-
Showing posts with label mingguan. Show all posts
Showing posts with label mingguan. Show all posts

Monday, May 02, 2011

Zaky Yamani Nahkodai AJI Bandung

Bandung - Zaky Yamani, wartawan Pikiran Rakyat didapuk menjadi ketua umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung. Zaky menjadi ketua setelah digelar Konferensi AJI Kota Luar Biasa (Konfertalub) Sabtu, (30/4/2011).

Konfertalub ini digelar di Aula Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jabar di Jalan Malabar. Ada 24 anggota AJI Bandung yang memiliki hak suara yang memberikan suaranya dalam acara tersebut.

"Ada 24 anggota AJI Bandung yang memberikan suaranya dalam Konfertalub tersebut. Anggota-anggota tersebut bukan hanya dari Bandung saja, tapi juga dari daerah lain seperti Garut, Sumedang dan lainnya yang tergabung dalam AJI Bandung," papar Arie, salah seorang panitia Konfertalub AJI Bandung kepada detikbandung, Senin (2/5/2011).

Lebih lanjut Arie menuturkan bahwa Konfertalub AJI Bandung dilakukan karena beberapa pengurus AJI Bandung periode 2010-2013 harus pindah tugas ke Jakarta. Ketua AJI Bandung, Agus Rakasiwi (kompastv) dan Sekertaris AJI Bandung Andry Haryanto (detik.com) serta Bendahara Alwan Ridwan Ramdhani (tempo) saat ini bertugas di Jakarta.

"Mereka mengundurkan diri dari jabatan mereka. Karena dalam aturan AJI, jika ada anggota AJI kota yang pindah kota maka harus berganti keanggotaan menjadi anggota kota setempat," jelasnya.

Ada 5 orang kandidat ketua dalam Konfertalub kali ini. Mereka adalah Zaky Yamani, Adi Marsela, Anwar, Ahmad Fikri, Adit dan Rana Akbari Fitriawan.

Zaky Yamani terpilih sebagai ketua dan Adi Marsela sebagai sekertaris AJI Bandung periode 2011 -2014. Berbekal pengalaman menakhodai Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB),  pasangan ini diharapkan dapat membawa AJI Bandung lebih baik lagi dalam tiga tahun mendatang.

Selamat bertugas kawan...

(afz/ern)


sumber : bandung.detik.com

Soldatenkaffe, Tempat Nongkrong 'Serdadu' Jerman

Bandung - Beragam pilihan konsep kafe yang unik dan nyaman memang sudah tidak asing lagi disajikan pengusaha kuliner di Kota Bandung. Wisatawan atau warga Bandung sendiri dibebaskan untuk memilih kafe sesuai dengan selera masing-masing.

Namun bagi yang sudah mulai bosan dengan konsep kafe yang itu-itu saja, 9 April 2011 lalu Kota Bandung punya satu kafe lagi yang cukup unik. Kafe yang belum genap satu bulan berdiri ini bernama Soldatenkaffe. Namanya diambil dari bahasa Jerman yang berarti Kafe Serdadu atau Tentara.

Sesuai namanya, Soldatenkaffe memiliki konsep dengan interior yang bertemakan pasukan tentara Jerman. Nama Soldaten Kaffe juga sama dengan kafe yang pada zaman Perang Dunia ke II pernah ada di Paris.

Saat masuk ke dalam kafe ini, tak tampak seperti kafe-kafe pada umumnya, namun terlihat seperti galeri bahkan museum sejarah yang menyimpan banyak cerita tentara Jerman. Mulai dari pakaian perang, poster, foto, hingga peralatan perang lengkap.

Interior ruangannya didominasi  warna merah dan hitam. Sofa-sofa empuk pun siap memanjakan siapa pun yang duduk. Deretan kue-kue menggugah selera tersusun rapi dalam etalase kayu yang minimalis. Kafe yang memang tidak terlalu luas ini memang di desain minimalis.

Adalah Henry Mulyana yang menjado otak di belakang kace unik ini. Pria berusia 33 tahun ini sengaja menyuguhkan koleksi pribadinya untuk digunakan sebagai interior di kafe-nya.

"Waktu memutuskan untuk bikin usaha ini, saya pikir mengapa tidak pakai koleksi saya sendiri saja. Jadi tidak perlu repot memikirkan bagaimana konsep kafenya," tutur Henry kepada detikbandung.

Karena konsep yang unik, kafe yang berada di Komplek Paskal Hypersquare ini kerap didatangi wisatawan asing yang ingin sekadar memotret suasana kafe ini.

"Dibilang seperti galeri mungkin bisa, karena memang isinya koleksi-koleksi saya tentang sejarah tentara Jerman. Suka ada bule yang datang ke sini cuma motret saja lalu keluar lagi," jelas Fery.

