-

Wednesday, August 24, 2011

PERSIB Serahkan Bank Garansi Rp 5 Miliar

PERSIB Serahkan Bank Garansi Rp 5 Miliar

PERSIB telah menyerahkan surat bukti sedang memproses bank garansi Rp 5 miliar kepada PSSI, Selasa (23/3). Bukti surat bank garansi ini dikeluarkan bank pemerintah seperti yang disyaratkan PSSI untuk mengikuti kompetisi profesional. Dengan begitu, PERSIB telah melengkapi lima dokumen persyaratan, dan memilih berpartisipasi pada kompetisi profesional level I.

Kini PERSIB menunggu pengumuman hasil verifikasi yang akan dipublikasikan PSSI pada 25 Agustus. Sebelumnya, PERSIB telah melengkapi persyaratan aspek legal, sporting, infrastruktur, dan personil. ***


sumber : persib.co.id

Memet, "Jangan Disetujui"

Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bamus) Jabar menilai rencana pengadaan rumah dinas (rumdin) untuk Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara senilai Rp 15 miliar (sebelumnya diberitakan Rp 13,5 miliar, red) akan melukai hati rakyat. Pihaknya juga kecewa dengan pengadaannya dan meminta DPRD serta Pemprov Jabar membatalkan anggaran tersebut.

"Yang saya ketahui rumdin ketua dewan yang ditempati saat ini di Jln. Citarum berada di kawasan elite Kota Bandung. Letaknya sangat dekat dengan gedung DPRD Jabar. Kondisi ini akan memberi keleluasaan yang sangat baik bagi kinerja ketua dewan. Ia bisa pergi dan pulang kantor tanpa terganggu kemacetan. Makanya anggaran tersebut jangan disetujui," ungkap Ketua Bamus Jabar, H. Memet Hamdan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/8).

Dikatakan, jika anggaran tersebut disetujui maka dikhawatirkan setiap pergantian Ketua DPRD akan diiringi pengadaan rumdin. Padahal masih banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. Sebaiknya anggaran ruman dinas ketua dewan itu digunakan untuk hal-hal yang langsung berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Kalau ketua dewan menerima tawaran rumah dinas tersebut jiga kokoro manggih mulud, puasa manggih Lebaran. Menurut saya rumdin yang digunaan saat ini masih layak. Sebab ketua dewan sebelumnya juga menempati rumah tersebut. Jadi ketua dewan sekarang tak perlu lagi beli rumah dinas baru," jelasnya.

Sering kebanjiran

Sementara itu, saat dihubungi, Sekretaris DPRD Jabar Ida Hernida mengungkapkan, rumdin ketua dewan di Jln. Citarum kondisi bangunannya cukup memprihatinkan, sering bocor dan kebanjiran. Selain kurang representatif untuk dipakai kegiatan kedewanan.

"Atapnya terus-terusan bocor. Kalau banjir langsung ke ruang ketua, ruang tamu, dan kamar. Sudah dicoba dibetulkan, tetapi kondisinya seperti itu. Luas tanah dan bangunan rumdin ini juga tidak memenuhi standar kelayakan bagi Ketua DPRD. Luas rumdin ini hanya sekitar 600-700 meter persegi dengan luas bangunan 241 meter persegi," katanya.

Karena terlalu sempit, rumah dinas tersebut juga tidak memiliki ruangan yang semestinya ada. Seperti ruang rapat, ruang ajudan, dan ruang tamu yang representatif. " Pak Ketua akhirnya lebih sering tinggal di rumah pribadinya," jelas Ida. Kendati ada beberapa pihak yang menentang, sepertinya Setwan DPRD Jabar tetap akan menganggarkan pembelian rumdin ketua dewan. (B.96)** sumber : (GALAMEDIA)

Tuesday, August 23, 2011

Ibu Menyusui dan Lansia Ditempatkan Terpisah Dalam Kereta

Bandung - PT Kereta Api (KA) Daops II Bandung bakal memisahkan penumpang kalangan ibu menyusui, wanita hamil, dan lanjut usia (lansia) saat mudik lebaran 2011. Nantinya di setiap rangkaian KA kelas ekonomi itu para penumpang tersebut diprirotaskan tidak menyatu dengan penumpang lain.

"Memang untuk mudik lebaran tahun ini, tidak ada kereta khusus. Karena ada aturan pembatasan penumpang, jadi sekarang bisa leluasa. Tapi kami tetap memprioritaskan memisahkan penumpang ibu menyusui, wanita hamil dan lansia," kata Kahumas PT KA Daop 2 Bandung Bambang Setyo Prayitno saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/8/2011).

