-

Tuesday, October 25, 2011

Totalitas ala Makassar

Totalitas ala Makassar
Dilahirkan di Makassar, 3 Mei 1984, Zulkifli Syukur mengawali karier profesionalnya di Pupuk Kaltim Bontang pada Liga Indonesia (LI) XII/2006. Setelah sempat hijrah ke Persmin Minahasa pada musim berikutnya, nama Zulkifli mulai berkibar bersama Arema Malang di era Liga Super Indonesia (LSI) pada tahun 2008. Di klub berjuluk "Singo Edan" tersebut, Zulkifli menjelma menjadi bek kanan terbaik di Tanah Air.

Persembahan terbaik Zulkifli bersama Arema adalah mahkota juara LSI 2009-2010. Setelah sukses mengantarkan Arema menjadi kampiun, Zulkifli pun mulai dilirik pelatih tim nasional Alfred Riedl yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala AFF 2010 di Jakarta. Bersama tim "Merah-Putih", Zulkifli memulai debutnya pada tanggal 21 November 2010, ketika Timnas menghantam Timor Leste 6-0 dalam sebuah laga persahabatan internasional di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang.

Sejak saat itu, Zulkifli menjadi langganan tim nasional. Posisinya di bek kanan, praktis tak tergantikan. Termasuk ketika estafet kepelatihan Timnas berganti ke tangan pelatih asal Belanda Wim Rijsbergen pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Menjelang Liga Prima Indonesia (LPI) 2010-2011, Zulkifli memutuskan untuk menerima pinangan PERSIB yang kali ini ditangani pelatih asal Kroasia, Drago Mamic. Seperti bersama Arema, Zulkifli pun punya ambisi meraih trofi tertinggi bersama tim kebanggaan bobotoh ini.

Untuk itu, ia berjanji menunjukkan totalitas ala Makassarnya. "Saya memang tidak akan pernah melupakan Arema dan Malang. Klub dan kota itulah yang telah membesarkan saya. Tapi, sekarang saya sudah menjadi pemain PERSIB. Sebagai pemain profesional, saya harus total untuk membantu tim ini menjadi juara," kata pemain bernomor punggung 3 ini.***
Data Diri Zulkifli Syukur
No. Punggung --- : --- 3
Nama Lengkap --- : --- Zulkifli Syukur
Panggilan --- : --- Zulkifli
Kelahiran --- : --- Makassar, 3 Mei 1984
Tinggi/Berat --- : --- 175 cm/70 kg
Posisi --- : --- Belakang
Klub Sebelumnya --- : --- Arema Indonesia (2008-2011)
Caps/Gol LSI --- : --- 58 main/1 gol
Total Gol --- : --- 3 (2 LI/LSI; 1 Copa)
Karir Timnas --- : --- 2010-2011
Caps Timnas --- : --- 15 main/0 gol
Debut Internasional --- : --- vs Timor Leste 6-0; 21 November 2010  Persahabatan
Karir Klub
Musim --- Klub --- Divisi
LI XII/2006 --- Pupuk Kaltim Bontang --- Utama
LI XIII/2007 --- Persmin Minahasa --- Utama
LSI 2008/2009 --- Arema Malang --- LSI
LSI 2009/2010 --- Arema Malang --- LSI
LSI 2010/2011 --- Arema Indonesia --- LSI
LPI 2011/2012 --- PERSIB Bandung --- LPI
sumber : persib.co.id

Wangsit Pangeran Papak

Wangsit ti Pangeran Papak (R. Wangsa Muhammad)
Tanggal: 8 April 1982. Katampi ku: R. Hidayat Suryalaga.


* Rumaksa ing jagat kabeh,
rumaksa ing kujur diri,
rumaksa taya petotna,
saking ati nu berbudi,
perceka ngagarap rasa,
nu nitis ti alam suci.

* Sujud tilu kana tilu,
opatna sahabat mami,
kalima pancering awak,
tujuh nema dina wujud,
salapan dadasar raga,
sawelas pungkasan diri.

* Puguh nuhun kudu kitu,
da eta jalaning suci,
kudu sabar ku cocoba,
kapan geus pasti geus jangji,
ulah luncat ti subaya,
wayahna peurih saeutik.

* Upama hirup geus wujud,
bakal karasa ku yakin,
aya teh dina teu aya,
teu aya teh dina saksi,
nyaksi yen ukur teu daya,
kumambang ka kersa Gusti.

* Rum arum sadarum jati,
jati jatining kang suci,
kapan aya papay raratan,
raratan wincikan lahir,
gumelar geus ti baheula,
di dunya ukur arulin.

* Muga estu ka satuhu,
ulah ngijing sembah salah,
tuluyna ruksak rohaka,
jadi jejerih ku bukti,
sagala sieun ku boa,
nuturkeun rungsing berewit.

* Kum, Ahum Wali Yang Agung,
Bis - Mim Waliyul diri,
Lam, Alip dina mamaras,
mangka buka mangka yakin,
da eta jejeran gelar,
tuturkeuneun nu perwinci.

* Opat teh sada awalna,
lima teh sada ahirna,
ayana di la illaha,
nema dina illalohu,
anjogna waliyulloh nu hakiki.

* Sumujud tuhu ka estu,
sumujud yakin hakiki,
sumembah di ka-Allah-an,
sumungkem di kahayatan,
insan sumujud ka insan,
Gusti sumujud ka Alloh.

* Mim, Dal, Mim, Nun.

Keur hidep:
iup bayu tiup rahayu,
angin leutik ti Lohmahfud,
jaregjeg raga sukmana,
cageur bageur hirup-hurip,
bray caang, bral geura miang,
sanghareupan nu hakiki.

* Kitu kuduna nu hirup,
mapay ka raratan diri,
ti mana mulang ka mana,
ti mendi balik ngajadi,
mun mulang rebo bawana,
balik ngahariring leutik.

* Turungtung tepi ka puhu,
paralak ku raga suka,
ditabeuh pinuh kadeudeuh,
Allohu - Allohu kula rek datang,
dalitkeun dina hakekat,
hayang nyurup puhu tungtung

Peristiwa yang Mengubah Sejarah

Tahun '20-an, Peristiwa yang Mengubah Sejarah
BEBERAPA peristiwa datang dan pergi tapi tidak semuanya terlupakan. Beberapa yang terjadi pada awal tahun 1920-an misalnya. Sebagian bahkan menjadi bagian dari titik balik dalam sejarah. Apa saja? Berikut di antaranya.

Westernisasi Turki

(29 Oktober 1923) Jenderal Mustafa Kemal yang berhasil memukul mundur Inggris di Gallipoli pada tahun 1915 dan belum lama melakukan hal serupa terhadap Yunani melalui invasi rupanya berencana melalukan pengambilalihan kekuasaan di negerinya sendiri. Sebuah "invasi sipil". Beberapa jam sebelumnya kepada jurnalis Kemal menyatakan Islam yang dikenal saat itu telah menjadi pembiakan bagi mistisisme dan takhayul. Sesuatu yang diyakininya hanya akan menghancurkan para penganutnya. "Kami akan menyelamatkan mereka," ujarnya. Demikian seperti yang ditulis Andrew Mango, penulis biografi.