(avi/ern)


sumber : bandung.detik.com

Diduga Bom, Tabung Gas Diamankan Gegana

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Petugas Pertamina mengangkut elpiji subsidi tiga kilogram di LPG Filling Plant Pertamina, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (23/8/2007). YOGYAKARTA, KOMPAS — Sebuah tas ransel warna hitam yang diduga berisi rangkaian bom ditemukan Senin (2/5/2011) pagi di Jalan Suryotomo atau di depan Hotel Melia Purosani, Yogyakarta. Peristiwa yang menjadi perhatian warga itu terjadi ketika Toha, warga Ledok Ratmakan, menemukan sebuah tas ransel warna hitam yang diletakkan di depan pintu sebuah bengkel di Jalan Suryotomo. Khawatir tas tersebut berisi bom, warga pun melapor kepada polisi."Kami takut, jangan-jangan bom, sebab diletakkan begitu saja pada pukul 02.30 dini hari tadi. Kemudian kami laporkan ke polisi," ujar Toha, orang yang pertama kali menemukan tas tersebut.Sekitar pukul 06.30, tim Gegana Polda DI Yogyakarta datang dan langsung mendeteksi tas hitam tersebut. Arus lalu lintas di Jalan Suryotomo pun macet akibat banyaknya warga yang menyaksikan penyelidikan. Apalagi pendeteksian benda berlangsung sangat hati-hati dan cukup menegangkan.Untuk memudahkan proses evakuasi benda tersebut, arus lalu lintas di Jalan Suryotomo dialihkan dan ditutup untuk sementara waktu.Setelah dideteksi dengan alat X-Ray diketahui ada unsur logam di dalam tas ransel. Namun, benda tersebut tidak diurai di lokasi karena berada di pusat kota dan di dekat keramaian. Tas tersebut lalu diamankan dan dibawa ke Markas Brimob Polda DIY untuk diurai.Sebelum tas itu dibawa, anggota Gegana sempat membukanya dan terlihat bahwa benda di dalam tas adalah tabung gas 3 kilogram. Namun, benda tersebut tetap dibawa ke markas Brimob Polda DIY untuk diketahui isi tas lainnya."Untuk sementara yang terlihat di permukaan adalah tabung gas 3 kilogram. Namun, benda tersebut dibawa ke markas untuk diurai," ujar Wakil Kepala Polda DIY Komisaris Besar Tjiptono yang ikut memantau di lokasi.Tas ransel hitam itu kemudian dimasukkan ke dalam tabung khusus bahan peledak dan dibawa dengan mobil Gegana.

PKS Kota Bandung Godok 15 Nama Bakal Cawalkot 2013

Bandung - Meski Pemilukada masih dua tahun lagi, DPD PKS Kota Bandung sudah mengantongi 15 nama bakal calon wali kota (cawalkot) Bandung periode 2013-2018. Dari ke-15 bakal calon itu akan dipilih satu orang untuk menjadi cawalkot.

"Rencananya ke 15 calon tersebut nama-namanya akan diumumkan ke publik dalam waktu dekat. Kita masih harus menempuh beberapa langkah lagi hingga akhirnya muncul satu nama calon wali kota bandung," ujar Wasekum III Bidang Komunikasi Politik dan Humas DPD PKS Kota Bandung, Andri Rusmana, saat ditemui di Hotel Posters, Jalan PHH Mustopa, Minggu (1/5/2011).

Meski berhasrat kadernya jadi wali kota Bandung, tidak menutup kemungkinan kader yang diusungnya justru jadi calon wakil wali kota Bandung. Bahkan, calon yang diusung bisa saja berasal dari eksternal PKS.

"Kemungkinan untuk mengusung calon dari eksternal PKS memang ada," terangnya.

Untuk mencari 15 orang tersebut, DPD PKS Kota Bandung menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) tahun 2011 di Hotel Posters. Selain mencari siapa saja calon wali kota maupun wakil wali kota, dalam Mukerda juga dibahas mengenai program kerja partai pada 2011.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu dihadiri di antaranya oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Edi Siswadi dan Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandaru. Sekitar 250 kader PKS hadir dalam kegiatan tersebut.


(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pembunuh di Hotel Wilis Diduga 3 Orang

YOGYAKARTA, KOMPAS -  Kepolisian Resort Kota Yogyakarta menduga pembunuh  tamu Hotel Wilis di Yogyakarta sudah merencanakan. Dugaan itu muncul setelah polisi melakukan  pemeriksaan empat saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Dari hasil pemeriksaan sementara, sebelum terjadi pembunuhan pelaku sudah menyiapkan semuanya," kata Kapolresta Yogyakarta, AKBP Mustaqim, Minggu (1/5/2011), di Yogyakarta. Menurutnya, penemuan senjata berupa pisau dan cutter di dalam kamar adalah salah satu indikasi bahwa aksi pembunuhan sudah direncanakan dengan baik. Apalagi identitas penghuni kamar hotel berubah-ubah. "Kami masih akan kembangkan untuk temukan apa dibalik kejadian itu. Sudah empat saksi yang kami periksa untuk pengembangan kasus," jelasnya. Analisis intelijen Polresta Yogyakarta menyebutkan, pembunuh terdiri dari tiga orang yang datang terakhir sebelum korban ditemukan tewas pada hari Sabtu (30/4/2011). Korban belum diketahui identitasnya. "Saya berani menjamin, pelakunya pasti tiga orang itu, tapi yang paling utama saat ini mengetahui siapa korban dan latar belakangnya," kata narasumber yang tidak mau disebutkan namanya. Seorang pria yang menginap di Hotel Willis, di Jalan Sultan Agung, Yogyakarta, ditemukan tewas di kamar mandi kamar, Sabtu sekitar pukul 09.00. Korban datang kali pertama Sabtu sepekan sebelumnya sekitar pukul 20.00 WIB diantar tukang becak. Jenazah korban berada di dalam kamar mandi dengan kondisi terikat tangan dan kaki. Bagian tubuhnya ada bekas tusukan. Saat masuk mengaku bernama Wiyono namun beberapa hari kemudian seorang pria datang menyerahkan KTP atas nama Mahmudi.  (Iwan Al Khasni) 