Menurut Bambang, tempat untuk penumpang tadi tidak boleh diisi oleh penumpang umum lainnya. Nantinya petugas bakal mengatur dan mengarahkan penumpang khusua itu untuk menempati kereta yang disediakan.

"Tidak mungkin menyatukan penumpang kategori khusus tersebut dengan penumpang umum. Sebab penumpang khusus itu membutuhkan privasi dan kenyamanan," papar Bambang.

Dalam kesempatan tersebut Bambang menjelaskan, selama arus mudik 2011 ini PT KA Daop 2 Bandung memberangkatkan 4 KA ekonomi yakni KA Pasundan dan KA Pasundan Lebaran rute Kiaracondong Bandung-Surabaya Gubeng, KA Kahuripan Padalarang-Kediri, dan KA Kutojaya Selata rute Kiaracondong Bandung-Kutoarjo.

(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Inilah Amal Berbuah Cinta Allah

Inilah Amal Berbuah Cinta Allah

Oleh: Ustadz Aam Amiruddin


Orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadi kekasih Allah. Seorang hamba yang menjadi kekasih Allah pasti akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amal saleh merupakan fondasi utama yang akan mengantarkan kita menjadi kekasih-Nya. Lalu, bagaimana caranya agar ibadah yang kita lakukan bisa mengantarkan pada cinta Allah SWT? Paling tidak ada lima kiat yang harus kita lakukan.

Pertama, lakukan ibadah dengan penuh cinta. Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang paling bening dan jernih. Cinta sebagai media untuk mengikat atau menghubungkan hamba dengan Allah. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah dan kerinduan kepadanya bukan hanya dengan berkomunikasi dalam bentuk shalat, doa, zikir, dan membaca Aquran tetapi diwujudkan juga dalam sikap istiqamah atau konsisiten dalam berpegang teguh pada ajaran Islam.

Rasulullah SAW mengingatkan, "Seorang hamba tidak disebut beriman kecuali bila aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya." (HR Bukhari).
Kedua, lakukan amal saleh secara maksimal sesuai dengan kemampuan. Seorang pengusaha tidak mungkin sukses tanpa mengalami rintangan. Seorang pelajar tidak mungkin menjadi ilmuwan tanpa melalui tahap pendidikan dan ujian. Begitu pula dengan surga. Seorang hamba yang berniat ingin meraih kenikmatan surga, tentu saja harus melewati tahapan ujian dari Allah.

Ketiga, mujahadah, yakni bersungguh-sungguh melakukan amal saleh sehingga setan tidak memiliki peluang untuk menggelincirkan manusia ke dalam kesesatan. Allah SWT akan memberikan petunjuk ke jalan yang diridai-Nya kepada orang yang ibadahnya disertai mujahadah.

Sifat mujuahadah ini tampak jelas pada Rasulullah SAW yang selalu melakukan shalat malam hingga kedua tumitnya bengkak. Ketika itu, Aisyah RA bertanya, "Mengapa engkau lakukan hal ini (shalat malam), bukankah Allah SWT sudah mengampuni dosamu yang sudah lalu dan yang akan datang? Rasulullah SAW bersabda, "Bukankah sepantasnya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?" (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, sabar ketika beramal. Ibadah apa pun, shalat, puasa, zakat, haji, shalat malam, maupun ibadah lainnya, hendaknya dilaksanakan dengan sabar. Kelima, berjamaah dalam melakukan amal saleh.

Sebuah peribahasa menyebutkan, "Seekor harimau tidak akan pernah menerkam kambing yang sedang berkelompok." Peribahasa itu menunjukkan, musuh takut akan perlawanan yang dilakukan secara berkelompok. Begitu juga setan. Ia akan kesulitan menggelincirkan manusia dalam kesesatan jika ibadah selalu dikerjakan secara berjamaah. Apalagi, ibadahnya disertai dengan keikhlasan yang murni karena Allah SWT.

"Tidaklah tiga orang penghuni desa atau penghuni pegunungan yang tidak mendirikan shalat berjamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan. Karena itu, hendaknya kamu melakukan shalat dengan berjamaah karena harimau hanya mau menangkap kambing yang sedang sendirian." (HR Abu Daud dan Nasa'i). Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk meraihnya. Amin.