Tak kurang dari 101 tembakan dilepaskan saat akhirnya "hari pembebasan" itu tiba. Saat Mustafa Kemal mengakhiri kekaisaran Islam di Turki. Turki pun berubah menjadi sebuah negara dengan sistem pemerintahan republik. Kemal pun menjadi presiden, tidak lagi sultan atau kalifah, seperti yang selama 600 tahun dijalankan kerajaan Ottoman. Sosok yang sempat membuat Eropa tiarap, pemimpin keyakinan para muslim Sunni di seluruh pelosok dunia.

Setelah itu westernisasi berlangsung lebih cepat dari yang mungkin diperkirakan. Naskah-naskah berbahasa Arab digantikan bahasa kaum Roma. Mustafa Kemal yang kemudian mengadopsi nama lain Attaturk, artinya Ayah Bangsa Turki, menandai era di mana nasionalisme --bukan Islam-- dinilai sebagai solusi bagi permasalahan yang dihadapi kaum muslim. Pada tahun '80-an reaksi atas keputusan ini mulai menemukan gerakannya. Para aktivis menuntut kekalifahan kembali ditegakkan. Salah satunya yang paling dikenal adalah Osama bin Laden.

Revolusi Adolf Hitler

(8 November 1923) Berawal di sebuah ruang di mana bir mudah didapat, Buergerdukeller di Munich, seorang lelaki melompat ke atas meja dan melepaskan tembakan ke langit-langit. "Revolusi nasional dimulai!" Setidaknya itulah yang Adolf Hitler coba yakinkan. Saat itu apa yang diinginkan masih belum terjadi tapi setidaknya isu mulai berkembang dan Hitler mengambil setiap kesempatan yang mungkin didapat. Saat rakyat Jerman menganggap pemerintahan Weimar tidak seperti yang diharapkan. Kebijakan gencatan senjata pada Perang Dunia I dianggap memalukan dan sebuah aksi mengembalikan harga diri bisa membuat siapa saja ikut dalam barisan.

Sebelum pukul 21.00 malam Nazi melancarkan kudeta dan menahan tiga petinggi Jerman. Dengan para pendukung mengepung tempat penyergapan, Hitler memerintahkan ketiganya untuk mendukung Nazi. Tapi percobaan ini pun masih belum menemukan hasil. Para tahanan itu meloloskan diri dan melaporkan orak di belakang kudeta tersebut. Polisi kemudian melepaskan senjata ke arah massa Nazi saat mereka melakukan aksi di jalanan keesokan harinya. Hitler sendiri akhirnya ditahan.

Pada persidangan Hitler kembali berorasi tentang misi mengembalikan kejayaan Jerman yang diusungnya. Tapi tidak ada yang teryakinkan. Tidak di pengadilan. Setelah menjalani delapan bulan masa tahanan dari vonis lima tahun yang dijatuhkan, Hitler kembali dengan misinya melalui "orasi tertulis"-nya: Mein Kampf. Kali ini hasilnya jauh dari yang dibayangkan akan pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan.

Matinya Bolshevik

(21 Januari 1924) Hari itu Vladimir Ilich Ulyanov bangun sekitar pukul 10.30 dan menemui kematiannya. Siapakah sosok yang satu ini? Meski memiliki 160 nama alias, kebanyakan mengenalnya sebagai Lenin. Sekitar 18 bulan sebelumnya, Lenin mengalami stroke dan kondisi kesehatannya tidak pernah benar-benar pulih. Malam di awal Januari itu ia terserang demam tinggi. Demikian menurut pakar sejarah dari Oxford, Robert Service dalam bukunya, "Lenin: A Biography".

Malam itu Lenin tidak sendirian. Ia ditemani salah satu kolega Bolshevik-nya, Nikolai Bukharin. "Saat aku bergegas ke kamar Ilich, di sana banyak dokter, juga obat-obatan. Ilich mengembuskan napas terakhirnya... Ilich, Ilich telah pergi," ujarnya. Kematian tokoh revolusioner Rusia itu dianggap sebagian pihak membawa serta roh Bolshevik, kelompok radikal dari Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia.

Tapi hingga kini penyebab pasti kematian Lenin tidak pernah terungkap. Ada yang mengatakan sifilis dan efek operasi pengangkatan peluru di bagian leher. Pada tahun 1918 seorang pelaku anarkis diaporkan menembaknya. Tapi di kalangan komunis kematian Lenin di usianya yang ke-53 diyakini karena memaksakan diri untuk bekerja keras demi keyakinannya. Padahal ia berasal dari keluarga yang cukup berada. Kakeknya bahkan seorang pemilik tanah.

Kematian Lenin yang dianggap "terlalu awal" juga dinilai akan membuka horor dalam rupa kekuasaan Stalin. Pertanyaannya seandainya tetap hidup akankah Lenin menghentikan Stalin? Sejumlah pakar mengingatkan filosofi Lenin atau Leninisne tidak kalah brutalnya. Seperti yang dikatakan pakar sejarah Hilhne d'Encausse dalam buku biografinya. Menurutnya kematian tidak mengubah Lenin.

Ia tidak pernah melepaskan keyakinannya tentang satu-partai satu-ideologi dan "negara mandiri" yang akan matian-matian mempertahankan diri. Lenin juga tidak segan memberangus kelompok lawan politiknya. Ketika hal ini ditanyakan, jawabannya, "Apakah Anda tidak mengerti, kalau kita tidak menembak segelintir dari para pemimpin ini, maka bisa jadi kita akan berada di posisi yang mengharuskan kita untuk menembak 10.000 buruh."

Sebelumnya Lenin mengkritik Stalin yang menjadi General Secretary pada tahun 1922 karena dianggap menghimpun kekuasaan tak terbatas di tangannya. Selain itu ia tidak tahu setelah kematiannya kekuasaan Stalin bisa melebihi yang pernah dibayangkannya.

Revolusi Ford

(September 1926) Salah satu industrialis paling berpengaruh dari Amerika Serikat adalah Henry Ford. Bukan hanya menjadi penggerak industri massal, ia juga turut menginisiasi waktu kerja yang diperpendek menjadi lima hari. Dimulai dari para pekerja di perusahaannya. "Seperti halnya bekerja delapan jam per hari membuka jalan menuju kemakmuran di Amerika, begitu pun lima hari kerja, akan membawa kita pada kemakmuran yang lebih baik."

Ford beralasan lima hari kerja akan memicu pertumbuhan industri. Dengan memiliki masa libur para pekerja akan bepergian. Artinya mereka akan memerlukan kendaraan, pakaian, bahkan variasi makanan. Dengan demikian akan ada lebih banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan. Apalagi ia pun meyakini di antara waktu libur itu para pekerja pun dipastikan akan berbelanja. Meski awalnya dipertanyakan, kebijakan ini ternyata berbukti sukses. Apa yang diperkirakannya benar-benar dapat dilihat bahkan hingga sekarang.

Misi solo Atlantik

(21 Mei 1927) Hadiah uang sebesar 25.000 dolar AS memang sangat menggoda tapi risiko yang dihadapi pun tak kalah membawa bahaya. Hanya perlu serpihan kecil es saja atau rasa kantuk tak tertahankan untuk membuat nyawa melayang. Itulah pilihan yang dihadapi Charles Lindbergh sebagai orang yang menyeberangi lautan Atlantik

Sebelumnya ia memang sempat melakukan penerbangan dari California ke New York dengan pesawat yang saat itu bisa jadi tak lebih dari mesin berkipas dengan kaleng berisi bahan bakar. Tapi untuk melintasi jalur sepanjang 4.000 mil diperlukan persiapan lebih, apalagi sebagai misi perdana. Namun Lindbergh akhirnya mampu menyelesaikan apa yang telah dimulainya dalam waktu 33,5 jam. Penerbangan solo itu dilakukan secara nonstop.