Sunday, May 01, 2011

Lahar Dingin Merapi Menerjang Lagi

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Warga melihat banjir lahar dingin yang melintasi jalur lalu lintas Yogyakarta-Magelang di Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (20/1/2011). Banjir yang melalui Kali Putih tersebut mengakibatkan jalur lalu lintas kembali terputus dan tergerusnya sebagian badan jalan. YOGYAKARTA, KOMPAS - Hujan deras yang mengguyur kawasan Yogyakarta sejak pukul 14.30, Minggu (1/5/2011) mengakibatkan banjir lahar dingin di sepanjang Kali Gendol dan Kali Opak. Sebanyak 150 keluarga terpaksa mengungsi serta beberapa rumah rusak diterjang lahar dingin. Setelah hujan deras mengguyur kawasan lereng Gunung Merapi selama berjam-jam, sebanyak 150 keluarga di Dusun Ngerdi, Desa Sindumartani, Ngemplak, Sleman langsung mengungsi ke pokso darurat setempat. Sebab, aliran Kali Opak terus naik dan mengancam pemukiman warga. Sementara itu, di Dusun Teplok, Desa Argomulyo, Cangkringan satu rumah milik Sumarjo hancur diterjang lahar dingin Kali Opak. Meski tak rusak parah, material lahar dingin juga memasuki dua rumah lain di Dusun Teplok. Satu rumah di Dusun Teplok yang malam ini tersapu lahar dingin dulu juga pernah terkena lahar dingin. Beruntung, sebelum terkena lahar, pemiliknya sudah tinggal di hunian sementara, kata Bahu, seorang relawan Minggu (5/1) di Sleman, Yogyakarta. Kepala Kepolisian Sektor Cangkringan Ajun Komisaris Polisi Sudalidjo menambahkan, lahar dingin juga menerjang Dusun Keburkidul, Desa Argomulyo, Cangkringan. Namun, hingga saat ini kondisi dusun tersebut belum jelas, terutama ternak-ternak yang ditinggal mengungsi oleh warga. Terjebak Akibat lahar dingin, sembilan warga juga sempat terjebak. Mereka berhasil diselamatkan para relawan dan dievakuasi ke Dusun Kayen, Desa Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Pelaksana Tugas Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Urip Bahagia mengatakan, warga yang berada di sepanjang aliran Kali Opak dan Kali Gendol diungsikan sementara. Jika aliran lahar dingin surut, maka warga diperbolehkan kembali ke pemukiman mereka. Sampai dengan pukul 21.00, hujan deras masih turun di sekitar lereng Merapi hingga ke bagian bawah. Sungai Code yang berhulu di Gunung Merapi juga meluap sehingga warga di sepanjang bantaran terpaksa mengungsi.  

Ramai Diberitakan, FUUI Duga Banyak Anggota NII akan Keluar

Bandung - Sejak enam bulan lalu, Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) mengendus pergerakan NII KW 9 di beberapa kampus di Bandung. Namun dengan gencarnya pemberitaan mengenai NII yang semua kalangan menganggap NII sesat, diduga perekrutan anggota baru akan berhenti sementara. Malah kemungkinan besar banyak anggota NII yang keluar.

Hal itu disampaikan Ketua FUUI Athian Ali saat dihubungi melalui telepon, Minggu (1/5/2011). "Bisa jadi kondisi saat ini sama seperti 2002 lalu, saat kami menyatakan NII KW 9 sesat pada 2 Januari 2002. Saat itu menurut pejabat NII yang kini bergabung dengan kami, hampir 50 persen anggota NII keluar," ungkap Athian.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh FUUI dari Mantan Mensesneg NII KW 9 yang keluar, hingga September 2001 jumlah anggota NII mencapai 168.660 orang. "Kalau setengahnya pada 2002 keluar, NII saat itu hampir bisa dikatakan lumpuh," terang Athian.

Menurut Athian jika pemberitaan mengenai NII KW 9 yang menyimpang tersebut terus digulirkan serta banyak saksi yang bicara, ia yakin makin banyak anggota NII KW 9 yang keluar.

"Saya ini langsung berhubungan dengan para korban NII dan juga orangtua yang kehilangan anak-anaknya. Siapa yang tidak terpukul dan sedih kehilangan anak lantas saat kembali mengkafirkan orangtuanya," ujarnya.

Athian berharap pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam menyikapi isu NII ini. "Kami minta pemerintah segera bertindak," tegasnya.

