadi langkah awal yang sangat menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam meraih berbagai keutamaan yang terdapat di dalamnya.

Paling tidak ada dua alasan mengapa kita harus mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Pertama, merujuk kepada sikap yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW, sahabat, dan generasi saleh terdahulu. Seperti disebutkan dalam riwayat yang berasal dari Anas ra dengan sanad yang lemah bahwa ketika memasuki bulan Rajab, Rasulullah saw berdoa, "Ya Allah berkahi kami pada bulan Rajab dan Sya'ban ini. Serta sampaikan kami ke dalam bulan Ramadhan." (HR al-Tirmidzi dan al-Darimi).

Bahkan, Ma'la bin Fadhal berkata, "Dulu sahabat Rasul SAW berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian, selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu." Jika demikian sudah semestinya kita juga mempersiapkan diri sebaik mungkin menyambut Ramadhan.

Kedua, melihat posisi dan urgensi Ramadhan sebagai tamu Allah yang istimewa. Sebab, seperti diketahui Ramadhan dihadirkan untuk membentuk manusia yang bertakwa (lihat QS al-Baqarah [2]: 183). 

Dengan visi ketakwaan tersebut, Ramadhan menjadi media yang sangat penting untuk meng-upgrade kualitas manusia dan meningkatkan derajatnya di sisi Allah (QS al-Hujurât [49]: 13). Dengan visi ketakwaan, Ramadhan juga menjadi media yang sangat efektif untuk mendapatkan berbagai kemudahan dan kelapangan hidup dari Allah SWT (QS ath-Thalaq [65]:2). Selain itu, Ramadhan juga menjadi media bagi lahirnya keberkahan, terbukanya pintu rahmat, dan solusi bagi bangsa dan negara (QS al-A'raf [7]: 96).

Melihat peran tersebut, Ramadhan tak ubahnya seperti wadah pembinaan yang memiliki fungsi strategis. Jika lembaga seperti Lemhanas diproyeksikan untuk mencetak SDM unggulan, melahirkan pejabat yang berkualitas, serta memberikan solusi bagi bangsa dan negara, Ramadhan juga demikian. Bahkan, lebih daripada itu, Ramadhan telah terbukti menjadi madrasah istimewa yang berhasil melahirkan generasi dan solusi terbaik sepanjang masa.     
 
Karena itu, Ramadhan harus disikapi dan disambut secara positif. Agar mencapai prestasi maksimal, dibutuhkan sejumlah persiapan. Di antaranya memperbanyak puasa di bulan Sya'ban, melaksanakan shalat sunah terutama di waktu malam, membaca Alquran, berzikir dan berdoa, serta bersedekah. Selain itu, harus ada perencanaan dan rapat kerja keluarga untuk menetapkan target yang akan dicapai pada bulan Ramadhan, berikut cara pencapaiannya. Wallahu a'lam bish-shawab.

 

Diterbitkan di Republika Cetak dengan judul Bersiap Menyambut Ramadhan


sumber : www.republika.co.id

Hubungan Arus Pendek Buat Rumah di Gang Rasdan Terbakar

Bandung - Rumah yang terbakar di Gang Rasdan Tegalega menghanguskan sebuah rumah berlantai dua, Selasa (26/7/2011). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kini api sudah berhasil dipadamkan.

Menurut Petugas Damkar Kota Bandung Bella Brahma kini petugas tengah melakukan pendinginan. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kalau soal kerugian belum bisa ditaksir," ujarnya kepada detikbandung.

Diduga api berasal dari hubungan arus pendek. "Beruntung tidak merembet ke rumah yang lain," katanya.

(ern/ern)


sumber : bandung.detik.com

Diminta Kampanye Perbaiki Citra AS, Grup Hip-Hop Muslim Alami Dilema

Diminta Kampanye Perbaiki Citra AS, Grup Hip-Hop Muslim Alami Dilema

Berita, WASHINGTON - Terjebak dalam pilihan sulit, itulah yang dialami grup hip hop Muslim asal AS, Native Dean. Serupa dengan tentara Muslim AS yang bertugas di dunia Islam, Native Deen mengalami tekanan batin lantaran diminta turut ambil bagian dalam misi meredakan rasa kebencian terhadap AS.

Tak dipungkiri, Native Deen merasa AS belum memperlakukan dunia Islam sebagaimana layaknya hubungan antarbangsa. Menurut mereka, AS lebih dominan memaksakan kehendaknya kepada dunia Islam. 

“Kami mengalami perdebatan batin,” kata Abdul Malik Ahmad, salah seorang personel Dean native, seperti dikutip dari New York Times, Senin (25/7). "Haruskah kita melakukannya?" demikian pernyataan yang mengemuka disetiap personel Dean Native.