Dimuat di Republika cetak dengan judul Amal Berbuah Cinta Allah


sumber : www.republika.co.id

Brand United, Belanja Sambil Scrapbooking

Bandung - Jika melihat album-album foto era tahun 70 hingga 90-an milik orang tua kita, om, tante atau bahkan milik kita sendiri, biasanya ada sesuatu yang unik. Album tersebut selain diisi foto, biasanya juga dihias gambar atau tulisan-tulisan yang terangkai dari potongan huruf yang ada di majalah.

Jaman terus bergulir seiring dengan kreatifitas dan ide-ide segar. Mengabadikan momen pun kini lebih menarik dan unik dengan scrapbook. Dengan scrapbook, sebuah foto bisa menjadi lebih hidup dan bermakna berkat didukung ornamen-ornamen scrapbook yang bermotif unik dan beragam.

Salah satu Scrapbook House yang hadir di Bandung yakni My Scrapbook Ideas. MSI yang menjadi the biggest scrapbook store in Indonesia, telah lebih dulu hadir di FO Cascade dan Paris Van Java. Kini MSI juga bisa Anda temukan di Brand United yang memang mengusung konsep fashion and scrapbooking house.

"Brand United memang dikonsep untuk keluarga. Jadi sambil menunggu yang berbelanja, atau setelah berbelanja bisa bikin scrapbook. Yang belum tahu atau belum bisa, bisa belajar di sini karena ada teachernya juga," ujar General Manager Zeta winata kepada detikbandung.

Peralatan perang untuk scrapbooking ini dijual lengkap di Brand United. Beragam pola unik dan berwarna warni membuat kreativitas tumbuh untuk mengabadikan sebuah momen hingga lebih bermakna dan indah dilihat.

MSI banyak diminati para pecinta fotografi dan scrapbook. Karena tidak hanya produk yang berkualitas yang dihadirkan, namun juga edukasi kepada para pecinta scrapbook terus dilakukan.

Saat ini dengan anggota komunitas pecinta scrapbook lebih dari 9.000 orang MSI mempersembahkan workshop yang lebih luas dan nyaman bagi para pecinta scrapbook di Bandung, salah satunya melalui Brand United.



(avi/ern)


sumber : bandung.detik.com

Warga Resah Bau Gas dari Rumah Ajang Masih Menyengat

Bandung - Warga Gang Misbah RT 3 RW 3 Kelurahan Sukahaji Kecamatan Babakan Ciparay resah karena bau gas dari tabung elpiji 3 kilogram yang meledak di rumah Ajang (47) masih tercium menyengat. Di lantai satu rumah Ajang, masih terdapat puluhan tabung gas elpiji siap jual. Ajang merupakan penjual gas.

"Warga jelas sangat resah. Ini bau gas tetap ada. Khawatir gas lainnya bocor," ujar Deden Suherlan (45), saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (23/8/2011) siang.

Menurut Deden, beberapa warga ketakutan ledakan terulang lagi. Sejumlah warga tadi sempat berembug untuk mengambil tumpukan tabung elpiji yang masih disegel di ruang tamu. Tapi warga tidak bisa bertindak karena takut.

"Kami minta pihak terkait untuk bisa membantu mengangkat tabung elpiji itu. Wajar warga resah," paparnya.

Puluhan warga yang penasaran masih berkerumum untuk melihat bangunan yang hancur seperti bekas dibom. Garis polisi terbentang di lokasi kejadian. Hingga pukul 11.30 WIB, bau gas masih menyengat.

Sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (23/8/2011), saat itu Ajang menyalakan kompor gas untuk memasak mie instan. Namun saat kompor menyala, langsung meledak. Diduga karena tabung gas bocor. Akibatnya Ajang, istri dan seorang anaknya mengalami luka-luka.


(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pramuka Harus Gaul dan Pintar Berwirausaha

KETUA Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar yang juga Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengungkapkan saat ini Gerakan Pramuka di Jabar sudah memperkenalkan kegiatan pramuka dengan basic kewirausahaan (life skill). Untuk mengimplementasikan program tersebut Gerakan Pramuka Jabar sudah menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar. Program yang dilakukan adalah menggelar pelatihan kewirausahaan.

Pelatihan yang diberikan kepada anggota pramuka adalah handycraft, cara membuat kue, mengelas, reparasi HP, UKM, dan lainnya. Dengan keahlian itu, selain membuka lapangan kerja baru, juga diharapkan bisa mengajarkan keahlian itu kepada orang lain.