Keputusannya yang berani membuat tak sedikit orang terinspirasi. Tapi di luar dugaan, menurut Anne Morrow, istrinya, Lindbergh adalah sosok yang pemalu. "Aku tahu semua memujanya. Apalagi dengan sorot matanya yang tajam, bercahaya, penuh dengan tekad yang membara." Tapi semua itu hanya membuat pribadinya semakin dikenal. Sejak misinya itu, Lindbergh dianggap sebagai salah satu pionir pemberani dalam misi penerbangan solo. Kini tak terhitung misi serupa dengan tujuan amal.

”Obat ajaib” penisilin

(3 September 1928) Selama setidaknya dua juta tahun pertama sejarah manusia, infeksi bakterial seperti yang menyertai penyakit pneumonia, scarlet fever (infeksi yang ditandai bintik merah pada kulit), sifilis, dan luka bernanah, seringkali berakhir dengan vonis kematian. Tapi pada suatu pagi di London, dunia kesehatan secara dramatis menemukan sejarahnya saat peneliti Skotlandia, Alexander Fleming menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya pada salah satu piring pantri yang akan disterilisasi untuk digunakan kembali.

Fleming yang sebelumnya menyaksikan sendiri horor yang diakibatkan luka-luka fisik selama Perang Dunia I tengah dalam misi. Ia berusaha melakukan penelitian untuk menemukan antibiotik yang ampuh sekaligus aman. Antibiotik yang lazim digunakan saat itu berupa esktrak cairan tubuh, lysozyme, masih dianggap lemah. Tapi pagi itu ia menemukan fakta menarik saat kultur bakterial yang terdapat pada piring pantri tersebut berhenti berkembang.

Mold juice atau "cairan pembaharu" ini berasal dari spora yang sebelumnya tersimpan di laboratorium. Fleming yakin spora yang satu ini tak lain Penicillium notatum. Karena itu ia kemudian menamainya penisilin. Namun baru satu dekade kemudian ilmuwan lain menyempurnakan penemuan Fleming ini, mengekstrasinya hingga akhirnya menjadi jenis penisilin seperti yang dikenal hingga saat ini. Obat mujarab untuk menyembuhkan sejumlah penyakit menular.

Gambar bersuara pertama

(6 Oktober 1927) Saat ini industri perfilman adalah sebuah industri raksasa yang bisa menghasilkan pendapatan lebih dari yang pernah dibayangkan siapa pun yang sebelumnya hanya bisa menonton gambar bergerak tanpa suara. Tapi pada akhir 1927 sebuah gambar bergerak alias film pendek yang diperankan figur Al Jolson akhirnya muncul. Meski tentu kualitasnya hanya sepadan dengan teknologi pada masanya tetapi unsur suara saat itu menjadi sesuatu yang sangat krusial, salah satunya dalam merebut perhatian penonton.

Tapi tentu saja sebelumnya siapa pun pelaku perfilman harus berterima kasih pada perangkat lunak dan perangkat keras yang memungkinkan pengembangan seni visual ini dilakukan. Dan sosok yang turut meretas jalan menuju industri kreatif ini adalah Thomas Edison. Bersama asistennya W.K.L. Dickson keduanya percaya suatu saat elemen suara tidak mungkin diabaikan.

Apa yang dilakukan keduanya pada 1889 dalam menciptakan mesin dan peralatan lainnya sebagai teknologi awal untuk gambar bergerak yang memiliki suara tidak diragukan lagi telah membuka pintu bagi industri masif yang kemudian dicoba lewat film perdana bersuara The Jazz Singer. Setelah itu seperti yang bisa dilihat hingga saat ini Warner Bros sebagai produser film perdana tak terlihat akan berhenti memproduksi apa yang telah dimulainya.

Animasi tikus

(18 November 1928) Dunia hiburan bisa jadi salah satu industri yang tidak dibatasi usia. Siapa pun memerlukan hiburan, termasuk anak-anak. Kabar baik lainnya bagi para pelaku bisnis di bidang ini siapa pun pernah menjadi anak-anak dan seperti yang diyakini banyak orang, selalu ada sisi kanak-kanak dalam diri manusia. Artinya jika hiburan untuk kalangan dewasa belum tentu bisa dinikmati anak-anak maka sebaliknya hiburan untuk anak-anak sangat mungkin dinikmati mereka dengan usia di atasnya.

Sebuah peluang yang sangat masif untuk dikelola. Dan salah satu yang disukai semua kalangan adalah hiburan dalam bentuk animasi. Siapa yang memulainya? Banyak tapi ada satu nama yang tidak mungkin tidak disebut. Dia adalah Walt Disney. Khusus film animasi dengan elemen suara, semua berawal dari sebuah mimpi. Tepatnya pada musim gugur 1928 saat Walt Disney memulai proyek filmnya berjudul Steamboat Willie dengan pemeran utama seekor tikus bertelinga lebar bernama Mickey.

Tapi saat itu Disney hanya seorang animator muda dari California berusia 27 tahun, tidak dikenal, dan tidak memiliki cukup uang untuk membiayai film bergerak yang tidak hanya bersuara tapi lebih dari itu, memiliki soundtrack. Dan kalaupun bisa diwujudkan ia juga tidak tahu siapa yang akan mempromosikan dan mendistribusikannya. Tapi mimpi selalu bisa menjadi kenyataan.

Disney tetap menyelesaikan proyeknya dan hasilnya jauh lebih baik dari film bersuara pertama The Jazz Singer. Secara teknis semua lebih memungkinkan, elaborasi karya animasi dalam bentuk fim saat itu ternyata bisa dikerjakan dengan sempurna. Dan sebuah pertemuan dengan agen pers Harry Reichenbach memastikan sejarah baru dimulai.

Sebagai pengelola Colony Theater di New York, Harry menyarankan Disney untuk go public. Ia menjanjikan pemutaran Steamboat Willie selama dua minggu. Meski saat itu sejumlah bintang pertunjukan mendominasi dunia hiburan tapi Mickey Mouse mulai dikenal melalui media. Hasilnya penonton mulai berdatangan dan mereka menyukainya. Setelah itu sejarah perfilman animasi sepertinya menemukan jalur cepat hingga saat ini.

Sumber http://www.klik-galamedia.com/indexedisi.php?id=20111001&wartakode=20111001221238

Pemilih Intelektual Merosot

Tren angka partisipasi pemilih pada setiap pemilu di Indonesia termasuk di Jabar, tiap tahun terus menurun. Penurunan parisipasi pemilih juga terjadi pada pemilih intelektual. Padahal pemilih intelektual merupakan mereka yang akan memperbaiki kualitas dan hasil pemilu.

Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, usai membuka workshop "Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada" di Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Jln. Garut Bandung, Kamis (20/10), ke depan para pelajar dan kaum intektual harus diimbau untuk berpartisiapsi dalam setiap pemilu dan pemilukada.

"Makanya, saya juga aneh. Penyebabnya mungkin bisa ditanyakan kepada para pakar. Soalnya kita butuh pemilih dari kaum intelektual untuk memperbaiki kualitas pemilu. Bisa dibayangkan kalau mayoritas yang memilih adalah orang awam, kualitas hasil pemilu bisa tidak maksimal," tegasnya.

