-

Thursday, September 22, 2011

Segerakanlah Berbuat Baik


Segerakanlah Berbuat Baik

Oleh: Ustadz Samson Rahman


Islam memerintahkan pemeluknya untuk bersegera melakukan kebaikan karena ia akan memberikan rasa aman dan membuat hati tenang dan damai. "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS Ali Imran [3]: 133). "Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan." (al-Baqarah [2]: 148).

Agama Islam adalah agama gerak, agama kerja, dan agama aktif. Islam tidak menghendaki para pemeluknya menjadi umat yang lemah, rendah diri, dan menganggur. Dalam spirit Islam, kerja keras demikian terhormat, kerja cepat demikian diapresiasi, dan pasifisme demikian ditentang. Oleh karenanya, Rasulullah sering kali mengingatkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan waktu luang yang sering kali tidak banyak disadari bahwa waktu sangat berharga.

Kekosongan yang tidak diisi kebaikan akan terisi oleh keburukan dan kesempatan yang tidak diambil akan segera lepas dari tangan. Allah memberi panduan agar setiap kita setelah usai menunaikan satu aktivitas, maka waktu yang kosong hendaknya diisi dengan aktivitas lain yang berdaya guna. "Maka, apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (QS al-Insyirah : 7).

Kemajuan dan kemunduran seseorang dan bahkan sebuah bangsa sangat tergantung pada kesigapan mereka dalam menyegerakan pekerjaan dan aktivitas-produktifnya. Semakin lamban mereka menyelesaikan masalah-masalahnya akan semakin lambat pula majunya, semakin cepat mereka mengelola aktivitasnya maka kemajuan akan segera di depan mata.

Pekerjaan yang bisa kita lakukan di pagi hari tidak selayaknya kita tunda hingga sore hari dan yang bisa kita tuntaskan di siang hari sangat naif bila kita berpikir untuk menyelesaikannya di malam hari. Jalankan aktivitas hari ini dengan sebaik-baiknya karena kita ditentukan oleh hasil kerja kita di hari ini. "Barang siapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (HR Muslim).

Dalam hadis yang lain, perintah bersegera dalam kebaikan disampaikan Rasulullah SAW. "Bersegeralah kalian melakukan amal-amal saleh karena akan muncul berbagai fitnah yang menyerupai malam yang demikian gelap gulita. Di mana seseorang di pagi hari masih mukmin dan di sore hari menjadi kafir, menjadi mukmin di sore hari namun di pagi hari telah menjadi seorang kafir, dia tukar agamanya dengan dunia." (HR Muslim dan Ahmad).

Mereka yang tidak memiliki aktivitas hanya akan menjadi penebar isu dan desas-desus yang tak bermamfaat. Ketahuilah bahwa saat paling berbahaya bagi akal manusia adalah saat dia ada dalam kekosongan dan kekosongan yang dibiarkan berlanjut akan membuat seseorang terjerat dalam kesedihan yang berkepanjangan. Karena sesungguhnya waktu kosong adalah pencuri yang cerdik dan culas. Maka, obatilah ia dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja ikhlas agar waktu kita berlimpah berkah dan rahmat. Kuburlah waktu kosong kita dengan kesibukan berkesinambungan. Jika Anda tidak bersegera, maka bersiap-siaplah untuk binasa.
Diterbitkan di Republika edisi cetak dengan judul Segera Berbuat Baik
sumber : www.republika.co.id

Wednesday, September 21, 2011

Uang Sekoper Buat Nyuap DPRD

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi dingin pledoi atau pembelaan dari terdakwa korupsi Wali Kota Bekasi nonaktif, Mochtar Muhamad. Pembelaan dari terdakwa dinilai masih berdasarkan asumsi serta tanggapan dari saksi-saksi yang dihadirkan pihak penasihat hukum dan terdakwa.

Uang satu koper yang digunakan menyuap anggota DPRD Kota Bekasi dibantah Mochtar. Namun menurut JPU, Hadianto, pihaknya mendapat pengakuan dari yang memberikan uang tersebut, yaitu Sekda Kota Bekasi, Chandra Utama Efendi.

Menurut kesaksian Chandra dan para kepala SKPD, ada pengumpulan dana atas perintah wali kota. Bahkan menurut Hadianto, terdakwa sempat menghubungi salah satu kontraktor untuk memberikan uang kepada DPRD apabila ingin menjadi kontraktor besar.

"Terkait masalah suap, kalau mereka mengatakan tidak terima, siapa yang mau mengaku kalau menerima? Kita mendapat pengakuan dari yang memberi suap atas perintah," ujar JPU Hadianto kepada wartawan usai sidang, Senin (19/9).

Hadianto pun mengatakan, pihaknya meng audit sendiri terkait dugaan korupsi dana mamin sebesar Rp 699 juta melalui kegiatan fiktif audiensi dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bekasi. Audit tersebut, menurutnya, dilakukan oleh pihak KPK yang dibantu BPKP.

Dia mengungkapkan, bukti-bukti dari dugaan korupsi tersebut dapat dibuktikan. Mulai dari bukti data transfer rekening hingga undangan dinas. Menurutnya ada empat saksi yang menyatakan bukti-bukti tersebut.

"Kita bisa buktikan dari saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan sebelumnya dan saksi mengatakan hal itu juga lebih dari satu. Kan tidak ada yang berubah dari BAP," kata Hadianto.