Dalam peringatan HUT Pramuka ke-50 di Teater Tertutup Taman Budaya Jabar, Dago, Kota Bandung, Sabtu (20/8), Dede menegaskan dengan kewirausahaan maka akan mengubah pandangan remaja sekarang kepada kegiatan pramuka. Sekarang kegiatan pramuka itu tidak hanya kegiatan berkemah, pelatihan morse, semapur, dan tali temali. Tapi pramuka harus mampu menciptakan lapangan kerja dan turut menuntaskan kemiskinan.

"Pelatihan kewirausahaan sudah kita mulai dilaksanakan di Jabar. Salah satunya mengajak Disnaker untuk melakukan pelatihan kewirausahaan. Diharapkan hal ini dapat mengubah cara pandangan remaja sekarang pada kegiatan pramuka. Selain itu, Pramuka sekarang tidak jadul lagi, tapi harus gaul," kata Dede.

Tidak hanya itu, ia menambahkan Gerakan Pramuka Jabar sudah merambah pada bidang teknologi informasi. Kwarda Jabar sudah meluncurkan Saka Telematika yang didukung PT Telkom dan Polda Jabar. Saat ini pihaknya terus mempromosikan program ini ke sejumlah kwarda seperti Jambi, Banten, DKI, Jateng, Jatim, dll. Sebab kalau mendapat dukungan minimal 9 kwarda, maka Saka Telematika dari Kwarda Jabar ini akan menjadi saka baru secara nasional.

"Pada prinsipnya, siapapun termasuk anggota pramuka bisa sukses dalam menekuni segala profesi, asalkan ia fokus dan konsisten menjalankannya. Apalagi, sejak dari siaga, anggota pramuka dilatih untuk berani tampil, bersaing menunjukkan prestasi, dan kreatif," tegas Dede.

Dikatakannya, pada ulang tahun emasnya ini anggota gerakan pramuka patut berbangga hati karena UU Gerakan Pramuka sudah disahkan. Yakni UU No. 12/2011 tentang Gerakan Pramuka. Undang-undang ini menggantikan Keppres No. 238/1961 tentang Kepanduan. Inti undang-undang itu adalah pengakuan bahwa Pramuka merupakan satu-satunya gerakan kepanduan di Indonesia. Termasuk menginstruksikan setiap daerah untuk mendukung gerakan pramuka.

"Dukungan itu bisa berupa anggaran atau dukungan pelatihan-pelatihan yang melibatkan berbagai dinas di pemerintah daerah. Melalui undang-undang ini kita juga berharap bisa menghidupkan kembali pramuka yang seolah-olah seperti raksasa yang tertidur. Pramuka bisa bertahan selama 50 tahun suatu kebanggaan yang tiada tara. Tapi jangan terlena. Karena itu perlu re-branding agar pramuka bisa diminati generasi muda," imbuhnya.

Ia menyebutkan Kwarda Jabar terdiri atas 26 kwarcab, 593 kwartir ranting, 9 saka, dan 49.861 gugus depan. Sementara jumlah peserta didik (siaga, penggalang, penegak, pandega, dan pramuka berkemampuan khusus) di tahun 2011 mencapai 3,7 juta sementara di tahun 2010 sebanyak 3,2 juta.

Pada HUT tersebut kwarda Jabar memberikan lencana melati, lencana dharma bakti dan penghargaan kepada sosok-sosok yang telah mendukung, berbakti, dan memberi teladan bagi gerakan pramuka. (adv)** sumber : (GALAMEDIA)

Wisata Alam Curug Cinulang Jawabarat

Bagi Anda yang kerap melintasi jalur Nagreg dari Bandung menuju Garut atau sebaliknya, sesekali tak ada salahnya menyempatkan untuk mengunjungi Taman Wisata Alam Curug Cinulang. Lokasi wisata yang berada di Jalan Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini agaknya bisa menjadi tempat Anda melepas lelah.

Curug Cinulang adalah sebuah obyek wisata alam berupa air terjun yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Walaupun letaknya di antara kedua kabupaten tersebut, tetapi secara administratif Curug Cinulang berada di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Untuk dapat mencapai lokasi Curug Cinulang yang berjarak sekitar 38 kilometer ke arah timur dari Kota Bandung ini relatif mudah karena dapat melalui jalan tol Cipularang. Setelah melewati pintu tol Cileunyi diteruskan melalui jalan Bandung-Garut yang relatif ramai karena merupakan jalan yang menghubungkan kota-kota lain yang ada di sekitar pantai selatan Pulau Jawa. Pada saat sampai di sekitar kilometer 11 jalan Bandung-Garut terdapat sebuah papan petunjuk menuju ke lokasi wisata Curug Cinulang. Dari papan petunjuk ini jarak yang harus ditempuh masih sekitar 2,5 kilometer lagi ke arah timur.