Meski demikian, menurutnya, dibanding dengan daerah lain, partisipasi msyarakat dalam pemilukada di Jabar cukup signifikan antara 54 - 77 persen. Namun hal ini harus segera diantisipasi sebab jika angka partisipasi masyarakat dalam pemilu terus menurun maka akan berbahaya.

Sementara itu, Ketua KPU Jabar, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengungkapkan, rata-rata partisipasi masyarakat dalam pemilu di Jabar mencapai 60-70 persen. Hanya di Depok saja yang 54 persen, mungkin karena di daerah perkotaan.

Sebenarnya, kata Ferry, angka partisipasi masyarakat dalam pemilu memang bukan ukuran legitimasi pemilu, tapi banyak diperhatikan oleh masyarakat.

"Banyak faktor yang melatarbelakangi partisipasi masyarakat, di antaranya faktor ekonomi. Karena masalah ini banyak masyarakat Jabar yang menjadi TKW. Ada juga karena faktor politik, seperti banyak masyarakat yang tidak care kepada calon kepala daerah. Faktor lainnya masalah administrasi," ujarnya.

Menurutnya, di antara strategi untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam pemilu, yaitu semua pihak harus terlibat. Termasuk partai politik, tidak hanya KPU. (B.96)** sumber : (GALAMEDIA)

Monday, October 24, 2011

Tagihan Perbulan Lampu Jalanan di Bandung Mencapai Rp 1 M

Bandung - Kepala Bidang Pengolahan Bahan dan PJU Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Sihar Sitinjak mengatakan biaya rata-rata tagihan penerangan jalan umum (PJU) ke PLN setiap bulannya mencapai Rp 1 miliar.

"Tagihan tersebut untuk PJU di seluruh Kota Bandung yang berjumlah 19 ribu titik, serta penambahan pada 2011 sekitar 300 titik," jelasnya saat ditemui wartawan di Pendopo Kota Bandung, Kamis (20/10/2011).

Menurut Sitihar, tagihan kemudian diajukan pihaknya ke Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung untuk dibayarkan kepada PLN.

Ia menerangkan, kapasitas daya ditiap PJU bervariasi mulai dari 70 watt hingga 250 watt. Bahkan, sambung dia, terdapat 1 PJU berkapasitas 6.600 watt.

"Itu PJU highmass yang berada di depan Pendopo," terang Sitihar.

Lebih lanjut Sihar mengakui kalau keberadaan PJU saat ini belum menyebar merata di Kota Bandung. Ia mencontohkan kondisi seperti itu berada di wilayah Bandung Timur. "Kalau di pusat kota hampir semua terpasang PJU," terangnya.

Ditanya apakah ada penambahan atau justru tetap mengenai jumlah tagihan setiap bulannya, Sihar mengakui memang tercatat adanya penambahan. Namun angkanya dikategorikan tidak tinggi yakni di bawah 10 persen.

"Kalau musim hujan, jam 4 sore itu beberapa PJU nyala otomatis. Oleh sebab itu, jumlah tagihan menjadi bertambah," tutup Sihar.
sumber : bandung.detik.com

Tagor Arifin Silaban: Penyebab Opini Disclaimer KBB Masih Ringan

BANDUNG, (PRLM).- Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Daerah Kabupaten Bandung Barat 2010 yang dinyatakan disclaimer oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dinilai masih ringan. Menurut Asisten Deputi Pelayanan Publik Bidang Tata Kelola Pemerintahan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia Togar Arifin Silaban menilai, jika dibandingkan dengan penyebab disclaimer di daerah lain, persoalan yang mendasari terjadinya disclaimer di Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat mudah untuk diselesaikan.

Penyebab disclaimernya itu ringan. Makanya, kalau hanya gara-gara persoalan seperti itu masih disclaimer, rasanya agak konyol, ujarnya, seusai pertemuan dengan Bupati, Wakil Bupati, beserta jajaran Aparat Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, di Bandung, Rabu (19/10).

Dari hasil audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat itu, kata Togar, ia menilai secara keseluruhan masalah penyebab disclaimer hanyalah kurang tertibnya administrasi. Ada pun kesalahan sebagai penyebab disclaimer itu antara lain, keterlambatan menyampaikan laporan, keterlambatan setor ke kas negara, sisa uang di akhir tahun dan banyak dokumen tidak lengkap.

Ia menilai, meskipun tertib administrasi masih merupakan indikator penilaian, namun ita tidak menemukan indikasi adanya penyimpangan pengelolaan keuangan. Dari catatan BPK untuk Kabupaten Bandung Barat itu terlihat tidak ada persoalan yang prinsipil. Dilihat dari substansi persoalan, masalahnya hanya administrasi yang kurang rapi saja. Oleh karena itu, saya rasa Pemkab Bandung Barat mampu menyelesaikan masalah itu, tuturnya.

Terlebih lagi, Kabupaten Bandung Barat tidak dihadapkan dengan persoalan aset daerah yang dapat menjadikan persoalan menjadi lebih rumit. Di kasus lain, aset pemerintah daerah akibat pelimpahan aset saat transisi otonomi daerah menjadi penyebab disclaimer yang sulit diselesaikan masalahnya. Sedangkan di Kabupaten Bandung Barat aset dari pelimpahan hanya sekolah, atau puskesmas. Tidak terlalu signifikan, kata Tigor.

Tigor pun menyoroti tenaga akuntan yang belum mendapat tempat sebagai bagian dari pemerintahan daerah. Sama halnya seperti di Kabupaten Bandung Barat, kekurangan tenaga akuntan menjadi pemicu kurang tertibnya administrasi.

Staf Wapres Bidang Tata Kelola Pemerintahan itu melakukan peninjauan ke beberapa daerah yang mendapatkan opini disclaimer dari BPK RI. Tujuannya untuk meningkatkan opini BPK RI agar tidak lagi mendapatkan disclaimer.

Sementara itu, Laporan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus mendapatkan opini disclaimer sejak terbentuknya kabupaten pemekaran pada 2008, atau tiga kali berturut-turut. Kita pengen tahu apa yang menyebabkan disclaimer dan apa yang kita bisa bantu dalam penyelesaian persoalannya, ucapnya. (A-196/das)***
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Situ Ciburuy Perlahan Mengering

SELAMA musim kemarau, permukaan air Situ Ciburuy terus mengalami penurunan. Bahkan sudah hampir satu bulan terakhir, suplai air dari Sungai Cimeta di Kecamatan Ngamprah yang dialirkan melalui Irigasi Pasirkuntul, sama sekali terhenti. Hanya tetesan kecil yang jatuh ke dalam situ.

Akibat terhentinya suplai air dari Irigasi Pasirkuntul, luas genangan Situ Ciburuy yang mencapai 25 hektare hampir 50 persennya berubah jadi daratan. Sisa air yang menggenangi Situ Ciburuy pun kedalamannya hanya sepinggang orang dewasa.

Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Ciburuy, Irwansyah mengatakan, selama musim kemarau debit air Situ Ciburuy hanya mengandalkan air hujan. Itu pun tak mampu meninggikan permukaan air, hanya mempertahankan keberadaan air di Situ Ciburuy.

"Mengeringnya Situ Ciburuy berdampak pada pendapatan pedagang dan pemilik perahu. Pendapatan 15 pedagang turun sampai 40 persen, malah pemilik perahu yang jumlahnya mencapai 25 orang sudah hampir satu bulan tak bisa lagi berlayar karena airnya sudah tidak ada," terang Irwansyah, di Situ Ciburuy, Rabu (19/10).