Dakwaan kumulatif ini, menurutnya, sesuai dengan fakta-fakta di persidangan, termasuk keterangan saksi memberatkan sebanyak 43 orang. Antara lain saksi-aksi dari pejabat dan staf Pemkot Bekasi sendiri yang memberikan keterangan.

"Sebenarnya lebih meringankan akumulatif. Karena kita ajukan dakwaan secara bersamaan. Kalau kita ajukan satu-satu malah lebih berat. Karena ancaman dari pasal dua saja sudah 20 tahun," jelasnya.

Sementara itu dalam pembelaannya, Mochtar mengatakan, dakwaan dan tuntutan dari JPU adalah mengada-ada dan kabur. Menurutnya, JPU mendakwa dan menuntut berdasarkan asumsi yang menghilangkan fakta dipersidangan.

"Yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah sudah ada bagiannya, yaitu pihak SKPD. Kenapa saya yang didakwa dan dituntut?," paparnya. JPU akan mengajukan replik pada Kamis (22/9). (adit)** sumber : (GALAMEDIA)

Nikmatnya Bubur Ikan Khas Bandung

PARA pencinta kuliner pasti sangat mengenal menu hidangan bubur. Bubur biasa disantap untuk sarapan pagi atau malam hari ketika perut sedang lapar. Kebanyakan orang menyukai menu bubur karena praktis dan cukup membuat perut kenyang. Pilihan bubur kini juga beragam, tapi umumnya yang biasa dijajakan adalah bubur ayam, dengan tambahan cakue, telur, serta hati ampela ayam.

Nah, jika Anda sudah bosan dengan bubur ayam, kini saatnya menikmati bubur ikan. Aneka menu bubur ikan ternyata telah ada sejak lama di Kota Bandung, yakni di tahun 90-an.

Bubur ikan memiliki penyajian khas, yaitu irisan ikan gurami, tongcay, cakue, dan jebung (sosin) menjadi topping utama bubur ikan ini. Pembeli juga bisa menambahkan kecap dan sambal yang sudah disiapkan untuk memberikan rasa lebih gurih dan lezat.

"Bubur dibuat seperti biasa menggunakan beras, untuk topping-nya hanya dikasih ikan gurami mentah yang masih segar, kemudian disiram oleh bubur yang mendidih," kata Ook, pemilik Bubur Mekar di GOR Pajajaran, Bandung.

Ook, yang berjualan sejak tahun 1994, biasa berjualan mulai pukul 07.00 hingga 09.00 pagi. Kios lain yang juga menyediakan menu bubur ikan adalah Bubur Rumi di kawasan Cibadak.

Bedanya, Bubur Rumi berjualan mulai pukul 20.00 hingga menjelang tengah malam. Hengky, sang pemilik Bubur Rumi, mengaku telah berjualan semenjak tahun 1997. Bubur ikan ini menjadi salah menu andalan Bubur Rumi karena cita rasanya yang unik. Hengky juga menggunakan ikan gurami segar untuk bubur ikannya. "Saya suka bubur ikan karena rasanya unik, gurih, dan segar," kata Yuni, pelanggan bubur ikan Rumi.

Selain Bubur Mekar dan Bubur Rumi, kelezatan bubur ikan dapat dinikmati di Golden Bell kawasan Paskal Hypersquare dan Hon Sin Restaurant di Banceuy. Harga rata-rata bubur ikan di tempat-tempat tersebut mulai Rp 13.000 hingga Rp 18.000. Karena porsinya yang banyak, pelanggan juga dapat memesan bubur ini setengah porsi. Jadi, bagi Anda yang penasaran dan ingin variasi lain dari bubur, tidak ada salahnya mencoba menu bubur ikan ini. (jbb)

Veteran di Bandung Usulkan Kodam Bangun Gedung Juang

Bandung - Kodam III/Siliwangi tengah mempertimbangkan untuk membangun Gedung Juang. Rencana ini akan dikomunikasikan kepada pemda dan juga pihak swasta. Usulan pembangunan gedung khusus untuk pejuang itu disampaikan para veteran saat bertatap muka langsung dengan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Munir.

"Iya, itu bagus, jadi keinginan dari pejuang itu ada gedung khusus pejuang. Karena kok belum ada gedung juang Bandung sementara di provinsi lain ada. Saya juga sudah keliling, di daerah lain itu punya, seperti di Jatim ada, besar," ujar Pangdam di sela-sela silaturahmi di Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Selasa (20/9/2011).

Menurutnya usulan ini akan disampaikan pada pemda dan swasta. "Semoga bisa tergerak," katanya.

Gedung Juang itu, kata Munir, nantinya tak hanya sekedar gedung untuk pejuang, namun diharapkan gedung itu bisa menjadi tempat berkumpulnya para vetaran dan bisa merumuskan solusi terbaik untuk membantu permasalahan yang timbul di daerah.

"Siapa tahu dengan dedikasi yang baik, daya juang yang masih tingggi meskipun sudah uzur ya bisa dikomunikasikan dengan baik," katanya.

(ern/ern)

sumber : bandung.detik.com

Ini Dia Tiga Area Braga Festival 2011

Bandung - Braga Festival yang akan diselenggarakan pada 23 hingga 25 September 2011 mendatang akan digelar di tiga area, yakni Jalan Braga Panjang, Jalan Braga Pendek, dan Jalan Cikapundung Timur.

Jalan Cikapundung Timur digunakan sebagai area pasar tradisional dan kuliner. Sementara Jalan Braga Pendek dipakai untuk area sawah, pameran produk kreatif dan kerajinan.

