-

Saturday, November 05, 2011

Kepadatan Penduduk Akibat Migrasi Masuk dan Kelahiran

BANDUNG, (PRLM).- Daerah yang memiliki densitas atau kepadatan penduduk tinggi di Jawa Barat, saat ini, bukan hanya Kota Bandung dan Cimahi, tetapi sudah merambah Kota Bekasi. Kepadatan penduduk bukan hanya menyangkut kelahiran, tapi termasuk migrasi masuk.

Demikian dikatakan Ketua Koalisi Kependudukan Jabar, Dr Ferry Hadiyanto kepada "PRLM", di Bandung, Rabu (2/11). Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan Jabar dengan luas 37.116,54 kilometer persegi, kepadatan penduduknya mencapai 1.159 jiwa per kilometer persegi.

Kota Bandung dan Cimahi memiliki tingkat kepadatan penduduk paling tinggi dibandingkan kota/ kabupaten lainnya di Jabar. Kepadatan penduduk Kota Bandung adalah 14.228 orang per kilometer persegi kota, sedang Cimahi 13.134 orang per kilometer persegi.

"Saya rasa sekarang ini Kota Bekasi juga termasuk kota yang densitas penduduknya tinggi. Kepadatan penduduk itu bagaimana penduduk dirasiokan dengan luas wilayah yang tersedia," ucapnya.

Ferry mengatakan kepadatan penduduk bukan hanya menyangkut kelahiran, namun termasuk migrasi masuk. Jadi bagaimana penduduk dari daerah lain masuk ke Jabar dan berkumpul paling banyak di ketiga kota itu. "Ini yang menyebabkan kepadatan penduduk relatif lebih tinggi dari daerah lain," paparnya. (A-62/A-88)***
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Friday, November 04, 2011

Pemkot Rombak Birokrasi Layanan Publik

BANDUNG, (PRLM)..- Sekda Kota Bandung Edi Siswadi mengatakan Pemkot sudah berupaya untuk melakukan perombakan birokrasi terhadap pelayanan publik. "Dan alhamdulillah ada hasilnya dan dinilai baik dalam hal pelayanan publik," katanya Selasa malam di Bandung.

Kalau pun ada keluhan terhadap pelayanan dan masih adanya kekurangan, menurut Edi, perlu adanya komitmen semua pihak, dalam artian tidak hanya dari aparatnya saja tapi juga masyarakat. "Menciptakan integritas yang baik tidak hanya dari segi administrasi, prosedur, waktu, persyaratan dan biaya saja tapi juga menyadarkan masyarakat dan mereduksi percaloan dengan IT," katanya.

Ke depan menurut Edi, perlu ditingkatkan pelayanan dengan cara kantor pelayanan bisa diakses langsung di rumah. "Pelanggan adalah raja, sehingga kedepan masyarakat mengurus izin tidak usah datang langsung tapi bisa mengurus lewat internet," ujarnya.

Kepala BPPT Dandan mengatakan memang tidak mudah untuk bisa mencapai predikat baik dari KPK, karena harus diimbangi SDM yang amanah. "Kita rombak sistem birokrasi, selain itu kami juga melakukan pembinaan mental aparat pelayanan BPPT terutama dalam keagamaan, sehingga berbuat kurang baik dari aparat bisa dikurangi," katanya.

Ketua Komisi A, Haru Suhandaru, mengapresiasi terhadap BPPT yang mendapat predikat sepuluh terbaik dalam pelayanan tapi perlu ditingkatkan dan perlu adanya perbaikan terutama dalam lamanya waktu mengurus izin. Kemudian fungsi juga perlu diminimalisir.

Sementara Fredolin menyatakan perlu adanya pengawasan yang ketat dalam proses pengurusan izin mengingat masih adanya calo. "Pengurusan izin mendirikan bangunan hampir 80 persen lewat calo. Dari itulah perlu perbaikan dan pengawasan, jangan sampai masyarakat dipersulit sementara melalui calo dipermudah" katanya. Fredo juga menekankan perlunya sosialisasi dalam hal pengurusan perizinan karena masih banyak yang belum mengetahui proses perizinan. (A-113/A-26).***
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Cegah Hepatitis A, Unpar Undang Dokter RS Borromeus

Bandung - Universitas Parahyangan (Unpar) menggelar talshow bertajuk 'Hepatitis A dan Pencegahannya' di Gedung Audio Visual FISIP Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Selasa (2/11/2011). Dalam kegiatan ini Unpar mengundang salah satu dokter dari RS Borromeus yakni dr Handoko Sp.D.

