-

Thursday, April 24, 2014

Shalat Calon Pemimpin

Sekarang, negara kita tercinta, Indonesia, sedang sibuk mencari pemimpin. Rakyat bingung menentukan pilihan, standar yang digunakan hanya berkutat di tataran intelektualitas dan lahiriyah calon pemimpin dan belum merambah ranah spiritual.Dengan demikian, kesalehan hakiki mereka tidak pernah teruji dan tak pernah ada yang berusaha untuk mengujinya. Padahal kesalehan seperti inilah yang bisa menjamin baik tidaknya seorang pemimpin.Jika mengaca pada sejarah, dulu saat prosesi pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah, diantara pertimbangan yang mengemuka ketika itu adalah, Abu Bakar pernah menjadi imam shalat menggantikan Nabi Muhammad SAW.Kisah ini dinarasikan Ibnu Asakir dari Ibnu Umar. ‘’Rasulullah memerintahkan Abu Bakar memimpin shalat berjamaah, sedangkan saya menyaksikan sendiri, tidak...

Wednesday, April 23, 2014

Pemimpin Amanah

Pada suatu hari, Abu Dzar al-Ghifari meminta kepada Nabi SAW agar diangkat sebagai pejabat (semacam wali kota). Sembari menepuk-nepuk pundaknya, Nabi SAW menolak permintaan itu dan berkata, ’’Tidak, Abu Dzar.  Engkau orang lemah. Ketahuilah, jabatan itu amanah. Ia  merupakan kehinaan dan penyesalan di hari kiamat, kecuali bagi orang yang mendapatkannya secara benar, dan mempergunakanya dengan benar pula.” (HR Muslim).Hadis ini menarik untuk direnungkan pada saat bangsa Indoensia sedang mencari dan akan memilih pemimpin, dalam pemilu presiden nanti. Menunjuk pada hadis di atas, seorang pemimpin tidak cukup hanya baik secara moral.Seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan dan integritas sekaligus yang dalam hadis ini disebut amanah. Amanah berarti kepercayaan atau bisa dipercaya....

Monday, April 21, 2014

Mencintai Buku

Generasi salafus shalih pernah menguasai dunia berkat keimanan mereka yang kokoh bagai gunung dan keilmuan mereka yang mendalam bagai lautan. Kecintaan mereka pada iman, ilmu, dan amal melebihi cinta manusia biasa pada harta, anak, dan istri.Dalam konteks kecintaan terhadap ilmu, Imam Ibnu Qayyim menyatakan, “Adapun pecinta ilmu, kecintaannya pada ilmu melebihi kecintaan seseorang kepada kekasih. Dan banyak di antara mereka tidak tergoda melihat manusia tercantik di dunia sekalipun.”Simak pula Muhammad bin Marwan Ad-Dimasyqi, “Sungguh, aku lebih memilih ditemani tinta sepanjang hari daripada seorang kawan. Aku lebih suka seikat kertas daripada sekarung tepung. Tamparan ulama di pipiku lebih terasa nikmat daripada minuman lezat.”Seseorang tidak bisa menjadi pecinta ilmu sebelum buku/kitabnya...

Sunday, April 20, 2014

Bekal nan Kekal

Lika liku hidup duniawi selalu diwarnai dengan segala hasrat, tak terkecuali keinginan besar dalam mengumpulkan materi. Sebagian dari kita mungkin menilai bahwa ukuran nilai kebahagiaan hanya timbul dari melimpah-ruahnya materi yang kita miliki. Sebagian lain menilai bahwa kebahagiaan hakiki sejatinya ada di dalam hati, yakni ‘ketenangan’ dalam berbagi. Rasa saling berbagi inilah yang ditanamkan oleh Rasulullah pada para sahabatnya sehingga mereka diberi kelapangan hati untuk ikhlas berbagi.Allah SWT berfirman, “Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian nafkahkan, sungguh, Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran: 92)Dalam firman-Nya yang lain, “Apa saja harta yang baik yang kalian infakkan,...