Betapa tidak, Curug Cinulang yang hanya berjarak 2,5 kilometer dari jalur utama Bandung-Garut ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah dengan dikelilingi perbukitan dan udara yang sejuk. Daya tarik utamanya tentu saja gemericik air terjun yang jatuh dari ketinggian 10 meter. Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 2.000 Anda sudah dapat menikmati keindahan Curug Cinulang.

Jika tak membawa bekal makan dan minum, Anda tak usah khawatir. Di sekitar lokasi air terjun, banyak pedagang yang siap menyajikan berbagai minuman ringan dan makanan kecil. Namun sayang, kepedulian akan kebersihan masih kurang di lokasi wisata ini. Terbukti dari masih banyaknya sampah yang berceceran.

Biasanya obyek wisata ini dipadati pengunjung usai Lebaran. Tak terkecuali untuk liburan akhir pekan kali ini, jumlah pengunjung juga naik. Menurut data dari pengelola taman wisata ini, sejak liburan panjang kali ini jumlah pengunjung naik sebesar 10 persen.

Setelah sampai di pintu gerbang kawasan wisata Curug Cinulang, petugas setempat akan meminta bayaran sebesar Rp2.000,00 per orang sebagai tiket masuk dan apabila membawa kendaraan ditambah biaya lagi sebesar Rp1.000,00 per kendaraan. Namun bagi yang membawa kendaraan bermotor, setelah sampai di areal parkir, ada petugas lagi yang meminta jasa parkir sebesar Rp2.000,00 per kendaraan. Selanjutnya, dari areal parkir diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter hingga akhirnya sampai ke lokasi air terjun. Di sepanjang perjalanan menuju curug ini banyak ditemui warung-warung yang menjual makanan dan minuman maupun aksesoris khas tempat wisata.

Sesampai di lokasi, pengunjung dapat melihat dua buah air terjun yang ketinggiannya hampir sama. Air terjun yang pertama adalah air terjun “utama” yang aliran airnya deras. Sedangkan, air terjun lainnya yang merupakan pecahan dari air terjun pertama, letakknya sekitar 30 meter ke arah barat. Karena derasnya air yang mengalir di kedua air terjun ini, mengakibatkan jarang ada pengunjung yang berani berada didekatnya. Umumnya mereka lebih memilih bermain dengan jarak sekitar 5 meter dari kolam limpahan air atau menikmatinya dari jembatan yang melintasi Sungai Citarik (aliran air di bawah Curug Cinulang). Sebagai catatan, selain air terjun di kawasan wisata ini juga terdapat tempat bermain anak yang letaknya berada di atas bukit di seberang Sungai Citarik.

Sebagai catatan lagi, keindahan panorama Curug Cinulang ini pernah diabadikan dalam sebuah lagu pop Sunda karya Yayan Djatnika berjudul “Curug Cinulang” yang liriknya sebagai berikut.

Di Curug Cinulang
Bulan bentang narembongan
Hawar-hawar aya tembang
Tembang asih tembang kadeudeuh dua'an

Di Curug Cinulang
Batin ceurik balilihan
Numpang kana Panghareupan
Cinta urang mugi asih papanjangan

Kabaseuhan cai ka heman
Kaceretan ibun kamelang
Mengket pageuh geter rasa kahariwang
Hariwang cinta urang panungtungan


Sumber http://uun-halimah.blogspot.com/2008/12/curug-cinulang-jawa-barat.html

PERSIB Serahkan Dokumen Persyaratan

PERSIB Serahkan Dokumen Persyaratan


PERSIB telah menyerahkan dokumen persyaratan untuk mengikuti kompetisi profesional 2011-2012. Namun, satu dokumen lagi, bukti bank garansi masih dalam tahap proses karena masih ada waktu sehari lagi sesuai batas waktu penyerahan oleh PSSI, Selasa (23/8). Penyerahan dokumen persyaratan selain bukti bank garansi, dilakukan melalui email, Senin (22/8) dan telah diterima pihak asistensi. Dengan adanya batas waktu penyerahan dana ke PSSI atau bukti bank garansi, maka kesempatan itu akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh PT PERSIB Bandung Bermartabat.