Talkshow bersama Handoko ini dihadiri sekitar 60 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tamu lainnya. Acara ini bermaksud guna mengetahui apa itu Hepatitis A dan bagaimana pencegahannya.

Gelaran kegiatan ini juga sebagai salah satu cara agar mahasiswa Unpar bisa mengenali tanda-tanda Hepatitis A. Sebab, beberapa waktu lalu wabah penyakit tersebut menyerang puluhan mahasiswa Unpar.

Handoko mengatakan Hepatitis adalah suatu penyakit inflamasi atau peradangan (pembekakan) pada hati yang diakibatkan berbagai sebab yakni infeksi virus (A,B,C,D,E), infeksi parasit, infeksi bakteri, racun, obat, dan alkohol. Hepatitis A merupakan hepatitis yang diakibatkan infeksi virus Hepatitis A.

"Cara penularan virus Hepatitis A kontak antarpersonal yang cukup dekat seperti di rumah tangga, kontak seksual, penitipan anak, dan kos. Selain itu penularan juga bisa dari makanan serta minuman terkontaminasi kotoran pada daging, sayuran mentah, juga karena tangan tak dicuci," kata Handoko yang di RS Borrumeus menangani Bagian Penyakit Dalam.

Tak hanya itu, jelas Handoko, penularan melalui paparan darah yang terinfeksi bisa terjadi. Namun dalam kasus ini terbilang jarang. "Penularan melalui hubungan seks itu bisa saja, tapi jarang terjadi," terang Handoko.

Ia menambahkan, orang yang terkena Hepatitis A jangan khawatir dan cemas terhadap penyakit ini. Alasannya, terang dia, Hepatitis A itu bukan mengganggu struktur, malainkan mengganggu fungsi.

"Ini jenis penyakit akut. Untungnya, penyakit Hepatitis A ini 90 persen bisa sembuh total," ungkap Handoko.
sumber : bandung.detik.com

Saat Setan Sekecil Lalat


Oleh: Rahmat Saptono

Tak satupun manusia lepas dari gangguan setan. Sesuai dengan namanya, shatana atau sesuatu yang jauh, setan senantiasa menggoda manusia dari tempat yang jauh (tak terlihat) dan mengajak manusia menjauh dari kebaikan.  Sudah menjadi komitmen setan untuk terus menerus menggoda dan menganggu anak cucu Adam AS hingga akhir jaman.  Kadang-kadang kita dibuat geram oleh ulahnya sehingga ingin mengekspresikannya dengan ucapan atau perbuatan.

Suatu ketika seorang sahabat mengekspresikan kejengkelannya dengan memaki setan saat hewan tunggangan Rasulullah SAW tersandung.  "Terkutuk setan".

Rasulullah SAW yang kebetulan mendengarnya menasihati, "Jangan berkata "Terkutuk setan", karena jika kamu berkata seperti itu, setan menjadi arogan dan berkata: Dengan kekuatanku akan kubuat ia jatuh.  Ketika kau berkata, "Bismillah", setan akan menjadi sekecil lalat".  (HR Ahmad).

Demikianlah cara yang diajarkan Rasulullah SAW menghadapi mahluk yang sombong.  Tidak dengan cacian dan makian, tetapi dengan menyebut nama Allah.

Di dalam ibadah haji pun kita diberi kesempatan untuk mengekspresikan kemarahan dan permusuhan kita terhadap iblis dalam ritual melempar jumrah.

Dengan kerikil sebesar biji jagung yang telah disiapkan sebelumnya, kita melemparinya sambil tetap mengingat dan menyebut nama Allah Zat Yang Maha Besar "Bismillahi Allahu Akbar".

Mencaci maki bukanlah cara yang diajarkan Islam untuk mengekspresikan kemarahan, membalas atau melawan kesombongan.  Logika sederhana mengatakan, kalau kita balas dan lawan kesombongan dengan caci maki, lalu apa beda kita dengan mereka?.

Alasannya adalah hanya karena ajaran Islam terlalu mulia untuk itu.  Mencaci maki pun kadang bagaikan menepuk air didulang terpercik muka sendiri.  Rasulullah SAW punya logika sederhana untuk itu.