Sedangkan para seniman, catwalk on the street serta komunitas, berkumpul di Jalan Braga Panjang. Otomatis ketiga jalur tersebut ditutup selama penyelenggaraan Braga Festifal.

"Lebih dari 200 komunitas, mereka akan memakai ruas Jalan Braga Panjang sebagai lapak aktivitas kreatif mereka. Syaratnya di braga panjang tidak akan ada tenda yang dipasang," ujar Art Director Braga Festival, Hanief kepada wartawan usai jumpa pers di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (20/9/2011).

Jalan Braga Pendek merupakan area lingkungan yang nantinya akan dipasang sawah buatan sepanjang 50 meter yang di dalamnya akan ada patung, sesenian buhun, talkshow, demo masak, perjamuan minum teh, karinding, dan lainnya.

"Di area hijau juga menggunakan stage indoor di New Majestik," imbuh Hanief. Area Jalan Cikapundung timur dikhususkan untuk kegiatan ekonomi seperti bazar makanan dan lainnya. "Tahun ini kita buat ruang ekspresi dan kontemplasi terpisah dari ruang ekonomi," kata Hanief.

Di Cikapundung Timur juga ada ruang tambahan yang dibuat khusus untuk anak-anak. "Kami buat tempat untuk permainan anak di tempat loper koran. Selain itu, kita juga kerjasama dengan komunitas sepatu roda juga," terang Hanief. Sementara untuk para jurnalis, disiapkan media center yang terletak di Gedung YPK.

(avi/ern)


sumber : bandung.detik.com

Tuesday, September 20, 2011

Ilmu yang Bermanfaat


Ilmu yang Bermanfaat

Oleh Nurkholik
Untuk menjadi umat yang terbaik, Islam menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu sepanjang hayat dikandung badan. Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan. Untuk memperoleh kebaikan dunia dengan ilmu, untuk beroleh kebaikan akhirat dengan ilmu.

Kriteria ilmu yang berguna  didasarkan pada tujuan ibadah. Dr Mahdi Ghulsyani menegaskan bahwa salah satu cara untuk menolong manusia dalam perjalanannya menuju Allah adalah ilmu dan hanya dalam semacam inilah ilmu dipandang bernilai.

Dengan bantuan ilmu, seorang Muslim, dengan berbagai cara dan upaya dapat  mendekatkan diri kepada Allah.Berdasarkan landasan ini,  ilmu dikatakan bermanfaat bila pertama, dengan ilmu itu ia dapat meningkatkan pengetahuannya akan Allah. Nabi bersabda,” Sesungguhnya Allah ditaati dan disembah dengan ilmu. Begitu juga kebaikan dunia dan akhirat bersama ilmu, sebagaimana kejahatan dunia dan akhirat karena kebodohan.”

Kedua, dengan ilmu itu, ia dengan efektif dapat membantu mengembangkan masyarakat Islam dan merealisasikan tujuan-tujuan, yaitu berbagai aktivitas  menuju keridhaan Allah.Orang yang mencari  ilmu untuk menuju keridaan Allah pun  mendapat kedudukan yang istimewa, seperti yang diterangkan Nabi, “Barangsiapa mati ketika sedang mencari ilmu untuk menghidupkan Islam, dia di surge sedearajat di bawah para Nabi.”

Ketiga, dengan ilmu itu,di samping dapat membimbing dirinya, ia dapat juga membimbing orang lain kepada kebaikan. Nabi bersabda, “Allah akan menyayangi penerus-penerusku.” Belia ditanya,” Siapakan para penerus itu?” Beliau menjawab,”Mereka yang menghidupkan sunnah-sunnahku dan mengajarkannya kepada hamba-hamba Allah.”

Keempat, dengan ilmu itu, ia dapat memecahkan berbagai persoalan pribadi, masyarakat dan lingkungannya.Bukankah sebaik-baik orang itu yang paling bermanfaat bagi sesamanya.Nabi bersabda,”Setiap manusia itu keluarga Allah, dan manusia yang paling dicintai-Nya adalah yang paling bermanfaat bagi keluarga-Nya.”

Sebaliknya, bila ilmu itu dicari tidak diniati karena Allah, tidak menambah kebaikan bagi dirinya dan orang di sekitarnya, ilmu itu tidak bermanfaat. Setiap ilmu yang tidak menolong manusia menuju Allah seperti muatan buku yang dibawa di atas keledai.Tuhan berfirman,”Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal …(QS 62:5).

Salah satu aktivitas mempelajari dan menguasai ilmu itu adalah berpikir.Berpikir adalah kegiatan menggunakan potensi akal manusia untuk mendapatkan informasi, dan mengembangkan ilmu.Banyak ayat Alquran yang menganjurkan manusia itu berpikir,dengan padanan kata, seperti merenung, memikirkan, memperhatikan,dll.Ini menunjukkan betapa pentingnya kegiatan berpikir dalam kehidupan manusia. Selain membedakan manusia dari makhluk lain, berpikir juga mengarahkan manusia kepada kesempurnaan hidup.

Agar manusia itu tidak salah dalam berpikir, Tuhan membimbing manusia bagaimana cara berpikir sehat.Diturunkannya Alquran dan diutusnya Nabi kepada manusia dimaksudkan agar manusia berpikir dengan sehat. Dalam pandangan Islam, berpikir sehat itu berpikir yang menghasilkan berbagai kebaikan dan manfaat.Berkaitan dengan berpikir sehat, Tuhan memerintahkan umat Islam untuk mendasari berpikir itu dengan ingat kepada Allah dan untuk mencari keridhaan Allah.Dalam membaca yang di dalamnya ada proses berpikir,  Tuhan memeritahkannya dengan diiringi nama-Nya ( Al-‘Alaq:1-5).”