(ern/ern)


sumber : bandung.detik.com

Bebas, Keluarga ABK Bingung Penyambutan

KEDIRI, KOMPAS - Akhirnya, setelah beberapa saat menunggu, pembajak Somalia dipastikan telah membebaskan kapal MV Sinar Kudus. Namun demikian keluarga ABK yang bersuka cita masih bingung menyiapkan acara penyambutan.  "Sekarang pikiran saya lebih lega," ujar Yunita, istri Masbukhin, muallim 1 kapal asal Kediri, Jawa Timur, seusai menyaksikan tayangan televisi tentang kepastian pembebasan ABK, Minggu (1/5/2011) petang.  Dirinya langsung bersujud syukur dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembebasan suaminya beserta semua awak kapal lainnya. "Kami ucapkan terima kasih kepada perusahaan, pemerintah dan semuanya yang telah membantu," kata dia.  Namun demikian, Yunita mengaku masih bingung dalam menyiapkan acara penyambutan kepulangan pria yang menjadi tulang punggung keluarganya itu. "Belum ada rencana apa-apa, yang penting pulang dulu aja," imbuhnya.  Namun yang jelas, Yunita menambahkan, pembebasan tersebut merupakan kado terbesar dalam hidup Masbukhin yang sebentar lagi merayakan ulang tahun ke 38. "Kado paling istimewa, beliau sebentar lagi ulang tahun," ungkapnya.  Sementara itu, Maya (8) putri sulung Yunita mengungkapkan rasa rindunya kepada ayah tercintanya. Kakak dari Tyo (6) tersebut menyatakan akan langsung mengajak ayahnya jalan-jalan selepas pulang nanti.  "Aku pengin diajak jalan-jalan sepuasnya," ujar Maya dengan manja.  Seperti diberitakan, kepastian pembebasan tersebut didapat setelah PT.Samudera Indonesia menggelar konferensi pers terkait proses pembebasan kapal yang telah dibajak selama 46 hari itu. Sementara kapal yang mengangkut bijih nikel itu kini tengah berlayar menuju pelabuhan yang dianggap aman.

Bahas Program Partai 1 Tahun ke Depan, PKS KBB Gelar Mukerda

Bandung - Sekitar 500 pengurus dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar musyawarah kerja daerah (Mukerda) di Balai Musyawarah Desa Sirnajaya, Gununghalu pada Minggu (1/5/2011). Kegiatan yang mengambil tema 'Dari Bandung Barat Bekerja untuk Indonesia' itu dibuka secara resmi oleh Bupati KBB Abubakar.

Dalam rilis yang diterima detikbandung, Ketua DPD PKS KBB Aep Nurdin menyatakan tantangan ke depan akan semakin sengit. Karena itu, kata dia, diperlukan program kerja strategis dan terukur.

"Mukerda 2011 ini PKS KBB ingin menegaskan program kerja strategis selama setahun yang terdiri dari program internal, bertujuan membangun kesolidan kader dan program eksternal untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat KBB," jelas Aep.

Sementara itu, Ketua Umum PKS Jawa Barat Tate Qomarudin mengingatkan bahwa target PKS bukanlah angka dan posisi melainkan kerja itu sendiri. "Kerja adalah perintah Allah SWT. Dengan bekerja secara sungguh-sungguh, Allah akan menganugerahkan hasilnya,” tegas Tate.

Dalam pandangan Tate, ujian dan tantangan yang dialami PKS harus dijawab dengan bekerja, bukan dengan retorika. "Kader PKS bekerja tidak mengenal musim. Setiap saat adalah musim bekerja. Cakupan kerja kader PKS harus harus mencakup berbaagi bidang yang dibutuhkan masyarakat agar lebih baik dan sejahtera," kata Tate.

Acara yang mukerda juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni bela diri, kecapi suling  dan pentas nasyid. Sejumlah perlombaan juga menjadi acara pendukung acara ini, di antaranya panjat pinang, sepakbola, hafalan Al-Quran dan menggambar untuk siswa TK dan SD. Di sela acara, panitia juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Gununghalu.

(ern/ern)


sumber : bandung.detik.com

Dikepung Demostran, Rapat Umum Anti-Islam di AS Terhenti

Dikepung Demostran, Rapat Umum Anti-Islam di AS Terhenti

REPUBLIKA, Para saksi mata mengatakan rapat umum anti-Islam pendeta Amerika Terry Jones di negara bagian Michigan, Amerika, Jumat (29//4) malam, terhenti sebelum selesai oleh suara-suara bising para demonstran tandingan, yang jumlahnya jauh melebihi jumlah pendukung pendeta itu.

Pendeta kontroversial dari negara bagian Florida itu kembali melakukan aksi protes itu di Dearborn, tempat tinggal komunitas Muslim dalam jumlah besar, di mana seminggu sebelumnya (22/4) sebuah juri telah menolak permohonan pendeta itu pekan lalu untuk berdemonstrasi dengan membakar Al-Quran di depan Pusat Islam Amerika Utara (ICNA).