Telah bersabda Rasulullah SAW, "Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci-maki  kedua orang tuanya," Para sahabat bertanya,  "Bagaimana seseorang bisa mencaci-maki kedua orang tuanya?", Maka beliau SAW menjawab:   "Dia mencaci-maki ayah orang lain, lalu orang lain itu mencaci maki kembali orang tuanya" (HR Bukhari)

Mencaci maki, apalagi membakar patung tokoh, bendera, atau simbol-simbol yang dihormati suatu kaum untuk mengekspresikan kemarahan bukanlah akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW.  Karena,  mengambil pelajaran dari hadits tadi, hal itu tidak berbeda dengan melakukannya
terhadap apa yang kita hormati sendiri.

Alangkah indahnya jika hujatan atau caci maki digantikan dengan cara yang bermartabat seperti telah diajarkan Rasulullah  SAW kepada para sahabatnya. "Allah Maha Besar Sungguh Maha Besar, Segala Puji hanya bagi Allah Pujian yang amat banyak, Tiada Tuhan Selain Allah Yang Maha Esa, Tiada Sekutu bagi-Nya."
Penulis adalah sahabat Republika Online
 sumber : www.republika.co.id

Komodo dan Nama Harum Bangsa

Oleh: Hj. ATI SUPRIHATIN
KAMPANYE dukungan untuk Pulau Komodo supaya terpilih menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia, gencar dilakukan berbagai kalangan. Dimotori mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye itu menggema sampai ke pelosok negeri.

Kampanye yang dilakukan JK dan kemudian diikuti masyarakat luas, bukan tanpa alasan. Sebagai hewan yang hidup di Indonesia, komodo membawa nama bangsa. Tak heran kalau pemilihan ini sekaligus menjadi pertaruhan harga diri bagi bangsa Indonesia. Sejak Candi Borobudur tahun lalu dieliminasi, Indonesia tak punya wakil di tujuh keajaiban dunia.

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Komodo atau biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli Pulau Komodo disebut dengan nama ora.

Termasuk anggota famili biawak Varanida dan klad Toxicofera, Komodo merupakan kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang dua sampai tiga meter. Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia, karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dalam sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo yang didirikan untuk melindungi mereka. Sekitar 4.000-5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar.

New Open World Foundation bekerja sama dengan The United Nation Office for Partnerships yang berpusat di Swiss dalam rilisnya awal tahun ini menyebutkan, Taman Nasional Pulau Komodo masuk dalam daftar 77 kandidat kuat untuk terpilih sebagai tujuh keajaiban baru alam (New 7 Wonders of Nature). Pulau Komodo saat ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia.

Dalam seleksi tahap kedua yang memilih 77 kandidat, dua wakil Indonesia lainnya, Danau Toba dan Gunung Krakatau tersingkir. Untuk sementara, kandidat di urutan pertama daftar kandidat tujuh keajaiban baru alam ditempati Taman Nasional Grand Canyon, disusul Mount Everest dan Danau Loch Ness.

Sementara dalam pemilihan tujuh keajaiban baru alam yang kini sedang berlangsung, panitia mengajak dunia memilih wisata alam yang terbentuk secara natural oleh alam. Taman Nasional Komodo merupakan satu-satunya tempat di dunia yang ditinggali hewan purba komodo.

Pemilihan tujuh keajaiban baru alam tersebut dilakukan secara online di web www.new7wonders.com.

Kemudian, kandidat tersebut diperkecil menjadi 77 nomine kemarin. Selanjutnya, panitia akan memilih 21 finalis untuk kemudian menentukan tujuh objek wisata alam tersebut yang layak disebut keajaiban baru alam.

Ayo, kita dukung Pulau Komodo menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia dengan menggunakan hak pilih di situs penyelenggara. Masih ada waktu sampai hasil pemilihan diumumkan pada 31 Desember 2011.

Terpilihnya Komodo menjadi satu dari tujuh keajaiban baru alam dunia, tak hanya melestarikan binatang purba ini, tetapi juga menaikkan pamor Indonesia. Apalagi, akhir-akhir ini banyak kekayaan Indonesia yang diklaim menjadi milik bangsa lain. (Wartawan Galamedia)**

Thursday, November 03, 2011

Meningkat, Periksa Anti HAV Pasca Hepatitis Merebak

BANDUNG, (PRLM).- Orang yang melakukan pemeriksaan anti Hepatitis A Virus (HAV) mengalami peningkatan dua kali lipat seminggu ke belakang dibanding hari sebelumnya. Hal itu paska merebaknya kasus hepatitis A yang banyak menyerang mahasiswa Unpar beberapa waktu lalu. Pemeriksaan anti HAV berguna untuk melihat ada tidaknya infeksi hepatitis A pada seseorang.