Dalam kitab Nashoihul Ibad, Ibnu Hajar Al-Ashqolani mencatat pendapat jumhur ulama tentang  berpikir yang membawa kesempurnaan hidup .Berpikir dapat dilakukan dalam lima hal.Pertama, berpikir mengenai tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah sehingga lahir tauhid dan keyakinan kepada-Nya. Memperhatikan, memahami, dan merenungkan penciptaan diri dan  alam sekitarnya dapat mengarahkan manusia kepada keyakinan akan keberadaan Tuhan. Tuhan berfirman,”Dan di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yakin kepada Allah dan pada diri kalian, tidakkah kalian memperhatikan? (Q.S. 51:20-21)”

Kedua, berpikir tentang kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan Allah sehingga lahir rasa cinta dan syukur kepada Allah.Rasa cinta ditandai dengan mementingkan Allah dari lainnya dan rasa syukur ditandai dengan menggunakan anugerah Allah kepada jalan-jalan yang diridhai-Nya.

Ketiga, berpikir tentang janji-janji Allah sehingga lahir rasa cinta  kepada Allah dan optimistis dalam kehidupan. Dalam kehidupan ini, ada hukum sebab akibat dan sebab dari segala sebab adalah  adalah Allah. Dalam berusaha dan berjuang, Allah akan memberikan suatu sesuai dengan kadar usahanya.Kalau seseorang itu tekun bekerja dan berdoa, tentu dia akan mendapatkan yang sesuai dengan yang diusahakan.Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam beruasaha, ia akan  mendapatkan hasil sesuai dengan kesungguh-kesungguhannya. Tuhan berfirman, “Allah menjanjikan orang-orang beriman dan beramal saleh bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang terdahulu berkuasa.”

Keempat, berpikir tentang ancaman Allah sehingga melahirkan rasa takut. Rasa takut akan ancaman Allah akan membuat seorang hamba takut bermaksiat kepada Allah sehingga akan hati-hati dalam melangkah.Ia menjaga hati dan pikiranya untuk tidak berprasangka buruk kepada Allah. Dia akan menjada lidah dan tangannya untuk menyakiti atau menzalimi orang lain.

Kelima, berpikir tentang sejauh mana ketaatannya kepada Allah sehingga melahirkan gairah untuk beribadah. Berdasarkan keterangan Alquran dan hadis, ibadah merupakan cara seeorang hamba mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah merupakan cerminan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya.Ketaatan hamba kepada Tuhan kalau seseorang itu menyadari bahwa diciptakannya manusia itu beribadah dan Tuhan bersama dirinya di mana pun dia berada.Karena merasa dirinya diawasi Tuhan ia pun akan melakukan yang terbaik demi mendapatkan keridhaan Tuhan.

Dengan berpikir dalam lima hal tersebut, seseorang diharapkan  akan mencapai kemampuan intelektual, mental, dan spiritual yang berguna dalam menjalani hidupnya. Bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk lingkungannya.Dengan ilmu dan kemampuannya, ia dapat beroleh kebaikan tidak hanya di dunia tetapi juga kelak di akhirat.
Penulis adalah pengajar BKB Nurul Fikri Banten
sumber : www.republika.co.id

Lagu Pop Sunda

Oleh: A. MIRZA RAMDHANI
DALAM sebuah obrolan ringan bersama beberapa musisi Kota Bandung, terlontar sebuah pertanyaan mengenai nasib lagu pop Sunda. Salah seorang musisi sempat bertanya, "Emang aya keneh nu daek meuli album Pop Sunda? "Pertanyaan bernada pesimis itu wajar diungkapkan. Pasalnya, di tengah gempuran grup band pengusung musik pop modern, lagu Sunda dianggap terpinggirkan. Selain itu, kondisi pasar musik yang tengah "lesu darah" dan menggilanya aksi pembajakan karya cipta, disinyalir bakal menjadi pemicu gagalnya pemasaran lagu Sunda. Apalagi di pasar musik masih berkembang pemahaman yang cenderung stereotip menempatkan pop Sunda sebagai musik kelas dua.

Namun, rupanya sinyalemen itu keliru. Respon pasar berbicara sebaliknya. Terbukti, album "Bentang-Bentang II" yang digarap DH Production dengan pencipta lagu Dose Hudaya, mampu membalikan anggapan tersebut. Begitu pula dengan tembang "Cinta Urang Duaan" yang mengolaborasikan biduan muda Astria dengan penyanyi gaek Darso (alm) sanggup menyihir publik musik Jawa Barat untuk membeli VCD-nya.

DH Production tidak menyebut secara pasti, tetapi konon penjualannya mencapai puluhan ribu keping untuk album "Bentang-Bentang II". Suatu prestasi pasar yang pantas membuat Dose dan musisi lain berbangga hati. "Alhamdulillah, album 'Bentang-Bentang' membuktikan pop Sunda juga bisa laku keras. Selama album digarap dengan apik, lagunya bagus, musiknya bagus, vokalnya bagus, klipnya bagus, saya selalu yakin, pasti akan dilirik konsumen," kata Dose.