Sementara itu, PSSI mengeluarkan surat edaran kepada klub bernomor:1498/AGB/92/VIII-11 per tanggal 19 Agustus dan ditandatangani Sekjen PSSI, Tri Goestoro, klub yang akan mengikuti Kompetisi Profesional 2011, perlu melengkapi persyaratan:
1.Setiap klub peserta kompetisi diwajibkan menyerahkan Deposit Partisipasi atau Bank Garansi dengan besaran nilainya Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) untuk level 1 dan Rp.2.000.000.000 (dua miliar rupiah) untuk level 2;
2. Jika klub memilih Bank Garansi, maka persyaratannya adalah harus dikeluarkan oleh Bank Pemerintah dan Bank garansi dimaksud boleh atas nama PT (Perseroan Terbatas) tempat klub tersebut bernaung atau atas nama pihak ke tiga dengan ketentuan disertai surat pernyataan bahwa pihak ke tiga tersebut mengikat diri secara penuh kepada PT atau klub yang dijaminnya;
3. Kesertaan pemain asing berjumlah 3 (tiga) tambah (1) untuk level 1 dan 2 (dua) tambah 1 (satu) untuk level 2;
4."Budgeting Cap" (total biaya tim dalam satu tahun) sebesar Rp. 15.000.000.000 (lima belas miliar rupiah) untuk level 1 dan Rp. 8.000.000.000 (delapan miliar rupiah) untuk level 2;
5. Gaji maksimum pemain lokal ditentukan oleh klub yang bersangkutan dengan durasi kontrak minmal 2 (dua) tahun;
6.Klub harus membuat anggaran tahunan;
7. Klub menunjuk dan membuat kontrak dengan auditor independen. Isi kontrak juga harus memuat bahwa auditor akan melakukan audit di tengah musim dan akhir musim kompetisi; ***


sumber : persib.co.id

Monday, August 22, 2011

Jalur Lingkar Nagreg Dibuka Hari Ini

Bandung - Setelah tertunda pembukaannya pada H-10 lalu, Jalur Lingkar Nagreg akhirnya dibuka untuk umum pada Senin (22/8/2011). Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dicky Syaromi menyatakan, secara resmi Jalur Lingkar Nagreg dibuka pada H-7.

"Lingkar Nagreg hari ini sudah dibuka. Semula rencananya H-10 sudah dibuka tapi melihat situasional memang baru resminya H-7," ujar Dicky saat dihubungi wartawan via telepon selulernya, Senin (22/8/2011).

Secara fungsional, jalur tersebut akan dibuka seterusnya hingga setelah arus mudik berakhir.

Dicky menuturkan, penerangan jalan umum (PJU) dan marka jalan serta rambu-rambu jalan telah dipasang. "Untuk rambu sudah terpasang semua, PJU juga sudah dilengkapi. Itu sudah cukup memadai," katanya.

Ia menjelaskan, sejak dibuka sekitar pukul 11.00 WIB belum terlihat ada lonjakan jumlah kendaraan. "Kita belum melihat adanya kepadatan kendaraan yang signifikan," tuturnya.


(tya/tya)


sumber : bandung.detik.com

Usai Divonis Bebas, Eep Minta Maaf pada Masyarakat Subang

Bandung - Setelah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Bupati Subang Nonaktif Eep Hidayat meminta maaf pada masyarakat Subang. Dengan berurai air mata dan suara bergetar, Eep meminta maaf karena karena terlilit kasus ini, ia tak bisa dekat dengan rakyatnya seperti biasanya.

Hal itu diungkapkan Eep pada wartawan usai mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Senin (22/8/2011).

"Setelah ini saya akan lebih bersyukur. Saya akan menyelesaikan puasa, menyelesaikan ibadah saya. Saya juga akan meminta maaf pada masyarakat Kabupaten Subang karena setahun ini saya tidak pernah keliling desa. Biasanya saya nginep di desa-desa di Subang," ujar Eep dengan suara bergetar diikuti mata yang berkaca-kaca.

Ia menyatakan rasa syukur atas putusan yang ia terima itu dengan mengucapkan terimakasih pada pihak yang selama ini mendukungnya. Ia pun mengaku memetik banyak pelajaran berharga selama menjalani proses persidangan.