Demikian disampaikan Wini dari Bagian Produk Laboratorium Klinik Prodia Wilayah IV, kepada PRLM di kantornya, Sabtu (29/10), ketika diminta pendapatnya ada tidaknya peningkatan permintaan pemeriksaan anti HAV. Ada peningkatan dari hari biasanya hingga dua kali lipat seminggu kebelakang ini, katanya.

Menurut Wini pemeriksaan anti HAV ini ada dua macam yaitu yang total dan yang IgM (Immuniglobulin M). Pemeriksaan anti HAV total untuk melihat sudah berapa lama seseorang terinfeksi virus hepatitis A bila misalnya memang orang tersebut terinfeksi virus hepatitis A.

Sedangkan pemeriksaan anti HAV IgM untuk melihat infeksi virus hepatitis A yang baru sehingga bila hasilnya positif artinya saat itu orang tersebut sedang terinfeksi. Yang mengalami peningkatan itu yang melakukan pemeriksaan anti HAV IgM, ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Ciumbuleuit, dr. Deborah J Rattu di tempat terpisah mengatakan untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit hepatitis A ini diharapkan memperhatikan kebersihan diri dan sanitasi umum. Salah satunya dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya membiasakan mencuci tangan dengan baik dan benar setelah ke belakang dan ketika akan makan, ucapnya.

Menurut Deborah, sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kasus hepatitis A yang menimpa mahasiswa Unpar. Untuk keperluan tersebut, direncanakan Rabu (2/11) akan dilakukan pengambilan sampel air dan makanan. Akan diambil sampel juga dari kantin, ungkapnya. (A-62/A-88)***
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Malas Penyebab Lingkungan Rusak

Oleh: Hj. ATI SUPRIHATIN
BERJALAN kaki bagi sebagian besar penduduk Kota Bandung, ternyata bukan salah satu kebiasaan dan untuk membiasakannya membutuhkan waktu lama. Untuk mencapai tempat yang jaraknya di bawah satu kilometer, mereka terbiasa menggunakan kendaraan baik pribadi maupun umum.

Tanpa mereka sadari, kebiasaan malas tersebut ternyata membuahkan pengaruh buruk bagi lingkungan sekitarnya. Pada saat mereka teriak-teriak menuntut udara yang bersih dan lingkungan yang sehat, pada saat yang sama mereka justru sedang merusak kualitas udara dan lingkungan tempat mereka tinggal oleh kebiasaan malas.

Dulu sekali, Prof.Dr. Otto Sumarwoto, guru besar lingkungan hidup Unpad pernah mengatakan, sikap malas penduduk Kota Bandung membawa dampak buruk yang cukup besar bagi lingkungan. Akibat sikap itu pula, jumlah kendaraan di Kota Bandung sangat banyak, sehingga tingkat pencemaran udara menjadi tinggi. Belum lagi kebisingan dan kemacetan lalulintas yang juga tinggi.

Penduduk Kota Bandung telah terbiasa menggunakan kendaraan bermotor. Meskipun banyak tempat-tempat dapat dicapai tanpa menggunakan kendaraan bermotor, namun penduduk mengabaikan kendaraan tidak bermotor atau berjalan kaki untuk mencapainya.

Padahal untuk jarak di bawah satu kilometer, masih dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan tidak bermotor. Selain hemat, cara ini pun sehat karena secara tidak langsung mereka yang melakukannya telah melakukan olahraga. Sayangnya, untuk mencapai kantor, sekolah, pusat perbelanjaan atau tempat rekreasi, penduduk Kota Bandung lebih senang menempuhnya dengan menggunakan kendaraan bermotor dengan alasan lebih cepat. Tidak heran kalau akhirnya kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari Kota Bandung, karena banyaknya kendaraan yang lalu lalang di jalan.

Padahal, kalau penduduk mau berjalan kaki untuk menempuh tujuannya, maka dapat mengurangi jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan-jalan. Saat ini, banyak kendaraan yang lalu lalang di jalan hanya diisi satu atau dua orang penumpang dengan jarak tempuh pendek. Maksud hati ingin cepat, justru yang dialami menjadi lambat karena jarak tempuh yang pendek harus ditempuh dengan waktu yang lama.