Untuk situasi pasar pop Sunda sekarang, angka tersebut sangat signifikan. Situasi pasar pop Sunda saat ini dan dua tahun silam pada saat "Bentang-Bentang I" diluncurkan, menurut Dose sebetulnya banjir oleh produk. Justru karena banjir dan pengaruh menurunnya daya beli, konsumen jadi bersikap selektif.

Karena itu, tidak ada alasan bagi musisi Sunda untuk berhenti berkreasi jika melihat hasil manis yang dicapai Dose dan kawan-kawan. Tinggal bagaimana mengemas sebuah lagu agar bisa diterima pasar. Jadi jangan ada kata pesimis dalam berkarya. Maju terus penyanyi dan pencipta lagu Sunda. Karya kalian pasti bakal mendapat tempat. (Wartawan Galamedia)**

Posyandu dan Pendidikan Gender

Oleh: SRI HANDAYANINGSIH
SUATU waktu suami saya datang ke Posyandu di kompleks perumahan mengganti tugas karena kebetulan dia libur dan saya masih di tempat kerja. Ia menggendong anak yang belum genap setahun umurnya. Acaranya penambahan nutrisi dan gizi bagi anak-anak.

Seusai Posyandu, suami curhat. Dia bilang anak kami hanya ditimbang lalu diberi makanan tambahan (nutrisi dan gizi?) berupa jajanan anak-anak yang banyak dijual di warung-warung. Tapi yang membuatnya jengkel dan risi adalah pertanyaan orang-orang yang datang di sana yang semuanya ibu-ibu. Setengah heran, mereka menanyakan mengapa yang datang bapaknya?

Pertanyaan-pertanyaan yang meneror saya secara psikologis, saya maklumi. Sebabnya, warga Indonesia belum sepenuhnya sadar akan peran dan pembagian kerja antara ibu dan bapak, antara perempuan dan laki-laki. Walaupun kampanye mengenai gender kaitannya dengan keadilan terhadap perempuan dalam segala aspek hidup cukup gencar, massif namun belum memberikan hasil berarti. Bahkan, penghalangnya malah dari kaum perempuan sendiri. Mereka tidak bangga ada laki-laki datang di Posyandu. Alhasil, "ketaklaziman" laki-laki mengikuti kegiatan perempuan seperti Posyandu menjadi pemandangan ganjil, lucu, dan mungkin tabu.

Pernyataan ini beralasan, karena Posyandu yang pada mulanya diperuntukkan bagi siapa pun warga, kini jadi acara perempuan. Makin nampaklah kuasa laki-laki dalam peran pengasuhan anak yang dibebankan pada perempuan. Lebih parah lagi, ada mitos bahwa Posyandu dan sejenisnya yang identik dengan perempuan itu dikultuskan oleh kaum perempuan.

Saya jadi terkenang lagu "Aku Anak Sehat" yang populer di tahun 90-an. /Aku anak sehat tubuhku kuat/karena ibuku rajin dan cermat/Semasa aku bayi/selalu diberi ASI/makanan bergizi/ dan imunisasi// Berat badanku ditimbang selalu/ Posyandu menunggu setiap waktu/Bila aku diare ibu telah waspada/pertolongan oralit telah siap sedia//. Secara tersurat, lagu tersebut menjelaskan bahwa perempuanlah yang mengurusi anak ke Posyandu sehingga menjadi anak sehat.

Sejarah Posyandu

Posyandu merupakan pos multifungsi, antara lain melatih ibu-ibu untuk rajin dan cermat, mengurusi imunisasi dan penambahan makanan bergizi, mengurusi penimbangan, dan kesehatan balita lainnya. Begitulah yang seharusnya terjadi di semua wilayah di Indonesia. Posyandu bahkan merupakan tempat konsultasi KB, pendidikan anak usia dini terpadu, kesehatan manula, sosialisasi program kesehatan dari tingkat kabupaten, dan pelayanan kesehatan bagi semua warga. Sungguh lengkap semestinya.

Posyandu dimulai sejak tahun 1970 melalui program Keluarga Berencana (KB) yang digagas Haryono Suyono dengan pendekatan kesehatan berformat klinik dengan bantuan dokter. Pada awal 1980 program KB bekerja sama dengan tenaga medis membentuk pos-pos KB dan pos penimbangan untuk mengumpulkan para akseptor. Program tersebut dikenal sebagai Gerakan Ibu Sehat dan Sejahtera (GISS).

Posyandu dikukuhkan pada tanggal 29 Juni 1983 dalam sebuah kerja sama antara Kepala BKKBN dengan Menteri Kesehatan yang terbagi dalam lima meja, yaitu pemeriksaan, penimbangan, KB, imunisasi, dan gizi. Posyandu pernah mengalami masa kejayaan dan berfungsinya sebagai wadah kesehatan masyarakat kecil.

Belakangan Posyandu mundur, bahkan disinyalir 60% Posyandu di Indonesia ada pada titik kematian. Pada tahun 1990 tercatat 65.000-70.000 bidan desa dan pada tahun 2005 jumlahnya tinggal 22.000 orang. Kemunduran dan kematian Posyandu antara lain disebabkan kecilnya dana, bahkan banyak di antaranya tanpa sepersen pun dianggarkan. Coba kita tilik ulang, seberapa besar APBD masing-masing kabupaten di Jawa Barat yang menganggarkan kegiatan Posyandu jika dibandingkan dengan proyek pembangunan stadion, jembatan, pengadaan buku, dan rumah susun yang macet?