Friday, April 18, 2014

Pelukan Rasulullah

Pada saat thawaf (mengelilingi Kabah),  Rasulullah SAW bertemu  seorang pemuda yang pundaknya terlihat lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasul menghampiri pemuda itu dan bertanya, ‘’Kenapa pundakmu seperti itu?’’Pemuda itu menjawab, ‘’Ya Rasulullah, saya berasal dari Yaman. Saya mempunyai seorang ibu yang sudah uzur (tua renta). Saya sangat mencintainya. Saya selalu menggendongnya, dan tidak pernah melepaskannya. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, sedang shalat atau saat istirahat. Di luar itu saya selalu menggendongnya.’’Pemuda itu lalu bertanya, ‘’Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk orang berbakti kepada orang tua?’’ Sambil memeluk pemuda itu, Rasulullah SAW menyatakan, ‘’Sungguh Allah ridha kepadamu. Engkau anak saleh, anak berbakti. Tetapi, wahai anakku,...

Wednesday, April 16, 2014

Berjanji untuk Jujur

Perhelatan hajat nasional bernama Pemilu Legislatif baru saja usai. Kita masih menantikan siapa saja yang akan menjadi wakil-wakil kita di gedung DPR/MPR nanti. Harapannya semoga mereka benar-benar memperjuangkan aspirasi keumatan di negeri ini.Bukan sosok wakil rakyat yang berjuang untuk memperkaya diri dan keluarga atau partainya. Sekadar catatan untuk memberi ruang optimisme, penulis menilai persoalan terpenting untuk melepas dahaga harapan yang berlebihan adalah berjanji untuk jujur.Menjadikan nyata kata dengan perbuatan. Kalau dibilang para wakil rakyat kita tidak jujur, haruslah jujur pula kita jawab ya. Banyak bohong wakil rakyat kita ini. Seringnya terdengar para wakil rakyat kita berurusan dengan KPK adalah salah satu buktinya.Padahal hal yang pasti terjadi, jika seseorang tidak...

Tuesday, April 08, 2014

Hasrat Memimpin

“Wahai Abdurrahman, janganlah engkau meminta menjadi pemimpin sebab jika engkau dijadikan pemimpin karena permintaanmu, maka engkau akan terbebani. Tapi jika engkau menjadi pemimpin bukan karena permintaanmu, maka engkau akan dibantu untuk mengatasinya.”(HR. Bukhari Muslim)Demikian suatu kali Rasulullah SAW menasihati seorang sahabat bernama Abdurrahman bin Samurah. Ketika itu, ia meminta untuk diangkat menjadi seorang pemimpin. Melalui hadis ini, Rasul tak bermaksud melarang mukmin terjun ke politik.Terutama bila niatnya didasari tujuan dakwah dan amar makruf nahi mungkar. Namun niat baik saja tentu tak cukup. Sebab, seorang pemimpin hendaknya memiliki kompetensi mumpuni terkait amanah yang diembannya. Untuk menjadi pemimpin yang baik, idealnya seseorang tak mengandalkan kharisma, popularitas,...

Monday, April 07, 2014

Merindukan Pemimpin Teladan

Pada suatu malam yang gelap gulita, Umar bin al-Khaththab mengadakan ronda sendirian tanpa didampingi seorang pengawal pun dengan menyusuri jalan-jalan kota Madinah. Di suatu sudut kota dijumpai ada sebuah rumah yang lampunya terlihat menyala terang. Umar mendekati pintu rumah itu dan mendengarkan suara gaduh di dalamnya. Dia lalu mengintip dari celah-celah bilik rumah itu untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi. Dilihatnya ada tuan rumah itu bersama kawan-kawan yang sedang duduk di meja dan di depan masing-masing ada minuman. Dia menduga kuat, mereka sedang berpesta minuman keras.   Umar berusaha masuk rumah itu melalui atap, namun ketahuan. Salah seorang dari mereka kemudian membuka pintu dan mempersilahkan Umar masuk. Umar masuk sambil membawa pedang terhunus. Mengetahui hal...