Dampak lain dari sikap malas penduduk Kota Bandung adalah, tingginya tingkat pencemaran udara. Udara Kota Bandung saat ini tidak lagi bersih, akibat emisi gas buang sumber bergerak (transportasi).

Seharusnya di Kota Bandung ada kebijakan terpadu transpostasi yang sekarang terpusat pada kendaraan bermotor. Perubahan kebijakan ini memungkinkan kendaraan tidak bermotor pun mendapat tempat di jalan raya. Untuk jarak pendek, penduduk tidak harus menggunakan kendaraan bermotor, tetapi dapat menggunakan sepeda atau bahkan berjalan kaki.

Risiko dari perubahan ini, Pemkot harus mengubah sarana jalan raya yang ada sekarang, sehingga kendaraan bukan bermotor khususnya sepeda dapat lewat. Hal ini sudah dilakukan Pemkot dengan membangun jalur sepeda di beberapa ruas jalan.

Kondisi trotoar pun harus diperbaiki, sehingga dapat digunakan oleh pejalan kaki. Saat ini, kondiri trotoar di Kota Bandung tidak terlalu "ramah" bagi pejalan kaki, sehingga mereka enggan menggunakannya. Apalagi banyak trotoar yang "dimakan" oleh pedagang kaki lima (PKL).

Banyak sekali keuntungan dari digunakannya konsep kebijakan terpadu transportasi. Salah satu contohnya, apabila tingkat pencemaran berkurang, maka tingkat kesehatan meningkat, sehingga dana untuk mengatasi masalah pencemaran dan kesehatan dapat dihemat. Anggaran tersebut dapat digunakan untuk hal-hal lain yang lebih penting, seperti untuk pendidikan. (Wartawan Galamedia)**

2.000 Peserta Ikuti Pasanggiri

GARUT,(GM)-
Komandan Kodim (Dandim) 0611/Garut, Letkol Arm. Edi Yusnandar, S.Ap., melepas peserta karnaval kontingen Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Divisi Siliwangi di halaman Makodim 0611/Garut di Jln. Veteran, Garut, Selasa (1/11). Dari halaman makodim, para pesilat dari 34 kecamatan di Kab. Garut itu dikirab menuju pelataran Ramayana di Jln. Guntur, tempat diselenggarakannya pasanggiri.

Menurut ketua panitia, Okong Sugriwa, pasanggiri perdana itu dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari tiga kelompok usia meliputi kelompok anak, remaja, dan dewasa. Kegiatan dibagi menjadi 41 paket dari kategori tunggal, rampak, dan ijen yang dikemas menjadi 440 tayangan.

Sementara itu, Dandim 0611/Garut dalam sambutannya mengatakan, pencak silat memiliki nilai-nilai strategis untuk memrsiapkan generasi muda yang tangguh dari segi fisik dan psikis (kepribadian). Generasi muda yang siap secara fisik dan psikis merupakan kader potensial calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, Dandim mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut. Bahkan, ia bertekad akan menyelenggarakan perhelatan itu secara rutin setiap tahun. Ke depan pihaknya juga akan menyediakan piala bergilir dengan bentuk khusus, yakni bagian atasnya berbetuk selongsong peluru.

"Pencak silat merupakan kegiatan positif yang harus didukung berbagai pihak. Sebab dengan pencak silat kita bisa membangun jiwa dan raga yang tangguh. Melalui kegiatan positif ini, generasi muda lebih diarahkan ke hal-hal yang lebih baik sehingga bisa mempersempit ruang gerak radikalisme dan terorisme," jelas Dandim.

Ketua DPRD Kab. Garut, Ahmad Badjuri yang juga Ketua PPSI Garut mengupas dua hal pokok, antara lain arah dan tujuan PPSI yang akan datang serta latar belakang diselenggarakannya Pasanggiri Divisi Siliwangi. (aji)** galamedia

Sebagian Jabar Masuki Musim Hujan

BANDUNG, (PRLM).- Sebagian besar wilayah Jawa Barat, saat ini sudah mulai memasuki awal musim hujan. Puncak musim hujan diperkirakan Februari atau Maret 2011. Demikian dikatakan prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Annie Hanifah kepada â€Å“PRLM” di kantornya, Jln. Cemara Bandung, Selasa (1/11).