Ahmad menuturkan tidak sedikit Muslim AS yang mencibir keikutsertaan Dean Native dalam misi tersebut. Cibiran itu, menurut dia, begitu menyakitkan.

Sebab, oleh mereka yang mengkritik AS dalam berhubungan dengan dunia Islam, Native Deen dianggap boneka. “Oke, kami mengebom negara anda, tapi kalian Muslim,” begitulah cibiran yang kerap didengar Ahmed dkk.

Lantaran tertekan, grup yang digawangi  Abdul Malik Ahmad, 35 tahun, Naeem Muhammad, 35, dan Joshua Salaam, 37, mengharapkan komunitas Muslim dapat membantu mereka menemukan solusinya. Dari masukan Komunitas Muslim AS, Native Deen akhirnya memutuskan untuk menolak untuk ambil bagian dari misi dan lebih mengedepankan gerakan mengusung toleransi dan iman.

Sejak saat itu, Dean Native bersama Departemen Luar Negeri AS, telah mengujungi sejumlah negara Timur Tengah seperti  Mesir, Tanzania, Yordania dan wilayah Palestina.

Langkah berbeda justru diambil grup hip hop Muslim lain seperti  Mos Def dan Lupe Fiasco. Mos Def misalnya, lebih fokus dalam syiar Islam melalui Masjid. Lirik yang diketengahkan pun bersifat santun. Jauh dengan karakter Dean Native yang begitu mencolok. “Kami cenderung berurusan dengan komunitas Masjid,” kata Salaam Pak, salah seorang personel Mos Def.

Menurut Salaam, masjid merupakan pusat kegiatan komunitas Muslim. Untuk itu, penyebaraan syiar melalui masjid merupakan cara efektif guna menyampaikan pesan dengan sasaran yang tepat. “Mereka mungkin menyambangi masjid seminggu sekali atau setahun sekali. Namun lebih efektif,” kata dia.

Beda Karakter

Meski budaya hip hop mengakar di tanah AS, namun bukan berarti musik yang ditawarkan secara otomatis dapat diterima. Sebagai gambaran saja, hip hop Muslim yang dimainkan Native Deen atau Mos Def lebih menarik minat penonton asal Timur Tengah dan Asia Selatan.

Suad Abdul Khabeer, Antropolog dari Universitas Purdue mengatakan musik yang ditawarkan Native Deen atau Mos Def lebih cenderung terpengaruh dengan musik Nasyid yang berasal dari Timur Tengah. Akibatnya, musik yang ditawarkan tidak mengena dikalangan Afro Amerika yang cenderung menyukai lirik agresif.

“Mereka yang Afro Amerika sedikit menyukai “lite”,” kata dia.

Karena itu, kata Khabeer, grup hip hop Muslim keturunan Afro Amerika memiliki pengaruh yang besar terhadap komunitas mereka. Tengok saja, nama-nama seperti Afrika Bambaataa dan Wu-Tang Clan. “Mereka pada hal bukan grup hip hop Muslim, namun mereka lebih diterima,” kata dia.

"Kami tidak pernah melihat diri kita seperti ini, karena kami baru saja melakukannya, tapi orang-orang melihat kami sebagai pelopor dalam musik muslim," kata Salaam.

sumber : www.republika.co.id

Eka Mengincar Kemenangan Pertama

Eka Mengincar Kemenangan Pertama

Kendati berstatus sebagai pemain pengganti yang baru dimainkan pelatih Wim Rijsbergen pada menit ke-90, kapten PERSIB Bandung, Eka Ramdani menambah "caps"-nya menjadi 21. Dari 21 penampilan internasionalnya bersama tim "Merah-Putih", tiga di antaranya di ajang kualifikasi Piala Dunia. Dua penampilan Eka sebelumnya adalah ketika Indonesia menghadapi Suriah di babak kualifikasi Piala Dunia 2010. Dalam dua pertemuan di Jakarta dan Damascus, Indonesia dihajar Suriah 1-4 dan 0-7. Setelah bermain imbang 1-1 dengan Turkmenistan pada laga pertama di Ashgabat, Sabtu (23/7) lalu, kini Eka tengah membidik kemenangan pertamanya di babak kualifikasi Piala Dunia.***

PENAMPILAN EKA DI KUALIFIKASI PIALA DUNIA
Piala Dunia Tanggal Lawan Skor Tempat Menit
2010 09-11-2007 Suriah 1-4 Jakarta 90
2010 18-11-2007 Suriah 0-7 Damascus 90
2014 23-07-2011 Turkmenistan 1-1 Ashgabat 1+


sumber : persib.co.id

Monday, July 25, 2011

Wow, Hidung Mancung Tanpa Operasi dalam 15 Menit!