Surat kabar Detroit Free Press mengatakan Jones melalui kata-katanya menyerang Islam dan Presiden Barack Obama di depan balai kota Dearborn sebelum digiring pergi oleh polisi, setelah terlibat adu mulut sengit dengan para demonstran tandingan. Polisi anti huru-hara menangkap paling sedikit dua orang.

Bulan lalu, Jones membakar sebuah kitab al-Quran, yang menyulut aksi-aksi protes maut selama beberapa hari di Afghanistan. Jones, yang memimpin sebuah gereja kecil fundamentalis di Florida membantah bertanggung-jawab atas terjadinya kekerasan tersebut.



sumber : www.republika.co.id

Bandara pun Jadi Sasaran Aksi Buruh

K15-11 Ratusan buruh pada peringatan May Day juga menggelar aksinya di komplek Bandara Internasional Juanda agar untuk menyita perhatian dunia internasional. SURABAYA, KOMPAS - Sasaran aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Surabaya tidak hanya terpusat di kantor Gubernur Jatim dan kantor DPRD Jatim. Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya juga menjadi sasaran aksi buruh pada peringatan May Day tahun ini, Minggu (1/5/2011).Buruh yang menggelar aksi di Bandara Juanda hanya berjumlah ratusan dari elemen Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Serikat Pekerja Nasional (SPN). Mereka datang dari Bundaran Waru, tempat mereka berkumpul.Karena aksi tersebut, petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Sidoarjo yang berjumlah 300 personil lengkap dengan water canon terpaksa menutup akses menuju Bandara Juanda dari Jalan Raya Juanda hingga perempatan Tropodo.Kapolres Sidoarjo, AKBP Eddy Hermanto yang memimpin langsung pengamanan di lokasi mengimbau agar pengguna layanan bandara melewati jalan alternatif yakni melalui Jalan Pabean langsung masuk Pintu Tol Waru Juanda.Menurut Juru Bicara Aliansi Perjuangan Buruh Jatim, Toha Maksum, Bandara Internasional Juanda dipilih sebagai target unjuk rasa karena para buruh ingin menyita perhatian masyarakat internasional yang memanfaatkan fasilitas bandara."Perburuhan adalah masalah internasional, kami ingin dunia internasional juga tahu nasib buruh di Jatim," kata Toha.Sementara itu, sebagian besar buruh pengunjuk rasa melakukan aksi di depan kantor Gubernur dan kantor DPRD Jatim di Jalan Pahlawan. Dari Bunderan Waru menuju kantor Gubernur, puluhan ribu buruh dari Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik melakukan aksi jalan kaki lebih dari 3 kilometer.Para pendemo menuntut pemberian upah layak, penghapusan outsourcing, dan penghentian upaya pemberangusan serikat buruh. "Yang terpenting, tuntutan utama kami adalah mendesak pemerintah segera melaksanakan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.Aksi buruh yang menyasar bandara ini juga terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, serta Bandara Sultan Hassanudin Makassar.

Ketua FUUI: Kemunculan Panji Gumilang di Media Sudah Disetting

Bandung - Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) Athian Ali menduga munculnya Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang di beberapa media beberapa hari terakhir ini sudah direncanakan, mengingat posisi Panji Gumilang yang kini sulit terkait gerakan NII KW 9.

"Saya yakin ada yang memaksa dia untuk muncul, sudah disetting. Selama puluhan tahun ini dia tidak pernah muncul ke publik, kami pernah minta baik-baik untuk berdialog pun, dia tidak tanggapi. Tapi sekarang ini dia mau muncul di media, meski arah bicaranya tidak jelas mau kemana," ujar Athian saat dihubungi melalui telepon, Minggu (1/5/2011).

Ketika ditanya apa yang membuat dia yakin kemunculan Panji Gumilang telah direncanakan? "Lihat saja, pagi harinya Hendropriyono (Mantan Kepala BIN-red) muncul di tivi, kemudian sore harinya Panji Gumilang muncul. Apalagi Hendro mati-matian membela Al Zaytun. Ada apa ini? Karena kita tahu betul, dia tidak pernah membela pesantren lainnya sebelum ini," tandasnya.

Terlepas dari dugaan hal ini telah disetting, Athian mengaku cukup senang dengan kemunculan Panji Gumilang di media massa. "Ini bagus sekali. Posisi dia sekarang ini sedang sulit. Makanya kita tidak akan berhenti hingga ini benar-benar tuntas," tegasnya..

Athian menilai apa yang disampaikan Panji Gumilang di media massa soal NII mengambang. "Dia tidak mengiyakan dan juga tidak menolak. Dia cukup hati-hati. Karena dia tahu kalau dia mengiyakan, dia akan hancur. Kalau menolak, dia tahu itu akan memancing saksi-saksi bekas bawahannya yang akan menentang ucapannya," ujar Athian.