Seiring dengan mengeringnya Situ Ciburuy, wisatawan yang datang ke objek wisata air ini pun merosot tajam. Orang jadi enggan datang ke situ yang namanya terangkat lewat lagu "Bubuy Bulan" ini karena sudah tidak bisa lagi berwisata air.

"Daya tarik Situ Ciburuy adalah airnya. Wisatawan datang ke Situ Ciburuy umumnya untuk berwisata air, paling tidak menikmati keindahan alamnya. Tapi setelah airnya menyusut, tidak ada lagi nilai jual yang bisa dinikmati wisatawan," kata mantan Kepala Desa Ciburuy ini.

Saat dirinya masih menjabat kepala desa, pada tahun 2007 sempat diusulkan pipanisasi dari Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah. Air dari sumber air di Cimanggu dialirkan melalui pipa ke Situ Ciburuy.

"Sebenarnya, kekeringan Situ Ciburuy menjadi persoalan klasik. Makanya ketika saya masih menjabat Kepala Desa Ciburuy, pernah mengusulkan pembangunan pipanisasi. Tapi cita-cita itu tak pernah bisa diwujudkan sampai sekarang," keluhnya.

Situ Ciburuy yang memiliki luas genangan 25 hektare, pada musim hujan mendapat suplai air dari Sungai Cimeta antara 50-150 m3/detik. Namun pada musim kemarau tahun ini, suplai air dari Sungai Cimeta sama sekali tidak ada.

Pengerukan

Ketua Bidang Hukum, Komisi Irigasi Kabupaten Bandung Barat (KBB), Acep Dadang menyatakan kekeringan yang melanda Situ Ciburuy menyebabkan suplai air ke daerah Andir, Situ Tengah, Angkrong, dan Purabaya ikut terhenti. Pasalnya, permukaan air Situ Ciburuy berada di bawah dasar pintu air.

"Air dari Irigasi Pasirkuntul sebelum masuk ke Situ Ciburuy sudah habis di tengah jalan. Malah daerah Bojongkoneng yang lokasinya sebelum Situ Ciburuy juga kekeringan," kata Acep Dadang.

Ia mendesak instansi terkait dalam hal ini Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) serta Dinas Bina Marga, Pengairan, dan Pertambangan KBB memanfaatkan keringnya Situ Ciburuy dengan melakukan pengerukan.

"Sedimentasi di Situ Ciburuy sudah sangat parah, dan sekarang kedalamannya tinggal 6 meter. Sudah suplai air kurang, diperburuk dengan sedimentasi," ujarnya.

Situ Ciburuy terakhir dikeruk pertengahan tahun 2007, namun sebelumnya pada tahun 2003 juga pernah dikeruk. Ketika itu berhasil mengambil endapan lumpur bercampur sampah sebanyak 12.000 m3, sedangkan tahun 2001 berhasil dikeruk 7.000 m3.

Mengeringnya Situ Ciburuy banyak dimanfaatkan orang untuk menangkap ikan. Bahkan anak-anak yang tinggal di sekitar situ menangkap ikan dengan tangan langsung tanpa menggunakan jaring atau alat penangkap ikan. Mereka menangkap ikan dengan cara berkelompok. Satu kelompok hanya dalam tempo dua jam bisa menangkap ikan sebanyak 2 kilogram. Jenis ikan yang ditangkap kebanyakan nila, mujair, dan golsom.

Ada tingkah laku unik yang ditunjukan dari sekelompok anak-anak tersebut. Selain berani memasang harga ikan hasil tangkapannya cukup mahal, yakni Rp 15.000/kg, juga ketika hendak difoto wartawan meminta bayaran. "Bayar dulu, baru boleh difoto," kata salah seorang anak sambil menceburkan diri ke dalam situ. Ah, ada-ada saja. (dicky mawardi/"GM")**

Hikmah Pagi: Sahabat Kaum Dhuafa


Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas

Namanya Jundub bin Junadah, tetapi lebih dikenal dengan panggilan Abu Dzar al-Ghiffari. Sahabat Nabi ini terkenal dengan sikap zuhudnya serta pandangan khasnya tentang harta. Bagi Abu Dzar, menyimpan harta dalam jumlah yang berlebih dari kebutuhan keluarga adalah haram. Ayat yang sering dikutip Abu Dzar: "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, beritahukanlah kepada mereka, (mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS at-Taubah [9]: 34).

Abu Dzar tidak pernah menyimpan harta lebih dari persiapan hidup tiga hari. Tidak jarang dia berhari-hari hanya makan beberapa biji kurma dan air. Sewaktu tinggal di Damaskus, pada zaman Khalifah Usman bin Affan, Gubernur Muawiyah bin Abi Sufyan pernah mengujinya dengan mengirimkan uang 100 dinar pada satu malam dan besok paginya memintanya kembali dengan alasan salah kirim. Ternyata uang tersebut sudah habis dibagikan malam itu juga kepada fakir miskin. Abu Dzar berjanji akan mengumpulkannya kembali dalam tiga hari jika Muawiyah menginginkannya.

Suatu hari, seseorang datang ke kediaman Abu Dzar. Tamu itu melayangkan pandangannya ke setiap pojok rumahnya. Dia tidak melihat apa-apa di rumah itu. "Hai Abu Dzar! Di mana barang-barang Anda?" Abu Dzar menjawab, "Kami mempunyai rumah yang lain. Barang-barang kami yang bagus telah kami kirim ke sana."

Tamu itu rupanya mengerti bahwa yang dimaksud Abu Dzar adalah akhirat. Lalu tamu tadi berkata, "Tetapi, Anda juga memerlukan barang-barang itu di rumah ini?" Maksudnya, di dunia. Abu Dzar dengan tangkas menjawab, "Tetapi yang punya rumah (Allah) tidak membolehkan kami tinggal di sini buat selama-lamanya."

Abu Dzar sering menyampaikan kepada kaum dhuafa bahwa pada harta orang-orang kaya itu ada hak mereka. Sebagai gubernur, Muawiyah khawatir kalau-kalau cara pandang Abu Dzar itu akan mendorong orang-orang miskin merampasi harta kekayaan orang kaya. Dia melaporkan Abu Dzar kepada Khalifah Usman di Madinah. Khalifah memanggil Abu Dzar dan dua sahabat ahli tafsir untuk menguji penafsiran Abu Dzar terhadap surah at-Taubah ayat 34 itu. Keduanya menyatakan bahwa yang diancam oleh ayat tersebut adalah orang-orang yang menimbun kekayaan dan tidak menunaikan kewajibannya membayar zakat.

Setelah peristiwa itu, Abu Dzar tidak mau kembali lagi ke Damaskus dan juga tidak mau menetap di Madinah. Dalam pandangan dia, umat Islam di kedua kota tersebut tidak lagi hidup secara sederhana seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dia minta izin tinggal di Rabdzah, sebuah kampung kecil di luar Kota Madinah.