â€Å“Namun ada juga yang baru memasuki musim hujan Desember 2011, seperti Indramayu barat bagian utara, Subang utara bagian timur, Indramayu timur bagian utara, Karawang bagian tengah, Bekasi utara bagian timur, Karawang/Bekasi bagian utara, Indramayu timur bagian selatan, Cirebon bagian utara, Majalengka bagian utara, Cirebon bagian utara yang berbatasan dengan Majalengka bagian utara,” katanya.

Menurut Annie, sifat hujan bulan November 2011 di sebagian besar wilayah Jabar diperkirakan normal. Sementara itu, daerah di Jabar yang diperkirakan sifat hujannya di atas normal terjadi di Bogor utara bagian tengah, sebagian kecil Bekasi utara, sebagian kecil Karawang utara bagian barat.

â€Å“Selain itu sifat hujan di atas normal terjadi di Purwakarta selatan, sebagian kecil Bandung utara, Subang selatan dan utara bagian timur, Indramayu utara bagian barat dan Cirebon selatan,” ucapnya.

Penentuan awal musim hujan tambah Annie biasanya yang dipakai sebagai ukuran adalah curah hujan yang terjadi pada satu daerah. Bila dalam dasaria pertama yang diikuti dasaria kedua dan ketiga curah hujannya masing-masing diatas 50 milimeter. Atau total curah hujan dasaria pertama sampai dasaria ketiga di atas 150 militer maka bisa dikatakan awal musim hujan telah mulai di daerah tersebut. (A-62/A-26).***
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Wednesday, November 02, 2011

Duh, Kesadaran Warga Bandung Buang Sampah Masih Rendah


Bandung - Kesadaran sebagian warga Kota Bandung dalam membuang sampah ke tempat semestinya masih rendah. Meski sudah diingatkan berkali-kali, masyarakat tetap bandel membuang sampah sembarangan.

Akibatnya, sejumlah jalan di Kota Bandung selalu banjir ketika hujan. Itu karena banyak sungai, selokan, dan drainase yang tersumbat sampah.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung Dada Rosada kembali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Surat yang disampaikan ke tiap kecamatan itu diharapkan juga disosialisasikan hingga ke tingkar RW, RT, dan masyarakat.

"Di surat imbauan saya minta aparat kewilayahan dan masyarakat ikut
aktif menjaga kebersihan. Sudah beberapa kali imbauan itu saya
berikan, tapi kita imbau lagi," ujar Dada saat ditemui wartawan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Minggu (30/10/2011).

Selain itu, ia juga mengeluhkan banyaknya berangkal atau bekas bangunan yang berserakan di pinggir jalan dan menyumbat drainase.

"Saya lihat banyak berangkal yg numpuk, saya harap warga juga tidak membuang berangkal sembarangan," tandas Dada.

sumber : bandung.detik.com

"Mari Menanam Pohon, Itung Itung Ibadah"

BANDUNG, (PRLM).- Pemukiman penduduk Pasar Simpang Dago di RW 12 Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung begitu asri dan bersih serta rindang. Pemandangan itu tentu saja bertolak belakang dengan kondisi pasar Simpang Dago yang semrawut oleh pedagang dan kendaraan, sehingga menjadi terkesan kotor dan kumuh.

â€Å“Mungkin ada imbas dari pasar, sebelumnya keadaan disini juga agak semrawut tapi setelah ikut program Bandung Green and Clean (BGC). Alhamdulillah disini menjadi bersih, asri dan rindang,” kata Ketua RW 12 Kelurahan Lebak Gede, H. A. Sukiman saat ditemui di rumahnya, Minggu (30/10).

Dia menjelaskan, mengikuti program BGC itu mulai awal tahun 2011, saat peluncuran BGC Th 2011 di Taman Pramuka. Sejak itulah, H. Sukiman mulai sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya, kebersihan, menanam pohon, membuat biopori, perlunya tata kelola sampah dan lainnya. â€Å“Dibantu oleh tiga ketua RT dan juga tokoh di sini kami terus melakukan sosialisasi salah satunya lewat pengajian,” katanya.

Sukiman memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya menanam pohon. Namun dalam penyampaiannya Sukiman tidak memaksa warganya. â€Å“Mari menanam pohon. Itung-itung ibadah,” ujarnya.

Dengan himbauan seperti itu, ternyata mendapat respon masyarakat. Buktinya mereka berlomba-lomba menanam pohon di pot dan di beberapa lahan yang kosong milik masyarakat. â€Å“Awalnya hanya beberapa orang saja yang mengikuti program ini, tapi setelah dijalankan warga lainnya pun mengikuti menanam pohon, dan bunga serta tanaman hias,” katanya.