Bandung - Get beauty instant without surgery! Ya, Anda bisa memiliki hidung mancung atau dagu lancip dan bibir sensual tanpa operasi plastik. Semua itu pun bisa didapat secara instan hanya dalam 15 menit hingga paling lama 30 menit!

Dengan perkembangan teknologi kecantikan yang semakin maju, kini hasrat untuk memperindah bagian tubuh kini tak perlu melalui operasi plastik. Kini dengan prosedur non-bedah, yaitu menyuntikkan dermal filler asam hialuronat (HA) kepada bagian tubuh yang ingin dipercantik.

"Ini aman digunakan karena mengandung asam hylaronat yang dirancang secara khusus dengan teknologi Nasha yang telah dipatenkan. Di mana asam hylaronat sendiri diproduksi secara alami oleh tubuh dan konsetrasi terbanyak ada di kulit," ujar dr Maya Chrisdiani Audy Dipl. Derm. Cibtac. Cidesco, AKP, pemilik MnC Anti aging Aestetic & White Lili Spa, saat seminar 'Get Beauty Instant Without Surgery' di Savoy Homann akhir pekan lalu.

Karena itu, kata dia, filler mampu memberikan kesan alami dan mampu bertahan hingga satu tahun. "Dengan penyuntikan filler di bagian tubuh yang diinginkan, seperti bagian hidung. Mancungnya tuh alami, jadi dia akan membentuk seperti tulang rawan kita. Ini saya jamin 100 persen aman," tuturnya.

Menurutnya filler ini akan bertahan selama satu tahun dan jika tidak disuntik kembali, bentuk hidung atau bagian tubuh lain yang disuntik akan kembali seperti semula.

"Kenapa tidak permanen? Kalau permanen malah justru berbahaya, karena filler ini akan menjadi jaringan ikat dengan tubuh kita. Makanya ini hanya berlangsung satu tahun. Filler akan larut dengan sendirinya dengan kulit kita," jelasnya.

Setelah difiller, dalam satu minggu hidung kita akan merah dan sedikit bengkak. Namun setelah itu akan hilang dengan sendirinya. Menurutnya dalam satu minggu itu, pasien harus menghindari minuman panas dan makanan seafood. "Plus jangan juga hidungnya diotak-otik sehingga membuat makin merah," pesannya.

Setelah satu minggu, hidung pasien akan terlihat mancung alami. "Bayangkan kita bisa cantik, aman, tanpa operasi. Saya yakin semua wanita menginginkanya," ujar Maya.

Cepat, aman, tanpa risiko, menurut dr Maya membuat klinik yang baru empat tahun dibuka itu banyak diminati. Tidak hanya kaum hawa, namun juga kaum adam. "Tapi kalau laki-laki sih saya belum pernah menangani untuk filler, mereka paling soal jerawat," katanya.

Rata-rata pasien yang datang, menurut Maya banyak ingin memperkecil rahang dan juga memancungkan hidung. "Usianya rata-rata 20 hingga 40 tahun," katanya.

Sementara untuk pasien di atas 40 tahun, kebanyakan ingin mengencangkan kulit wajah, leher, ataupun kantung mata.

Pada saat seminar akhir pekan lalu, di hadapan puluhan peserta, dokter cantik ini melakukan demo pada pasiennya yang ingin mancung hidungnya. Sebelum disuntik filler, pasien diberi anastesi lokal sehingga pasien tak akan merasa sakit. Hanya dalam 15 menit, hidung pasien mengalami kenaikan beberapa milimeter. Peserta pun dibuat takjub.

"Rata-rata sih 15 menit sampai 30 menit. Cepat kok, tidak sakit lagi. Dan yang penting ini aman 100 persen," tandasnya.

Nah, bagi anda yang ingin memperindah hidung, bibir ataupun memperkecil rahang, datang saja ke klinik MnC Anti aging Aestetic & White Lili Spa di Jalang Jurang No 31 atau bisa sebelumnya menelepon ke nomor 2030406


(adv/ern)


sumber : bandung.detik.com

Kekuatan Azan

Kekuatan Azan

Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham


Waktu bergerak dan terus berputar. Malam berganti dan siang kembali menjelang. Begitu seterusnya, hingga fase alam dunia ini berakhir. Tentu, tidak ada yang bisa menahan gerak sunatulah-Nya ini. "Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berilmu." (QS Ali Imran [3]: 190).