(ern/ern)


sumber : bandung.detik.com

Jurnalis Perempuan Menuntut Hak

BANDA ACEH, KOMPAS - Sebagai bagian dari kaum buruh, hak-hak jurnalis perempuan kerap diabaikan oleh perusahaan media tempat mereka bekerja. Cuti hamil, cuti haid, tunjangan suami, dan persamaan hak dengan jurnalis pria dalam jenjang karir adalah hak-hak yang banyak dilalaikan oleh perusahaan. Perlindungan atas risiko kerja dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual pun masih minim. Demikian disampaikan Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Aceh, Saniah, dalam demo buruh memperingati Hari Buruh Sedunia di Kota Banda Aceh, Aceh, Minggu (1/5/2011). Aksi tersebut diikuti puluhan pekerja pers yang berasal dari sejumlah organisasi jurnalis di Aceh, yaitu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banda Aceh, dan Pewarta Foto Aceh (PFA). Aksi digelar di Simpang Lima, Banda Aceh. "Banyak perusahaan media belum menerapkan ketentuan cuti hamil dan cuti haid untuk jurnalis perempuannya. Padahal, ketentuan itu sudah diatur dan merupakan hak bagi jurnalis perempuan," kata Saniah. Jurnalis perempuan yang sudah berkeluarga pun kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari tempatnya bekerja. Tak ada tunjangan suami yang didapat. Padahal, jurnalis pria mendapat tunjangan istri. Selain itu, perusahaan kerap kali memutuskan hubungan kerja dengan jurnalis perempuan yang mengikuti suami pindah ke kota atau daerah lain. "Semestinya jika perusahaan adil, jurnalis tersebut diizinkan bertugas di tempat suaminya bekarja, bukan dikeluarkan dari perusahaan," kata Saniah. Dari segi karir pun, jurnalis perempuan juga kerap kali lebih sulit menapak ke atas dibanding jurnalis pria. Seringkali perusahaan tak memberi alasan yang jelas mengenai kondisi tersebut. "Perlindungan terhadap kekerasan pun masih kurang diberikan kepada jurnalis perempuan. Padahal, risiko pekerjaan sebagai jurnalis sangat tinggi. Misalnya saat harus bertugas liputan investigasi. Jurnalis perempuan juga rawan mengalami pelecehan seksual, terutama pelecehan bersifat verbal," tutur dia. Dalam kesempatan itu, perwakilan para jurnalis di Banda Aceh juga meneriakkan perlindu ngan untuk jurnalis yang minim. Banyak kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. Mereka mendesak agar penegak hukum bertindak tegas dan adil terhadap kekerasan tersebut. Kasus penganiayaan terhadap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pidie, Rahmad Idris , pekan lalu, yang hingga kini belum ada penetapan tersangka terhadap pelaku penganiayaan. 

Massa Kasbi Dominasi Hari Buruh di Bandung

Bandung - Hingga pukul 12.15 WIB, sekitar 500 orang yang tergabung dalam Kongres Aliansi Buruh Indonesia (Kasbi) masih bertahan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Minggu (1/5/2011). Namun tidak terlihat ada tanda-tanda massa buruh lainnya akan bergabung.

Massa berkaus merah itu tetap melakukan aksi memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional. Kasbi yang datang sejak pukul 10.40 WIB, terus menyuarakan penolakannya terhadap sistem kerja kontrak dan out sourching.

"Hari ini kita datang menolak sistem kerja kontrak, menolak out sourching, meolak pemberangusan serikat pekerja. Mari kita rebut hak kita sebagai buruh," kata Michel, salah seorang perwakilan buruh dalam orasinya.

Selain Kasbi, aksi juga diikuti PEPPSI Sumedang, SBG PPBI, STN PRM, LBH Bandung, PMII Kota Bandung, dan PRP Priangan. Satu per satu, perwakilan organisasi bergiliran menyampaikan orasi di atas mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi. Namun, inti dari orasi mereka sama, yakni penolakan sistem kerja kontrak dan out sourching.

Sejak datang, mereka langsung menggelar aksi teatrikal. Kemudian disambung dengan membunyikan tetabuhan dan nyanyian. Sesekali, dalam orasi massa berteriak 'buruh bersatu tak bisa dikalahkan'.

Dalam aksinya, massa membawa bendera masing-masing organisasi buruh. Selain itu, massa juga membawa poster di antranya bertuliskan 'Hentikan Kriminalisasi Pengurus Serikat Buruh' dan 'Tolak Neokolonialisme'.

Sementara itu belum terlihat massa lain yang akan menggelar aksi di tempat sama. Dan secara keseluruhan, aksi berjalan damai.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Ikan-ikan Pun Kalah di Citarum