Sukiman menjelaskan, penduduk di RW 12 sebanyak 130 KK dengan jumlah jiwa 700 orang, yang dibagi tiga RT. â€Å“Kini warga sudah gemar menanam pohon baik di pekarangannya atau di ruang-ruang kosong. Ke depan diharapkan bisa mengelola sampah dengan sistem bank sampah,” ujarnya.

Sukiman juga menjelaskan, warga RW 12 sejak dulu rajin untuk melakukan kebersihan lingkungan dengan melakukan Jumat Bersih. Tidak hanya itu, kali Lebaklarang yang membentang diwilayahnya juga sering dibersihkan. (A-113/das)***
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Begini Cara Mencintai Rasulullah


Oleh Muhammad Itsbatun Najih
Seorang hamba sahaya bernama Tsauban sangat ingin berjumpa dengan Rasulullah. Sebab, ia sangat mencintai dan mengagumi akhlak dan kepribadian Nabi akhir zaman tersebut. Namun, tempat tinggalnya sangat jauh, sehingga ia sulit berjumpa dengan Rasul SAW.

Pada suatu hari, Tsauban dapat bertemu dengan Rasulullah. Kesempatan itu digunakannya untuk mendengarkan segala nasihat dan tausiah dari Rasul SAW. Mengetahui Tsauban, Rasulullah tampak heran, sebab warna kulitnya tidak seperti warna kulit orang yang sehat, tubuhnya kurus, dan wajahnya menandakan kesedihan yang teramat mendalam. Rasul pun bertanya, "Apa yang menyebabkan kamu seperti ini?"

"Wahai Rasulullah, yang menimpa diriku ini bukanlah penyakit, melainkan ini semua karena rasa rinduku padamu yang belum terobati, karena jarang bertemu denganmu. Dan, aku terus-menerus sangat gelisah sampai akhirnya aku dapat berjumpa denganmu hari ini," ujarnya.

"Ketika ingat akhirat, aku khawatir tidak dapat melihatmu lagi di sana. Karena, saya sadar bahwa engkau pasti akan dimasukkan ke dalam surga yang khusus diperuntukkan bagi para nabi. Kalaupun toh saya masuk surga, saya pasti tidak akan melihatmu lagi, karena saya berada dalam surga yang berbeda dengan surgamu. Apalagi jika saya nantinya masuk neraka, maka pastilah saya tidak akan dapat melihatmu lagi selama-lamanya," tukas Tsauban. Mendengar curahan hati si budak Tsauban tersebut, Rasulullah pun menjawab, "Insya Allah engkau (berkumpul) bersamaku di surga."

Kisah di atas menyiratkan akan ganjaran bagi orang yang memiliki kekaguman dan kecintaan akan sosok Nabi Muhammad SAW. Bahkan, kerinduannya untuk bertemu dengan sang pujaan, mengalahkan segalanya hingga kesehatannya menurun drastis.

Bentuk kecintaan pada Rasulullah, bukan diukur melalui berapa banyak pujaan atau pujian untuk Rasulullah SAW, melainkan bagaimana sikap dan perilakunya untuk melaksanakan segala apa yang biasa dilakukan oleh panutannya itu (menjalankan sunah). Artinya, kecintaan itu datangnya dari hati dan diamalkan dengan perbuatan, bukan dengan sekadar kata-kata.

Di saat banyak orang menyebarkan fitnah yang dialamatkan pada Rasul SAW, maka salah satu bentuk kecintaan seorang Muslim yang bisa diwujudkan adalah dengan kembali menelaah lebih dalam sirah kehidupan beliau melalui berbagai literatur tentang pribadi beliau. Sebab, pengetahuan yang minim tentang Rasulullah pada sebagian umat Islam, akan menjadi celah bagi sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melemahkan keyakinan umat Islam lewat propaganda dan pemutarbalikkan fakta. Karena itu, dalam membaca sirah nabawiyah pun, harus dipahami makna dan esensi dari akhlak Rasul SAW.

Dan satu hal yang paling esensial dalam menumbuhkan kecintaan pada Rasul SAW adalah meneladani segala perbuatan dan perkataannya. Juga menaati apa yang diperintah dan menjauhi semua yang dilarangnya. Wallahu a'lam.
sumber : www.republika.co.id

Tuesday, November 01, 2011

Matangkan Formasi di Inter Island Cup 2011

Bandung - Persib Bandung musim ini mengandalkan formasi 4-2-3-1 untuk mengarungi kompetisi. Jika ikut jadi tuan rumah sekaligus peserta Inter Island Cup (IIC) 2011, Persib diminta mematangkan formasi tersebut.