Setelah berjalan lebih dari tiga dasawarsa, Posyandu menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat kecil. Hanya saja, banyak orang tidak paham. Selama ini orang hanya tahu Posyandu adalah tempat berkumpulnya ibu-ibu untuk menimbang bayi mereka.

Pelajaran berharga saya dapatkan ketika suami datang di Posyandu dan menemui keampangan negara dalam mengurusi kesehatan rakyatnya. Di sinilah kentara bahwa Posyandu kita mengalami disfungsi sebagai penjaga amanat UUD 1945. Kasus yang sering kita dengar mengenai busung lapar dan kematian ibu melahirkan adalah sebuah ironi sebuah negeri kaya raya yang mematok 20% APBN di bidang kesehatan.

Pencanangan revitalisasi Posyandu dari presiden dengan dana 75 miliar diharapkan dapat mewujudkan masyarakat kecil sehat. Kesehatan mesti dijamin pemerintah dan terjangkau masyarakat. Revitalisasi Posyandu bukan semata slogan untuk membangun citraan, tapi karena memang masih banyak masyarakat dengan gizi buruk, busung lapar, polio, kematian ibu-anak, dsb. Artinya, melalui Posyandu sesungguhnya kemerdekaan hakiki masyarakat kelas bawah tercermin di sini.

Pentingnya pendidikan gender

Gerakan "Suami Siaga" yang dicanangkan pemerintah masa Orde Baru selayaknya diperhatikan kembali. Hal yang vital dan mendasar bagi masyarakat adalah pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang seimbang dalam rumah tangga. Mengingat pendidikan gender kita saat ini memperihatinkan. Tugas dan fungsi perempuan dalam ranah domestik, sosial, bahkan politik masih dipinggirkan.

Membaca Posyandu saat ini, ada tiga hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, pentingnya pendidikan kesehatan untuk masyarakat kecil. Hal ini bisa diberikan melalui kampanye atau lewat ruang publik yang menyentuh masyarakat pelosok. Kedua, perlunya pendidikan gender bagi masyarakat luas. Persoalannya adalah, masih banyak perangkat desa-dusun yang menganggap perempuan sebatas kanca wingking dan tidak penting. Apabila kaum laki-laki turut serta dalam kegiatan Posyandu, niscaya ketidakadilan terhadap perempuan dapat dikurangi, misalnya kerja dan tanggung jawab ganda (double bourden), pemiskinan secara ekonomi (marginalized), anggapan tak penting dalam urusan politik (subordination), dan kekerasan fisik dan psikis (violence). Sebab di Posyandu akan melihat sendiri bagaimana mengurusi kesehatan anak.

Ketiga, dana revitalisasi Posyandu yang dianggarkan untuk penanganan gizi dan operasional selayaknya diperhatikan ulang oleh penentu kebijakan. Bukan soal pembandingan dengan bidang lain, tetapi prioritas kesehatan bagi masyarakat bawah. Hal ini pula yang saya pikir berkaitan dengan ketersediaan (kedatangan) dokter, bidan, dan perawat di lapangan. Masih banyak Posyandu yang hanya ditangani kader, sehingga acaranya sekadar menimbang saja. (Penulis, pemerhati perempuan, Guru SMPN 1 Cipatat, Bandung Barat)**

Alasan Kena Air Liur Anjing Dibasuh Dengan Tanah

Inilah Sebabnya Mengapa Jika Terkena Liur Anjing Harus Dibasuh Dengan Tanah
Bagi Anda yang muslim akan terkejut manakala hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu.

Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil.
Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair.
Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah.
Perhatikan sabda Rosulullah berikut :

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)

Tanah, menurut ilmu kedokteran modern diketahui mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite.
Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.

Eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman.
Anda juga bakal terkejut ketika mengetahui tanah kuburan orang yang meninggal karena sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman karena penyakitnya itu,
ternyata para peneliti tidak menemukan bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Menurut muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman.

Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut,
sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan.

Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi-materi yang dapat mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut.
Para dokter mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar karena perbedaan dalam daya tekan pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan tanah.

Dr. Al Isma'lawi Al-Muhajir mengatakan anjing dapat menularkan virus tocks characins, virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

http://situslakalaka.blogspot.com/2011/01/inilah-sebabnya-mengapa-jika-terkena.html

Monday, September 19, 2011

Bandung Siapkan Hutan Kota Dunia


BANDUNG, Sekurangnya 1.000 relawan dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat bekerja bakti membersihkan sampah dari daerah hutan kota Babakan Siliwangi yang terletak di tengah Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (18/9/2011). Lokasi ini nantinya diresmikan sebagai hutan kota dunia pertama di Indonesia.

Kerja bakti tersebut dilakukan dengan menyisir jalan aspal sepanjang 600 meter di dalam kawasan hutan kota. Menggunakan tangan kosong, mereka memungut sampah plastik yang lama tertimbun dedaunan di daerah tersebut.

Menurut inisiator gerakan tersebut, Ridwan Kamil, langkah serupa sebetulnya sudah dilakukan sejak pekan sebelumnya. Tujuannya adalah menyongsong acara Tunza Indonesia, yakni konferensi lingkungan anak dan pemuda yang akan digelar selama empat hari sejak 27 September di Sasana Budaya Ganesha.

"Peserta sebanyak 1.000 orang dijadwalkan menanam pohon di lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai jalan aspal ini," ujar Ridwan.