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Khaerudin memberi makan ikan yang dibesarkan di keramba jaring apung di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/3). Lebih dari 3 kuintal pakan setiap hari dibutuhkan untuk membesarkan ikan-ikannya. Sebanyak 14 jenis ikan asli Sungai Citarum diperkirakan punah dalam kurun 40 tahun hingga 2007. Selain oleh perubahan habitat pemijahan dan pembesaran akibat pembendungan sungai, ikan-ikan itu punah karena tak mampu beradaptasi dengan air yang kian tercemar. Jeje (64), nelayan di Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Rabu (30/3) siang, memejamkan mata sejenak saat diminta mengingat ikan-ikan langka yang pernah tertangkap jaringnya. "Kebogerang, gabus, dan hampal beberapa kali kena, tetapi lika, arengan, dan balidra sudah lama ngga (tertangkap)," ujarnya. Ada beberapa jenis ikan yang sudah tidak dia ingat lagi namanya karena bertahun-tahun tak terjaring. Kini, seperti ratusan nelayan lain di perairan Waduk Ir H Djuanda atau Waduk Jatiluhur, Jeje lebih sering menangkap ikan nila, mas, dan patin yang juga banyak dibudidayakan di petak-petak keramba jaring apung, atau bandeng yang benihnya pernah ditebar pemerintah beberapa tahun terakhir. Nelayan lain yang lebih muda dari Jeje lebih kesulitan menyebut nama-nama ikan asli Citarum. Mereka mengaku belum pernah menangkap atau melihatnya secara langsung. Sejumlah pemancing dan nelayan berusia 28-35 tahun bahkan mengaku baru mendengar beberapa nama ikan seperti genggehek, balidra, dan lika. Aris (34), pemancing asal Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang 2-3 kali dalam sepekan memancing di perairan Waduk Cirata, juga lebih sering menangkap ikan budidaya (tebaran) ketimbang ikan asli. "Kalau pun dapat ikan asli, biasanya jenis kebogerang atau gabus," kata Aris. Endi Setiadi Kartamihardja, peneliti Pusat Riset Perikanan Tangkap dalam Jurnal Iktiologi Indonesia Volume 8 Tahun 2008 menyebutkan, pada kurun 1968-1977 terdapat 31 jenis ikan hidup di Waduk Ir H Djuanda, waduk yang membendung Sungai Citarum di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sebanyak 23 jenis di antaranya adalah ikan asli (indigenous species) dan 8 jenis sisanya adalah ikan tebaran. Akan tetapi, pada penelitian tahun 1998-2007, dari 23 jenis ikan asli, hanya ditemukan 9 jenis yakni hampal (Hampala macrolepidota), lalawak (Barbodes bramoides), beunteur (Puntius binotatus), tagih (Mystus nemurus), kebogerang (Mystus negriceps), lais (Lais hexanema), lele (Clarias bratachus), lempuk (Callichrous bimaculatus), dan gabus (Channa striatus). Sementara ikan tebaran, seperti mas (Cyrpinus carpio) dan mujair (Oreochromis mosammbicus), cenderung bertahan. Ikan-ikan yang sudah tidak ditemukan lagi dan diduga kuat punah antara lain julung-julung (Dermogenys pusillus), tilan (Macrognathus aculeatus), tawes (Barbodes gonionotus), genggehek (Mystacoleucus marginatus), arengan (Labeo crysophaekadion), kancra (Tor douronensis), nilem (Osteochillus hasselti), dan paray (Rasbora argyrotaenia). Pencemaran Kepala Loka Riset Pemacuan Stok Ikan Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Didik Wahju Hendro Tjahjo menambahkan, penyebab utama berkurangnya keanekaragam jenis ikan di suatu perairan adalah hilangnya habitat. Pembendungan Sungai Citarum seiring dibangunnya Waduk Ir H Djuanda (1967), Saguling (1985), dan Cirata (1987), merubah ekosistem perairan dari mengalir menjadi tergenang. Hal senada dilontarkan Guru Besar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Bandung Johan Iskandar mengatakan penelitiannya di awal 1990-an, menyebutkan ada 23 jenis ikan liar yang umum ditangkap penduduk lokal dari Sungai Citarum. Ikan itu antara lain sidat, lika, kebogerang, hinur, arengan, genggehek, beunteur, lalawak, leat, berod, balidra, gabus, lais, jambal dan lemp Namun keberadaan ikan itu semakin hari semakin berkurang. Bahkan, ada banyak ikan yang dulu banyak ditemukan kini mulai jarang terlihat, seperti arengan, lempuk, balidra dan jambal. Penyebabnya perubahan kontur air sungai Citarum yang deras menjadi waduk yang berair tenang, pencemaran limbah pestisida lahan pertanian, limbah industri dan limbah rumah tangga. Tidak hanya itu, karena banyaknya jenis-jenis ikan yang hilang dapat pula menyebabkan hilangnya berbagai pengetahuan lokal masyarakat, seperti pengetahuan tentang jenis-jenis ikan, kehidupan jenis-jenis ikan, teknik-teknik penangkapan ikan. "Contohnya budaya palika atau penangkap ikan di Jawa Barat. Palika memiliki kemampuan menahan nafas yang sangat lama di dalam air untuk mencari ikan di air derasa seperti Citarum. Seiring tidak ada lagi ikan lincah karena hidup di air deras, palika pun ditinggalkan. Masyarakat cukup menjala atau memancing," katanya. Dalam perkembangannya, fungsi waduk bertambah seiring introduksi teknologi keramba jaring apung (KJA) sejak 1988. Jumlah KJA terus bertambah hingga menambah jumlah kotoran dan sisa pakan yang terbuang dan mengendap di dasar waduk. Menurut Didik, limbah KJA membuat kandungan unsur nitrat, nitrit, dan amonia meningkat sehingga perairan menjadi subur. Organisme perairan seperti plankton, bentos, dan tumbuhan pun berkembang pesat. Dampaknya, kandungan oksigen rentan anjlok karena diperebutkan oleh organisme perairan dalam proses respirasi terutama pada malam hari. Minimnya kandungan oksigen dinilai turut memicu kematian ikan-ikan budidaya secara massal untuk pertama kalinya di Waduk Ir H Djuanda pada tahun 1996. Meledaknya jumlah KJA setelah tahun 2000 melipatgandakan jumlah limbah yang terbuang dan membuat mutu air menurun dan kasus kematian ikan massal berulang. Kondisi itu diperparah dengan masuknya limbah industri dan rumah tangga dari hulu Citarum. Dampak berkurangnya jenis ikan dan keanekaragaman hayati merubah ekosistem perairan dan mengurangi fungsi ekohidrologinya. Fungsi pemurnian air secara alami tidak berjalan semestinya karena sebagian jenis ikan dan biota akuatik yang seharusnya ada dalam daur ekohidrologi menjadi berkurang atau hilang. Upaya memperbaiki mutu perairan seperti dengan penebaran benih ikan pemakan plankton dan tumbuhan, menurut Didik, belum efektif karena jumlahnya belum memadahi dan penangkapan tak terkendali. Waduk Ir H Djuanda, misalnya, membutuhkan 4,2 juta hingga 10 juta bibit ikan pemakan plankton, namun beberapa tahun terakhir jumlah yang ditebar kurang dari separuhnya. Ikan-ikan ukuran kecil yang seharusnya tidak boleh ditangkap juga sering ditemukan di tempat-tempat penampung ikan. Belum lagi limbah organik dan non-organik yang terus masuk ke Citarum, membuat ikan-ikan kian sulit hidup. Jika bisa bicara, hampal, lalawak, beunteur, tagih, dan ikan lain yang masih bertahan mungkin akan teriak, "Selamatkan kami segera!"((M. Kurniawan/Cornelius Helmy)