"Saya bersyukur pada Allah SWT. Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Sebagai manusia yang khilaf dan bodoh saya mendapatkan ilmu yang paling berharga dari proses peradilan yang ditimpakan kepada saya. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga pada pemerhati keadilan, pada pers yang setia meliput persidangan saya. Dan juga pada masyarakat, pada majelis hakim dan pada JPU. Saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, ini berarti proses peradilan yang adil masih ada di negara RI yang tercinta ini," katanya.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Rindu Surga

Rindu Surga

Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Ilham


Salah satu doa yang dianjurkan dibaca menjelang berbuka dan dalam setiap munajat Ramadhan adalah permintaan ridha dan surga-Nya. Allahumma inna nas-aluka ridhaaka wal jannah wa na'uudzubika min syakhotika wan naar, "Ya Allah hamba mohon ridha-Mu dan surga-Mu dan hamba mohon perlindungan dari murka dan siksa neraka-Mu."

Setiap orang yang beriman pada Allah dan hari akhir pasti merindukan surga. Ia merindukan surga bukan karena sudah bosan hidup di dunia, tetapi karena ia memahami dan meyakini bahwa kehidupan yang hakiki dan abadi hanyalah kehidupan surga (QS al-A'la, 87: 17).

Surga dengan segala personifikasinya adalah tempat yang dirindukan oleh seluruh makhluk Allah. Tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna, sia-sia, dan dusta. Di dalamnya, ada mata air yang mengalir, sungai susu yang mengalir di bawah tanah (QS al-Hijr: 45-48), takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang selalu tersedia, bantal-bantal sandaran yang tersusun rapi (al-Kahfi: 30-31), permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis sebaya bermata indah dan menyenangkan (QS Shad: 49-54).

Seluruh kenikmatan surga tersebut ternyata pada bulan diijabahnya semua doa ini adalah yang diminta secara khusus; kiranya kita adalah yang tercatat sebagai penghuni sahnya. Masalahnya, apakah surga merindukan kita? Rasul memberikan jawaban bahwa ada empat golongan manusia yang dirindukan surga.

Pertama, orang yang senantiasa membaca Alquran (taaliy al-Qur'an). Tampaknya wajar jika surga merindukan ahli Alquran ini karena sejak di dunia saja mereka sudah dipilih oleh Allah dengan dikepakkan sayap malaikat yang selalu menaunginya, dicurahkan kasih sayang-Nya, diliputi ketenangan hati, dan selalu diingat oleh-Nya (HR Bukhari). Bahkan, di mata Rasulullah, orang terbaik di dunia dan akhirat tidak lain adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya (HR Bukhari Muslim).

Kedua, orang yang senantiasa menjaga lisannya (haafizhul lisaan). Tidaklah struktur kata yang keluar dari lisannya kecuali berorientasi kepada rahmat hikmah dan berkah. Pantang baginya berkata kotor, angkuh, dan menyakitkan. Bukankah di surga tidak akan ada kata-kata yang sia-sia dan dusta? Keselamatan hidup, baik di dunia maupun akhirat, di antaranya ditentukan karena terjaganya lisan, salaamatul insaan fi hifzhil lisaan. 

Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan (muth'imuth tho'aam).  Sungguh, Allah Yang Maha Berterima Kasih (Syakuur) akan membalas sekecil apa pun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan, Allah akan memberi kita minum pada Hari Kiamat nanti pada saat orang-orang sedang dilanda dahaga hebat.

Keempat, orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan (shooimur ramadhaan). Di bulan yang mulia dan penuh berkah ini, Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, bila kita berpuasa dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro'at dan taqarrub, serta ibadah apa pun dengan hanya mengharap ridha-Nya.

Bahkan, di surga ada satu gerbang indah lagi kokoh yang disebut dengan gerbang ar-Royyan, ternyata hanya dipersiapkan untuk mereka yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan ikhlas karena Allah.


sumber : www.republika.co.id

Tongkol Setan Kuartet S Pas Bagi Penggila Pedas

Bandung - Sesuai namanya 'Tongkol Setan', rasa pedas penganan satu ini memang enggak nahan. Tapi bagi Anda yang tidak terlalu suka pedas, jangan khawatir Tongset ini ada beberapa level kepedasan.

Level terendah ditandai S. Sementara level paling tinggi kuartet S (SSSS). Di antara keduanya masih ada dua level, yaitu SS dan SSS. Saran dari si pembuat, jangan mencoba yang SSSS jika tidak kuat pedas karena jumlah cabai rawit dan cabai keriting yang digunakan sangat banyak.

Tongset buatan Esti 'Cherrybombshell' (band indie di Bandung-red), dijual mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu, tergantung tingkat kepedasan.

Selain bagi pencinta pedas, Tongset ini juga cocok bagi yang selama ini alergi konsumsi ikan tongkol. Biasanya bagi yang alergi mereka gatal-gatal atau menjadi batuk setelah santap tongkol. Namun Esti menjamin, Tongset buatannya tak menimbulkan alergi.