Suatu hari, Abu Dzar berpesan kepada putrinya. Jika lewat kafilah di kampung kita ini, jamulah mereka makan. Setelah itu tanyakan kepada mereka, apakah Abu Dzar termasuk ahli surga atau bukan. Putrinya heran, karena biasanya pertanyaan itu diajukan setelah seseorang meninggal dunia. Mengetahui ada kafilah datang dan putrinya sudah menyiapkan jamuan, Abu Dzar mengambil air wudhu lalu shalat dua rakaat dengan khusyuk. Setelah shalat, dia berbaring dan melipat kedua tangannya, kemudian tenang. Pada saat itulah Allah SWT memanggilnya. Alangkah indahnya kematian sahabat kaum dhuafa ini.


sumber : www.republika.co.id

KECELAKAAN SIMONCELI

 Italia Marco Simoncelli tewas dalam kecelakaan mengerikan di balapan MotoGP saat ini di Malaysia.

Marco Simoncelli terlempar dari motornya dan tergelincir di lintasan, sebelum tampaknya ditabrak oleh pesaing Colin Edwards dan Valentino Rossi.

Kecelakaan fatal terjadi hanya seminggu setelah pembalap IndyCar Inggris Dan Wheldon meninggal setelah kecelakaan di Las Vegas.

Motor Simoncelli hancur berkeping-keping setelah hilangnya kontrol dramatis di lap kedua.

Pembalap dibawa ke pusat medis di trek di Sepang untuk perawatan, namun luka-lukanya ke kepala, dada dan leher terlalu serius baginya untuk diselamatkan.

Panitia perlombaan dibatalkan segera setelah kecelakaan Simoncelli dan mengatakan dalam sebuah buletin melaporkan di situs Autosport: 'Ras dibatalkan sebagai staf pusat medis berfokus pada mengobati Marco Simoncelli dan tidak dapat dilanjutkan dalam situasi saat ini. "

Pengendara, yang hanya naik ke tingkat MotoGP tahun lalu, diberi CPR dalam ambulans, sementara ibunya  dan ayahnya menangis dalam shock dan penggemar berkerumun di dekat trek terisak-isak ketakutan.

CPR dilanjutkan di pusat medis selama 45 menit, tapi Simoncelli dinyatakan meninggal pada 16:56 waktu setempat.

Pacar pembalap, Kate tampak pucat dan dia berjalan melewati garasi MotoGP sepi.

rekan Simoncelli Pembalap Honda Dani Pedrosa mengatakan: "Dalam sebuah tragedi seperti ini tidak banyak berkata. Saya hanya ingin memberikan belasungkawa saya kepada keluarga dan semua orang yang mencintainya. "

Pedrosa, yang telah jatuh keluar dengan Simoncelli awal musim ini, menambahkan: "tidak ada lagi yang penting untuk ayahnya dengan memeluknya.
GAMBAR KECELAKAAN SIMONCELI

Selamat Jalan Simonceli

SAAT MASIH BALAPAN
Spoiler for SAAT MASIH BALAPAN:


saat Terjepit
Spoiler for saat Terjepit:

Mematikan: Pembalap (Tidak 58) terlihat meluncur dari motornya dan bertabrakan dengan dua pengendara lain dalam kecelakaan mengerikan

Simoncelli kehilangan kontrol
Spoiler for Simoncelli kehilangan kontrol:

Momen horor: Simoncelli kehilangan kontrol


Jatuh
Spoiler for Jatuh :

Bencana: Simoncelli jatuh secar fatal dari Honda setelah menabrak Colin Edwards


Jatuh
Spoiler for Jatuh:

Kejatuhan: Edwards berputar keluar lintasan bersama dengan Motor Simoncelli



Marshall ras hadir

Spoiler for Marshall ras hadir:

Marshall ras hadir untuk pembalap Honda Simoncelli (C) setelah kecelakaan fatal hanya empat menit setelah dimulainya balapan MotoGP Malaysia



Colin Edwards

Spoiler for Colin Edwards :

Hancur: Colin Edwards dari AS yang terlibat dalam kecelakaan tersebut berdiri di sisi trek setelah kecelakaan fatal


Rossella ibu Simonelli


Kehancuran: Rossella ibu Simonelli di luar pusat medis setelah melihat kecelakaan fatal anaknya


Ayah Marco Simoncelli
Spoiler for Ayah Marco Simoncelli:


Ayah Marco Simoncelli saat ia menunggu di luar sebuah pusat medis setelah kecelakaan di Grand Prix Malaysia


TIMnya SIMONCELI
Spoiler for TIMnya SIMONCELI :


Awak anggota tim Honda Marco Simoncelli dari Italia saling menghibur saat mereka berkumpul di luar sebuah pusat medis setelah kecelakaan di Grand Prix
Malaysia

KATE Pacar Simonceli
Spoiler for KATE Pacar Simonceli:

Kate Pacar Simoncelli berjalan melalui garasi Honda kosong setelah kecelakaan



Penggemar Yang Bersedih

Spoiler for Penggemar Yang Bersedih:

Para penggemar menangis setelah kecelakaan brutal membunuh SImonceli MotoGP
Kematian terakhir di MotoGP pada Grand Prix Jepang 2003, ketika Daijiro Katoh Jepang meninggal akibat luka-lukanya.

Direktur medis di Clinica Handphone Dr Michele Macchiagodena mengatakan pada konferensi pers hari ini bahwa pengendara Edwards menderita dislokasi bahu dalam kecelakaan itu tapi sudah reset dan dia 'baik-baik saja'.

Ketika ditanya tentang helm Simoncelli yang datang dari, ras sutradara Paul Butler mengatakan pada konferensi pers: "Saya pikir jika saya bisa menjawab, dalam kesempatan lain. Cukup jelas konsekuensi dan keadaan sekitar kecelakaan akan diselidiki secara menyeluruh. "

Formula Satu pembalap Australia Mark Webber menulis di Twitter: 'RIP Marco Sebuah bakat khusus yang akan tertinggal ... Memikirkan orang yang Anda cintai, dan semua paddock motogp .. . sumber dailymail

Sunday, October 23, 2011

Wejangan Sultan pada Putri Bungsu dan Mantu

Jangan Kehilangan Harga Diri
YOGYAKARTA,(GM)-
Sultan Hamengku Buwono X, Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, memberikan wejangan pada putri bungsunya, GKR Bendara yang telah sah menjadi istri KPH Yudanegara atau Achmad Ubaidillah.

Wejangan disampaikan Sultan dalam acara pamitan kedua pengantin baru itu di Gedung Jene, Keraton Yogyakarta, Rabu (19/10).

Dalam wejangan itu, Sultan berpesan pada putri dan menantunya, supaya dalam menjalani kehidupan berumah tangga mengedepankan dialog ketika ada permasalahan. Sebab, kehidupan rumah tangga itu adalah proses.

"Kamu berproses maka hati-hatilah, waspadalah. Orang bicara manis belum tentu bagus untukmu. Dalam bahasa Jawa, yang diucapkan belum tentu sama dengan yang dipikirkan. Maka hati-hatilah dalam menempuh kehidupan, waspada," kata Sultan pada anak dan mantunya itu.

Dalam bahasa Indonesia, Sultan menjelaskan filosofi Jawa yang harus dipegang dalam menjalani kehidupan.

"Orang yang mempunyai harta, kehilangan harta sama dengan tidak kehilangan apa pun. Ibaratnya kalau kita mati sama dengan kita kehilangan separuh, hanya sebagian. Tapi kalau kita kehilangan kehormatan, kehilangan harga diri, itu kehilangan segalanya. Sehingga, kehilangan harga diri itu adalah pertaruhan," ungkapnya.