Tiap kali terjadi pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya, maka bagi mereka yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambutnya dengan panggilan shalat. Saat peralihan dari malam ke siang bukankah kita disambut dengan shalat Subuh. Saat peralihan dari siang ke malam kita disambut dengan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Bahkan, pada tengah malam saat penghuni bumi terlelap dalam tidurnya, mereka para perindu-Nya berdiri menegakkan shalat, rukuk, dan sujud kehadirat Allah Rabbul 'Izzah.

Orang yang beriman pasti merindukan suara azan yang bersahutan dari berbagai masjid dan mushala. Karena, tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi ruang semesta di negeri ini selain azan. Selama 24 jam, azan akan terus berkumandang bahkan menjelajah ke seluruh seantero bumi ini. Dari Papua hingga Aceh, terus berlanjut hingga berbagai negara dan benua. Belum selesai kumandang azan Zhuhur di Amerika, Azan Subuh sudah kembali menyapa Papua. Tanpa kita sadari, para muazin di seluruh penjuru dunia ini, tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan azan.

Suara azan Zhuhur seolah meredam teriknya sinar sang surya. Suara azan Ashar bercampur dengan sinar mentari yang menghangat dan tiupan angin yang sepoi. Suara azan Maghrib yang lantang, mengajak melepas penatnya hari. Suara azan Isya, membawa kehangatan ketika malam mulai beranjak dingin. Sementara suara azan Subuh memecah keheningan dan membangunkan kesadaran.

Semua panggilan azan ini bertujuan mengingatkan penghuni bumi yang beriman kepada Allah untuk tegak dengan shalatnya. Mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan mengajak manusia untuk tidak terlelap dan lupa pada kesibukan dan keasyikan dunia. Menyeru manusia untuk tidak tersesat dalam kegelapan dunia dan kepengepan akhirat.

Perhatikanlah lafaz-lafaz azan yang sering kita kumandangkan itu. Betapa tingginya kekuatan azan dan betapa indah kata-katanya. Kata-kata itu dengan seluruh kekuatannya terus-menerus mengingatkan kita akan palsunya segala klaim keduniawian. Di bumi dan di langit hanya ada satu Tuhan yang pantas disembah dan diikuti ajaran-Nya.

Ketahuilah, azan bukan semata panggilan muazin, tetapi panggilan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Coba simak ulang lafaz azan. Ternyata yang dipanggil "Hayya 'alash shalah" adalah yang bersyahadat. Artinya, mereka yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; tidak ada ajaran yang dapat membahagiakan kecuali ajaran yang dibawa utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW. Mereka yang tidak bersyahadat tidak dipanggil.

Sementara panggilan itu dalam rangka "al-falaah," meraih kesuksesan dunia akhirat. Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu bahagia mendengar dan memenuhi panggilan setiap kumandang azan.


sumber : www.republika.co.id

Pemkot Bandung Kesulitan Bersihkan Pengemis

Bandung - Pemkot Bandung mengaku sulit membersihkan pengemis yang dipastikan menjamur di Bandung kala Ramadan nanti. Selama ini pengemis berasal dari luar daerah Bandung.

"Problem pengemis itu sama seperti penertiban pedagang kaki lima (PKL). Sulit menjamin untuk bersih dari pengemis, apalagi saat nanti Ramadan. Sebenarnya keberadaan mereka bisa dicegah bila pemerintah di daerah asalnya mampu mengembangkan ekonomi masyarakat," ujar Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda.

Ayi menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Festival Keuken, Jalan Cikapundung Timur, Minggu (24/7/2011). Untuk meminimalisir pengemis bertebaran di jalanan Kota Bandung, Ayi pun mendatangi tempat-tempat pengemis dan menawarkan solusi.

"Bersama instansi terkait, selanjutnya mereka diajari antara lain tata rias, servis elektronik dan membuat kerajinan tangan," jelasnya.

Menurut Ayi, penyebab pengemis yang kebanyakan dari luar Bandung turun ke jalan itu karena tidak adanya kesempatan bekerja dan kemampuan terbatas. Tapi sebenarnya, kata dia, para pengemis itu sanggup bekerja normal.

"Mereka (pengemis) ternyata mau diberi pelatihan sebagai bekal persiapan untuk nanti bekerja. Tentu saja perlu pendamping agar mereka tak kembali ke jalan," terangnya.

Cara atau metode razia oleh Satpol PP terhadap gelandangan dan pengemis, menurut Ayi, bukan solusi terbaik. "Cara yang terbaik itu yakni berdialog dan mencarikan solusi. Mereka itu sebenarnya tidak mau jadi pengemis," singkat Ayi.


(bbn/bbn)


sumber : bandung.detik.com