Menurut Esti, Tongset yang ia buat berbahan dasar ikan tongkol dengan kualitas baik. Ada dua kali proses hingga menghasilkan ikan tongkol yang siap dibuat Tongset.

"Yang bikin gatelnya dan anyir itu kan yang item-itemnya. Kita ngambilnya daging-dagingnya saja yang berwarna putih," tutur Esti.

Esti memang tidak menjamin tidak akan gatal. Tapi berdasarkan pengalaman, sejauh ini tidak ada yang protes Tongset buatannya biki gatal. "Banyak yang alergi, setelah menyantap Tongset buatan Esti enggak gatel-gatel. Enggak usah khawatir, sejauh ini enggak ada yang complain," ungkapnya.

Menurut Esti tongset buatannya tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga hanya bisa tahan empat hingga lima hari. Masukkan saja ke dalam lemari es, dan hangatkan jika ingin menyantapnya.

Untuk menghangatkan, bisa dikukus, digoreng, dan dicampur dengan makanan lain. Esti biasanya memakan Tongset ini sebagai campuran mie rebus, atau dicampur dengan sayur asem yang dingin.

"Kita pengen orang-orang berkreasi dengan Tongset ini," ujar Esti yang terjun langsung untuk memasak Tongset ini.

Untuk warga Ujungberung Tongset bisa didapat langsung dari dapur Esti. Datang saja ke rumahnya di Jalan Jatiluhur 7 Blok D 3 No 17, Komplek Pasirjati, Cijambe Bandung. Atau Anda yang tinggal di Kota Bandung bisa pesan dan menunggu pesanan Tongset tiba di rumah, cukup bayar Rp 10 ribu.


(avi/ern)


sumber : bandung.detik.com

Puasa untuk Takwa

"ALQURAN menyatakan bahwa berpuasa akan membuat kita menjadi takwa," tanyaku pada sang Maulana, "Untuk apa sih takwa itu? Hidup hari-hari ini lebih membutuhkan uang untuk mudik!"

Maulana melihatku sejenak, lalu menjawab, "Seorang sahabat bertanya pada Umar bin Khattab, 'Ceritakan padaku tentang takwa!' Sahabat Nabi yang utama ini kemudian mengajak si penanya untuk membayangkan sesuatu. 'Sahabat, pernahkah kau melewati jalan yang berduri?' Si penanya menjawab, 'Ya, saya sering '. Umar bin Khattab mengangguk, 'Kenapa kau tetap mau melewati jalan itu dan bagaimana caranya?".

Sahabatnya Umar bin Khattab ini menjawab, 'Tentu saja karena ada sesuatu yang sangat penting yang membuat saya harus tetap melewati jalanan berduri itu atau jalan lain lebih berduri lagi daripada jalan itu. Caranya? Tentu saja saya akan sangat berhati-hati, tidak lengah!"

"Itulah takwa!" Ujar Umar bin Khattab. Berhati-hati menempuh jalan yang akan mengantarkan kita dapat mencapai harapan adalah takwa. Takwalah yang menjadi tujuan dari kegiatan berpuasa. Jadi berpuasa adalah latihan agar kita bisa selamat melewati jalan-jalan kehidupan dunia yang penuh dengan duri dan lubang.

Puasa menyulap kita menjadi anak manusia yang mau menjalani kehidupan dengan cara yang terpuji, ihsan. Ya, ihsan terhadap diri sendiri telah ditunjukkan pada diri kita. Tubuh yang selama 11 bulan dibebani kerja yang luar biasa sibuk, dalam satu bulan ini diberi kesempatan untuk beristirahat, meremajakan dirinya. Itulah ihsan kita.

Keluarga yang selama 11 bulan diabaikan keakrabannya, dalam satu bulan ini kita "dipaksa" untuk menyapa mereka dengan penuh kasih sayang. Selama satu bulan ini kita bangun bersama, makan bersama, salat bersama, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Betapa luar biasa bulan ini, semua orang telah menjelma menjadi pelatih untuk menjadi ihsan.

"Nah, menurutmu mana yang lebih kau butuhkan: takwa atau uang?" tanya sang Maulana."Saya akan memilih takwa kalau begitu," ralatku segera.Maulana tersenyum, saya tersipu malu. (Penulis, dosen UIN SGD Bandung, mahasiswa Program Doktoral UPI Bandung)**

Oleh: BAMBANG Q. ANEES