Tak lupa, Sultan pun menyampaikan harapan dan doanya agar pasangan Bendara dan Yudanegara mendapatkan kebahagian lahir dan batin.

"Kalian berdua tidak hanya membangun cinta kasih, tapi kamu juga harus membangun keluarga besar GKR Bendoro dan keluarga besar KPH Yudanegara dengan dinamika kehidupan," pesannya.

Proses memang berjalan, kematangan dalam kehidupan adalah proses pendewasaan. Maka dalam kehidupan berkeluarga, pilihlah kalimat-kalimat yang baik agar tetap sejuk menjalani kehidupan.

"Kami terbiasa di keraton. Biarpun kami punya pembantu, ketika kami suruhan, kami bilang minta tolong, karena dia pun (pembantu) manusia. Ini adalah kalimat untuk mengambil kehidupan. Integritas diri, kehormatan diri, kehormatan keluarga, bagaimana kamu bisa menjaga dangan baik," imbuhnya. (net)**

Mata-mata Kucing: Mata-mata Sebuah Pembelajaran

MEMBACA Mata-Mata Kucing sejak lembaran pertama sampai terakhir seolah menelusuri lorong aneka "kios" perilaku yang berhimpitan hingga ujungnya. Novel fabel dengan tokoh para kucing tersebut memang bercerita banyak tentang lika-liku kehidupan manusia yang diterapkan dalam kehidupan para tokoh kucing. Hasilnya sebuah novel yang unik dan serba "gado-gado". Mengapa demikian? Novel tersebut tidak ubahnya sebuah ensiklopedia ipoleksosbudhankam alias perkawinan berbagai bidang kehidupan. Pengetahuan tentang pola hidup dan anatomi para kucing, aspek perhitungan yang akurat dalam bidang ekonomi, perbincangan berbau politik, kesejahteraan sosial, mental, bahkan akidah!

Novel tersebut menuntut permainan tangkap makna yang cukup akurat dari pembacanya demi memahami hal-hal yang tersembunyi di balik tokoh para kucing atau cerita yang disampaikan penulis. Tokoh-tokoh kucing yang ditampilkan dalam novel tersebut adalah Kucing Anonim, Kucing Garong, Kucing Dapur, Kucing Persia, Kucing Angora, Kucing Kampung, Kucing Berlogat Arab dan kedua Ajudannya --ajudan kiri dan kanan, serta tiga anak kucing. Semua tokoh tersebut bukan hanya menunjukkan karakteristik kucing kebanyakan yang berlatar ras asal, melainkan pula menjadi titik refleksi tabiat manusia, baik modern atau kuno, kota atau kampung, moderat atau radikal.

Kucing Anonim, tokoh sentral yang digambarkan sebagai makhluk yang "murni besar dan tumbuh di jalanan". Kerjanya hanya mengais sampah dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Pengetahuannya hanya sebatas itu. Kemudian, garis hidupnya berubah 180 derajat ketika ia berjumpa dengan Kucing Dapur, seekor kucing rumahan, dan Kucing Garong. Bersama mereka, Kucing Anonim mampu membuka mata fisik dan mata batin, meluaskan wawasan keilmuan, dan perbaikan mental. Ditambah lagi dengan pertemuannya dengan tokoh kucing lainnya. Kemauan sang tokoh untuk belajar dan menelusuri hal-hal baru mampu mendongkrak kemampuan otaknya.

Novel ini berbicara tentang para kucing yang banyak menyerap ilmu kehidupan manusia. Akibatnya kerap terjadi hal-hal lucu atau menyebalkan. Namun, pada akhirnya, para kucing harus menerima bulat-bulat alias mutlak atas sebuah kata: takdir. Para kucing tidak berhak melakukan seutuhnya gaya hidup manusia sebagai makhluk sempurna. Mereka hanya dapat bermimpi setinggi mungkin hingga mata mereka terbuka kembali dan menghempaskan mereka ke alam nyata.

Selain takdir, novel tersebut laksana guru yang menyampaikan beberapa aspek pembelajaran tentang nilai-nilai kehidupan, di antaranya pencarian identitas, penamaan yang pada akhirnya mengusik identitas, kesadaran akan pentingnya lingkungan dan keturunan, pandangan stereotip masyarakat, kesetaraan gender, nasihat orang tua kepada kaum muda, serta refleksi sifat hewan dalam kehidupan manusia.

Tepatnya, novel tersebut mengajarkan kita untuk lebih menyelami dunia multikulturalisme melalui sebuah karya sastra. Multikulturalisme kini tengah digulirkan dengan giat ke tengah khalayak ramai sejak meletusnya kerusuhan Mei 1988 lalu. Beramai-ramai berbagai kalangan mengampanyekan hal itu dalam berbagai wujud dan media. Namun, apakah upaya itu berhasil? Di satu sisi, kita masih bergayut pada konsep semangat Bhinneka Tunggal Ika, sementara rentetan kerusuhan dan tawuran di seantero negeri ini meledak bergantian dan, mungkin, sedang menanti momen yang tepat untuk meledak lagi. Tidak mudah untuk mewujudkan multikulturalisme yang benar-benar ideal, sementara penduduk negeri ini masih bersandarkan pada individualisme dan stereotip negatif terhadap wadah perbedaan. Untuk itulah, penulis menampilkan salah satu model pembelajaran multikultural yang paling mudah, yaitu melalui sebuah karya sastra. Novel tersebut dapat kita jadikan sebagai sebuah sekolah multikulturalisme yang "murah-meriah", tetapi akurat. (Resti Nurfaidah, Staf Teknis Balai Bahasa Bandung, peminat buku)*

Wali Kota Ingin Tambah CFD di Kawasan Bandung Timur


Bandung - Pemkot Bandung Kembali menggulirkan wacana penambahan jalur Car Free Day (CFD). Padahal rencana penutupan Jalan Braga untuk digunakan sebagai jalur CFD yang baru, hingga kini belum terlaksana. Kini Walikota Bandung Dada Rosada menginginkan adanya jalur CFD di kawasan Bandung Timur.

Hal itu diungkapkan Dada dalam acara Curhatan Wargi Bandung Bareng Kang Dada Rosada di Taman Cikapayang, Jalan Ir Juanda, Minggu (23/10/2011).

"Banyak yang menanyakan perluasan CFD. Saat ini di Bandung sudah ada tiga, di Dago, Merdeka, dan Buah Batu. Inginnya pertambahan CFD selanjutnya itu di daerah timur. Supaya merata dan bisa dinikmati oleh warga lainnya di kawasan Bandung Timur," ujar Dada.

Saat disinggung rencana Pemkot Bandung yang belum jadi, yaitu membuka CFD di Braga, Dada menyatakan keinginannya untuk membuka dua jalur CFD secara bersamaan. "Ya kalau bisa sih ya dua-duanya lah barengan yang di Braga dan Bandung Timur," katanya.

Namun untuk pelaksanaannya menurutnya masih harus dibicarakan dulu dengan Polrestabes Bandung. Karena bagaimanapun program CFD berkaitan erat dengan tugas polisi dalam mengatur lalu lintas termasuk rekayasa jalan.

"Nanti kita bahas dengan Polrestabes Bandung. Karena kan yang Bandung Timur juga belum tahu mau dijalan mana. Jadi dimana dan kapan CFD di Bandung Timur itu bagaimana kesiapan dari polisi juga," tuturnya.