Untuk itu, selain membersihkan sampah, Ridwan yang berasal dari Bandung Creative City Forum (BCCF) juga mendatangkan alat berat untuk mengupas lapisan aspal di dalam Babakan Siliwagi. Di badan jalan, sudah didirikan batang-batang bambu sebagai penunjuk lokasi penanaman pohon.

Menurut Ridwan, inisiatif untuk Babakan Siliwangi salah satunya dimaksudkan sebagai persiapan penobatan hutan kota seluas 3,8 kilometer itu sebagai hutan kota dunia. Penunjukan itu didasarkan usulan dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada United Nations Environment Programme (UNEP). Peresmian Babakan Siliwangi sebagai hutan kota akan digelar pada hari pertama Tunza Indonesia oleh para duta besar negara sahabat bersama Wakil Presiden Boediono. (kompas.com)

Berbaik Sangka kepada Allah


Berbaik Sangka kepada Allah

Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas

Ibu Aisyah sibuk mempersiapkan pesta pernikahan putri bungsunya. Rumah sederhana yang dibangun sedikit demi sedikit dari menyisihkan sebagian gajinya sebagai pegawai negeri sudah semakin semarak. Dinding rumah bagian dalam dan luar sudah dicat baru. Khusus kamar pengantin sudah direhab sedemikian rupa. Tempat tidur, lemari, dan sebuah meja hias sudah siap. Sepekan sebelum hari pernikahan, undangan sudah habis disebar. Untuk ipar besan dan karib kerabat dekat diundang langsung dengan mengirim utusan. Persiapan dapur pun sudah lengkap.

Calon mantunya seorang sarjana berusia 32 tahun. Dia tinggal dan bekerja di ibu kota. Kabarnya, keadaan ekonominya sudah cukup mapan untuk membangun rumah tangga. Sementara anak gadisnya berusia 24 tahun dan baru saja meraih sarjana keguruan dari perguruan tinggi di ibu kota provinsi tempat dia berdomisili. Mereka dijodohkan oleh kedua orang tua, bukan melalui pacaran.

Dua hari sebelum hari pernikahan, calon mantunya belum juga pulang dari Jakarta. Entah mengapa Ibu Aisyah khawatir. Kadang-kadang muncul pikiran buruk, bagaimana kalau sampai hari H calon mantunya tidak juga muncul. Cepat-cepat pikiran buruk itu dibuangnya. Setiap habis shalat fardu, Ibu Aisyah tidak lupa berdoa agar apa yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Sore sehari sebelum hari H, calon mantunya belum juga pulang. Barangkali pesawatnya delay. Semalaman Ibu Aisyah tidak bisa tidur. Pagi-pagi sekali dia telepon rumah calon besannya, ternyata belum juga pulang. Waktu itu masih ada harapan, semoga calon mantunya pulang dengan pesawat paling pagi dari Jakarta. Namun, harapannya sia-sia, bahkan sampai malam pun calon mantunya belum muncul. Padahal, pernikahan seharusnya sudah dilaksanakan bakda Zhuhur.

Betapa malu, sedih, dan kecewanya Ibu Aisyah. Apalagi putrinya, sungguh ia sangat terpukul. Sebagai guru agama di sebuah sekolah dasar negeri, Ibu Aisyah mencoba menabahkan hatinya dan berbaik sangka kepada Allah SWT. "... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2: 216).

Ibu Aisyah berusaha menenangkan putrinya, berharap ada hikmah di balik peristiwa tersebut. Beberapa hari kemudian, Ibu Aisyah tahu bahwa calon mantunya rupanya sudah berpacaran beberapa tahun dengan gadis pilihannya di Jakarta, tetapi ibunya tidak merestuinya. Tidak mau mengecewakan ibunya, dia menerima calon yang dicarikan ibunya. Tetapi, rupanya dia merasa bersalah dengan pacarnya. Semakin dekat dengan hari kepulangannya, dia semakin merasa bersalah dan akhirnya membatalkan pernikahannya di kampung.

Tak sampai sebulan, Ibu Aisyah dapat berita bahwa calon mantunya mati bunuh diri. Rupanya dia dikejar-kejar oleh rasa bersalah kepada ibu bapaknya, calon istri dan calon kedua mertuanya. Akhirnya, setan mengalahkannya.

Di satu sisi, Ibu Aisyah prihatin, tetapi di sisi lain diam-diam dia menyadari inilah rahasia mengapa Allah tidak merestui perjodohan putrinya dengan pemuda yang lemah iman dan singkat pikiran seperti itu. Inilah pelajaran dari kasus Ibu Aisyah. Berbaik sangkalah kepada Allah SWT.

sumber : www.republika.co.id

Permendagri Jegal Bantuan Seniman

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat tak akan memberikan dana kegiatan yang mendadak dan bantuan revitalisasi sanggar kesenian. Hal tersebut terkait adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 32/2011 tentang Dana Hibah dan Bantuan Sosial.

"Keluarnya Permendagri tersebut, telah mengubah kebijakan yang selama ini dijalankan," ungkap Kepala Disparbud Jabar, Herdiwan kepada wartawan usai silaturahim dengan kalangan seniman dan budayawan di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Jln. Martadinata Bandung, Kamis (15/9).

Ia mengatakan, dalam Permendagri tersebut, dana hibah atau bantuan gubernur yang diberikan harus diajukan setahun sebelumnya atau masuk dalam draf APBD yang diajukan.

Disparbud sudah meminta kalangan seniman yang akan mengajukan bantuan untuk kegiatan tahun 2012 agar segera memberikan proposalnya. Namun hanya ada beberapa seniman yang telah mengajukan proposal. "Itu pun seniman yang telah memiliki agenda rutin saja yang mengajukan, yang lainnya belum," ujarnya.