Menurut mantan pemain Persib era 1980-an Bambang Sukowiyono, formasi 4-2-3-1 tidak cocok dijadikan pakem di laga kandang. Jika pelatih Drago Mamic bersikukuh dengan pola tersebut, ia meminta Drago semakin mematangkannya.

Sebab di laga Persib vs Semen Padang 15 Oktober lalu, formasi itu terlihat belum berjalan baik. Para pemain pun terlihat masih kebingungan dengan formasi racikan sang juru taktik.

"Banyak catatan yang harus diperbaiki dari pertandingan pertama lalu, salah satunya formasi, itu bisa dimatangkan di IIC," kata Suko, sapaan akrabnya, saat ditemui di Sekretariat PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Senin (31/10/2011).

Dijelaskannya, formasi itu perlu ditinjau ulang apakah akan terus dipatenkan atau tidak. "Itu harus dilihat lagi apakah memang belum dipahami pemain atau kenapa," cetusnya.

Sebelumnya, Suko juga mengatakan formasi 4-2-3-1 lebih cocok dipakai untuk laga tandang di mana Persib mengincar hasil seri atau bermain.

Tapi ketika di kandang, Persib sebaiknya memainkan lebih dari satu striker. Sebab di kandang, Persib dituntut memenangkan pertandingan dan jumlah gol yang banyak.
sumber : bandung.detik.com

10 Hari Pertama Dzulhijjah


Oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah 'Azza wa Jalla daripada hari-hari ini -yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?' Beliau menjawab, 'Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi'." (HR Bukhari).

Kalau pada Ramadan ada 10 hari terakhir yang mulia, karena menanti lailatul qadar, maka pada bulan Dzulhijjah ada 10 hari pertama yang utama, di mana amal saleh yang dikerjakan pada hari-hari itu sangat dicintai Allah, bahkan melebihi jihad fi sabilillah.  Mengingat keutamaan hari-hari tersebut Allah bersumpah dengannya dalam Alquran, "Demi waktu fajar. Dan malam yang sepuluh." (Al Fajr: 1-2).

Di antara 10 hari ini yang paling utama adalah hari haji akbar yaitu hari nahar (10 Dzulhijjah). "Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah SWT adalah hari nahar, lalu hari tasyrik (setelah hari nahar)." (HR Abu Dawud, disahihkan oleh Hakim).

Di antara amal saleh yang disyariatkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah, pertama, melaksanakan ibadah haji dan umrah. "Dan haji mabrur, tidak ada balasan untuknya selain surga." (HR Muslim). Kedua, memperbanyak shalat sunah. "Hendaknya kamu memperbanyak sujud lillah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu karenanya dan menggugurkan dosamu karenanya." (HR Muslim).

Ketiga, berpuasa selama sembilan hari, terutama hari Arafah. "Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjjah, hari 'Asyura serta tiga hari dalam setiap bulan." (HR Ahmad dan Nasa'I dari Hafshah RA). Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Terutama pada tanggal sembilan (yakni hari Arafah) bagi yang tidak berada di Arafah. "Berpuasa pada hari 'Arafah dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya." (HR Muslim).

Keempat, bertakbir dan berzikir. "Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan."(QS Al-Hajj: 28). Kelima, berkurban pada hari nahar (sepuluh Dzulhijjah) atau pada hari-hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah). "Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami." (Shahih At-Targhiib).

Keenam, memperbanyak amal saleh, seperti sedekah, membaca Alquran, birrul waalidain, silaturahim  memenuhi kebutuhan kaum Muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah, dan lainnya. Ketujuh, bertaubat dari dosa dan maksiat serta menjauhi larangan Allah. "Sesungguhnya Allah cemburu, orang mukmin pun cemburu, dan kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin mengerjakan larangan-Nya." (HR Muslim).

Kedelapan, melaksanakan shalat Idul Adha. Di saat bangsa kita diterpa berbagai problema yang menggurita dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, seharusnyalah kita memperkokoh tazkiyatun nafs (kesucian jiwa) melalui ibadah agar mendapat pertolongan Allah SWT.  Amin.

sumber : www.republika.co.id