Ia mengungkap, keinginan untuk membuka jalur CFD di Bandung Timur yaitu agar warga tak perlu jauh-jauh untuk menikmati CFD. "Ini supaya orang Bandung Timur tidak tumplek disini," ucap Dada.
sumber : bandung.detik.com

Hikmah Siang: Iblis dan Ibnu Ummi Maktum


Oleh Syahruddin El-Fikri

Abdullah bin Ummi Maktum adalah salah seorang sahabat yang mulia. Dia menjadi salah satu sebab turunnya surah 'Abasa. Suatu hari, Abdullah bin Ummi Maktum mengikuti pengajian Rasulullah SAW. Dalam kesempatan itu, Rasul menyampaikan akan kewajiban setiap Muslim yang mendengar azan untuk segera menunaikan shalat. Karena kondisi fisiknya, yakni matanya yang buta, ia memberanikan diri bertanya kepada Rasulullah SAW.

"Wahai Rasulullah SAW, apakah saya juga diwajibkan kendati saya tidak bisa melihat?" tanya Ibnu Ummi Maktum. Rasul menjawab, "Apakah kamu mendengar seruan azan?" Ibnu Ummi Maktum menjawab, "Ya, saya mendengarnya." Rasul pun memerintahkannya agar ia tetap pergi ke masjid meskipun sambil merangkak.

Maka, dengan penuh keimanan, setiap azan berkumandang dan waktu shalat tiba, ia pun segera pergi ke masjid dan berjamaah dengan Rasulullah SAW. Suatu ketika di waktu Subuh, saat azan dikumandangkan, Ibnu Ummi Maktum pun bergegas ke masjid. Di tengah jalan, kakinya tersandung batu hingga akhirnya mengeluarkan darah. Namun, tekadnya sudah bulat untuk tetap berjamaah ke masjid.

Waktu Subuh berikutnya, ia bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda tersebut bermaksud menolongnya dan menuntunnya ke masjid. Selama berhari-hari, sang pemuda ini selalu mengantarnya ke masjid. Ibnu Ummi Maktum pun kemudian ingin membalas kebaikannya. "Wahai saudaraku, siapakah gerangan namamu. Izinkan aku mengetahuimu agar aku bisa mendoakanmu kepada Allah," ujarnya.

"Apa untungnya bagi Anda mengetahui namaku dan aku tak mau engkau doakan," jawab sang pemuda. "Jika demikian, cukuplah sampai di sini saja engkau membantuku. Aku tak mau engkau menolongku lagi sebab engkau tak mau didoakan," tutur Ibnu Ummi Maktum kepada pemuda itu.

Maka, sang pemuda ini pun akhirnya mengenalkan diri. "Wahai Ibnu Ummi Maktum, ketahuilah sesungguhnya aku adalah iblis," ujarnya. "Lalu mengapa engkau menolongku dan selalu mengantarkanku ke masjid. Bukankah engkau semestinya mencegahku untuk ke masjid?" tanya Ibnu Ummi Maktum lagi.

Sang pemuda yang bernama iblis itu kemudian membuka rahasia atas pertolongannya selama ini. "Wahai Ibnu Ummi Maktum, masih ingatkah engkau beberapa hari yang lalu tatkala engkau hendak ke masjid dan engkau terjatuh? Aku tidak ingin hal itu terulang lagi. Sebab, karena engkau terjatuh, Allah telah mengampuni dosamu yang separuh. Aku takut kalau engkau jatuh lagi Allah akan menghapuskan dosamu yang separuhnya lagi sehingga terhapuslah dosamu seluruhnya. Maka, sia-sialah kami menggodamu selama ini," jawab iblis tersebut.

Kisah di atas menggambarkan kepada kita bahwa sesungguhnya iblis tak akan pernah berhenti untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Dalam hal yang baik pun, iblis selalu berusaha untuk membelokkan orang yang beriman ke arah yang dimurkai Allah. Ketahuilah, sesungguhnya iblis itu adalah musuh yang nyata bagi kita. (QS Fatir [35]: 6). Semoga Allah senantiasa membimbing dan meridai setiap ibadah kita. Amin. Wallahu a'lam.

sumber : www.republika.co.id

Retribusi Curug Malela Tumpang Tindih


NGAMPRAH, (PRLM).- Pengelolaan objek wisata Curug Malela, di Kecamatan Cicadas, Kabupaten Bandung Barat belum dikendalikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat.

Akibatnya, pengelolaan retribusi yang beredar di kawasan objek wisata itu tumpang tindih. "Pihak Perhutani kelola tiket, pihak desa juga kelola tiket. Jadinya terbebani ke pengunjung," ujar Tokoh Masyarakat Kecamatan Rongga Hilman, Selasa (18/10).

Saat ini, kata dia, Objek Wisata Curug Malela dikelola oleh Perhutani dan Pemerintah Desa Cicadas, Kecamatan Rongga. Retribusi yang ganda itu pun sering dikeluhkan pengunjung.

"Seharusnya pihak Disbudpar KBB (Kabupaten Bandung Barat) bisa mengambil alih kelola retribusi tersebut, agar tidak ada kesan tumpang tindih, ujarnya.

Selain itu, pengelolaan yang terpusat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat dinilai akan mampu menata kawasan objek wisata secara terarah sesuai program Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Dihubungi terpisah, Tokoh Masyarakat Gununghalu-Rongga E. Hidayat juga menemukan keluhan dari para pengunjung terkait dengan pelayanan pariwisata di kawasan Objek Wisata Curug Malela. Akibat keterbatasan infrastruktur menuju air terjun tersebut, pengunjung banyak yang dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Memang ironis, warga yang seharusnya diberikan sosialisasi dan edukasi dalam hal kepariwisataan atau pelayanan kepada pengunjung, kurang tahu cara mengambil keuntungan dengan aturan tertentu, ungkapnya.

Ia mencontohkan, jarak dari lahan parkir kendaraan menuju lokasi wisata sepanjang kurang lebih dua kilometer. Dari lahan parkir menuju jalan pendukung Curug Malela itu warga yang menawarkan jasa ojek seringkali mematok tarif terlalu tinggi.

Bahkan ada yang menawarkan jasa ojek hingga Rp 100 ribu untuk satu orang, untuk sampai ke jalan setapak menuju Curug Malela, tutur Hidayat.

Lain lagi dengan pedagang yang berada di sekitar kawasan Objek Wisata Curug Malela. Ia menuturkan, harga barang yang dijual juga dianggap terlalu mahal bagi para pengunjung.

Mungkin itu semua gambaran dari keterbatasan kesulitan tukang ojek yang memang melewati jalan rusak dengan medan berbatu, atau pasokan dagangan para penjual warung yang kesulitan mendapatkan suplai karena lokasi yang jauh, ungkapnya.

Akan tetapi, ia melanjutkan, semua persoalan tersebut bisa dikendalikan dan dikelola dengan baik, jika Pemerintah Kabupaten Bandung Barat membuat aturan yang memberi keuntungan bagi warga maupun pengunjung.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Aos, pihaknya belum dapat mengelola secara penuh setiap objek wisata yang ada di Kabupaten Bandung Barat.

Saat ini kita masih terkendala peraturan daerah yang masih dibahas oleh dewan, ujar Aos, yang juga mengatakan belum dapat mengelola retribusi objek wisata sebelum terbit Perda tentang Objek Wisata tersebut. (A-196/A-26).***

sumber : www.pikiran-rakyat.com