Herdiwan pun menyayangkan aturan yang dikeluarkan Permendagri tersebut. Karena untuk kegiatan seni dan budaya sulit disamakan dengan kegiatan lain, seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Kalangan seniman biasanya mengajukan proposal bantuan dua bulan sebelum kegiatan dilaksanakan.

"Artinya, kegiatan ini bersifat dadakan. Namun dengan adanya Permendagri ini, bantuan kegiatan atau dana hibah yang bersifat dadakan tidak bisa lagi diberikan," tandasnya.

Herdiwan menyebutkan, kebijakan anggaran sekarang ini, tidak seperti tahun lalu. Tahun lalu, masih bisa menganggarkan dana hibah atau bantuan untuk kegiatan seniman sebelum ada pengajuan proposal. Sehingga kegiatan-kegiatan seniman yang proposalnya mendekati waktu pelaksanaan masih bisa mendapat bantuan.

"Tahun lalu, aturannya masih memperbolehkan bantuan maksimal Rp 50 juta dan saat saya diminta menjabat Kadis di sini sudah ada anggarannya sekitar Rp 3 miliar. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi karena tidak bisa dianggarkan," katanya.

Sementara untuk bantuan revitalisasi sanggar-sanggar kesenian yang berpotensi di berbagai zona di Jabar, Herdiwan menyebutkan, sebelumnya Pemprov Jabar bisa membantu hingga 16 sanggar, dengan dana bantuan atau hibah total mencapai Rp 6 miliar. Bahkan tadinya Gubernur Jabar pun sudah meminta agar tahun 2012 nanti bantuan untuk sanggar diperbanyak menjadi 60 sanggar.

"Namun setelah ada aturan ini, jadi tidak bisa dianggarkan di Disparbud Jabar," katanya.

Semua bantuan atau hibah itu, lanjut Herdiwan, hanya bisa dilakukan melalui pos anggaran Gubernur Jabar atau pemprov. "Jadi, bantuan yang totalnya hanya Rp 5 juta pun harus mengajukan ke gubernur," tandasnya. (B.81)** sumber : (GALAMEDIA)

Sunday, September 18, 2011

Kelainan Paru-paru Putri Harus Segera Ditangani

Bandung - Kelainan paru-paru yang dialami Putri Rahmadania (1) harus segera ditangani. Meski kondisi bayi yang terlahir memiliki 24 jari tersebut gemuk, Putri tetap harus segera berobat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Ahmad Kustikadi kepada detikbandung melalui telepon, Minggu (18/9/2011).

"Harus ditindak lanjuti dulu, apakah bronkitis, atau apa. Bisa memang dari dalam, atau bisa saja daya tahan tubuh sedang tidak bagus," ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, meski mempunyai berat tubuh normal, bisa saja Putri mengidap bronkitis atau suatu peradangan pada saluran udara ke paru-paru.

"Bronkitis memang tidak semua bisa membuat badan kurus. Kalau TBC berat badan akan cenderung menurun. Nanti setelah ada rujukan ke rumah sakit, bisa ditangani dan diatasi secara bertahap," jelas Ahmad.

Putri Rahmadania, terlahir dengan kondisi tak lazim. Balita perempuan asal Kabupaten Bandung itu memiliki 24 jari. Putri merupakan anak kedua pasangan suami istri, Agus Hamdani (28) dan Kustini (28).

Ia lahir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dalam proses persalinan yang normal. Putri saat ini diduga mengalami gangguan paru-paru. Saat proses kelahiran, air ketuban sempat terminum Putri. Karena terkendala biaya, orang tua Putri urung membawa ke rumah sakit.

(avi/bbn)


sumber : bandung.detik.com

Hindari Jalan Kopo, Banjir Cileuncang Menghadang

Bandung - Bagi anda para pengendara, baik mobil maupun sepeda motor, sebaiknya hindari Jalan Kopo, tepatnya antara pintu keluar Terminal Leuwipanjang dan perempatan Jalan Kopo-Peta.

Sebab, banjir cileuncang setinggi lebih dari 30 sentimeter menghadang di sekitar jalan tersebut. Belasan motor yang nekat melintasi jalan itu terpaksa menanggung akibatnya. Mereka terpaksa mendorong motornya yang mogok.

Selain motor, beberapa mobil ada yang nekad menembus banjir. Beberapa di antaranya pun juga ikut mogok dan terpaksa dibantu warga sekitar dengan cara didorong ke bagian jalan yang lebih kering.

Sementara, puluhan anak-anak warga sekitar tampak bermain di antara banjir. Sesekali mereka membantu pengendara sepeda motor ataupun mobil yang mogok.

Selain itu, beberapa delman juga melintas di lokasi. Dua di antaranya bahkan jatuh. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa itu.

Banjirnya kawasan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Hal itu setelah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sekitar 30 menit sebelumnya. Selain hujan deras, banjir disebabkan luapan air sungai.

Hingga pukul 14.50 WIB, banjir masih menghadang di lokasi. Puluhan kendaraan yang ogah menembus banjir pun terpaksa menunggu di bagian jalan yang tidak banjir.

Akibatnya, Jalan Kopo pun tersendat. Apalagi jalan tersebut hanya satu jalur. Kendaraan pun tidak bisa memutar arah untuk menghindari banjir.


(ors/avi)


sumber : bandung.detik.com