Sunday, April 06, 2014

Ringan di Lidah, Berat di Timbangan

Dalam banyak ayat Alquran, Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah (zikir) dalam setiap kesempatan. Di mana pun, kapan pun, dan dalam keadaan apa pun.Tujuannya agar dalam setiap gerak dan aktivitas keseharian, kita  selalu ingat kepada Allah SWT. Di antara ayat Alquran itu terdapat dalam surah Ali Imran [3] ayat 190-191, QS al-Ahzab [33]: 41, al-Jumu’ah [62]: 10, dan lainnya.Perintah Allah dalam QS [3]:190-191 menunjukkan, hanya orang-orang berzikir yang senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi, serta terus berupaya memahami silih bergantinya siang dan malam. Mereka itulah yang disebut ulul albab, yakni orang-orang yang berakal.Berkenaan dengan hal ini, Abdullah bin Amr meriwayatkan. “Telah bersabda Rasulullah SAW, "Dua hal yang tidak dijaga...

Saturday, April 05, 2014

Tafakur

‘’Ambillah pertolongan untuk kata-katamu dengan diam dan untuk ilmu dengan bertafakur.’’ Demikian Imam Syafii menuturkan nasihat kepada kita. Menurut beliau, obat dari ucapan dan kata-kata adalah diam, dengan diam kita mampu menghindar dari segala penyakit lisan.Di samping itu pula, beliau memaparkan cara ampuh bagi kita untuk mendapatkan ilmu yakni dengan bertafakur. Tafakur yaitu suatu pekerjaan dalam bentuk memikirkan kekuasaan Allah SWT atas kehidupan manusia dan alam semesta dengan akal dan hati.Allah SWT sangat menganjurkan kepada kita selaku hamba-Nya untuk senantiasa mengerjakan pekerjaan ini. Dia menyebut mereka yang dapat bertafakur dan mengambil tanda-tanda kebesaran-Nya atas penciptaan langit dan bumi, serta pergantian siang dan malam sebagai ulul ‘azmi (orang-orang yang berakal)....

Wednesday, April 02, 2014

Kunci Bahagia

Semua manusia pasti menginginkan hidupnya bahagia. Hanya saja tidak semua orang memahami hakekat hidup bahagia. Ada yang memaknainya sekedar hidup senang: sandang, pangan, dan papan berkecukupan. Ada pula yang mengartikannya hidup damai: bersosial, bekerja sama, tidak menyakiti dan membuat konflik dalam masyarakat. Islam memberikan resep bahagia bukan hanya fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah, tapi juga terbebas dari siksa neraka.    Makna bahagia yang terangkum dalam doa sapu jagat itu menunjukkan bahagia itu berdimensi fisik-material dan mental-spiritual-sosial, serta berjangka pendek dan jangka panjang. Hakekat hidup bahagia, menurut Syaikh Habib Al-Kazhimi, adalah memperoleh ridha Allah SWT dengan memahami dan mewujudkan tujuan penciptaan dan eksistensi manusia di dunia...

Tuesday, April 01, 2014

Kejujuran

‘’Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan jalan menuju surga.’’ (HR Bukhari). Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana. Demikian sebuah ungkapan bijak menuturkan.Ya, kejujuran adalah sebuah sikap yang menunjukkan jati diri seseorang yang sebenarnya. Seseorang yang senantiasa bersikap jujur baik dalam ucapan maupun tindakan, meskipun pahit dan berisiko, bisa dipastikan dia memiliki integritas moral yang baik.Islam sangat menjunjung tinggi kejujuran. Dalam Islam, jujur  menjadi salah satu sifat mutlak seorang Nabi atau Rasul. Orang-orang yang berlaku jujur, dalam Alquran disandingkan dengan para Nabi, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.Sebaliknya, kebohongan adalah awal kehancuran. Seseorang...

Page 1 of 802123Next