Siaga Aksi May Day, Polisi Jaga Ketat Gedung Sate

Bandung - Antisipasi gerakan massa buruh dari berbagai organisasi buruh dalam peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional, ribuan polisi siaga di sekitar Gedung Sate. Semua pintu masuk di sekitar Gedung Sate dijaga ketat petugas.

Dua unit mobil water canon terlihat disiapkan di halaman Gedung Sate. Sementara polisi terus siaga dan tersebar di sekitar lokasi.

Hingga pukul 10.00 WIB, baru sekitar 50 buruh yang terlihat. Mereka berasal dari Front Perjuangan Rakyat (FPR), SPM Hotel Grand Aquila Bandung, dan Walhi. Mereka masih berkumpul di Jalan Sentot Alibasya dan berencana membawa 150 orang untuk memperingati may day.

Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 1.000 buruh akan hadir dalam aksi memperingati May Day kali ini yang terpusat di Gedung Sate. Mereka berasal dari berbagai organisasi buruh hingga mahasiswa.

Sementara, para pedagang di Lapangan Gasibu masih terlihat ada di lokasi, begitu juga dengan belasan ribu pengunjung yang sengaja datang baik untuk olahraga maupun belanja.


(ors/ors)


sumber : bandung.detik.com

May Day, Jalan Malioboro Ditutup

k2-11 Massa dari Aliansi Buruh Yogyakarta melakukan aksi unjuk rasa di jalan malioboro menuntut dilaksanakanya jaminan sosial untuk buruh. (minggu, 1/05/2011) YOGYAKARTA, KOMPAS - Jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (1/5/2011) ditutup untuk kegiatan aksi unjuk rasa dalam memperingati hari buruh sedunia atau dikenal May Day. Ratusan polisi diturunkan untuk melakukan pengamanan di sepanjang Jalan Malioboro, Kantor DPRD DIY, Kantor Gubernur DIY, dan Gedung Agung yang berada dalam satu kawasan di Malioboro.Ribuan buruh Yogyakarta, pagi ini turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa memperingati hari buruh sedunia. Namun mereka tidak berkumpul dalam satu tempat. Di Kota Yogyakarta, sedikitnya ada 6 titik yang digunakan untuk aksi unjuk rasa para buruh. Yakni Bundaran Universitas Gadjah Mada, Jalan Jenderal Sudirman, Perempatan Tugu, Taman Parkir Abu Bakar Ali, DPRD DIY, sepanjang Jalan Malioboro, dan depan Gedung Agung.Massa dari Federasi Serikat Pekerja Mandiri ( FSPM) dan Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) memulai aksi dari halaman kantor DPRD DIY. Sambil membawa bendera serikat pekerja dan poster mereka melakukan orasi.Dalam pernyataannya Federasi serikat Pekerja Mandiri menuntut dihentikannya kriminalisasi terhadap pekerja, segera diberlakukan sistem Jaminan Sosial Nasional dan menuntut dihentikannya memperkerjakan pekerja kontrak sementara waktu dan outsourcing."Sejak pemrintahan SBY nasib buruh terus memburuk. Selain tingkat kriminalisasi terhadap buruh yang naik drastis, sistem peradilan perburuhan juga buruk," ungkap Ali Prasetyo, Ketua FSPM.Usai melakukan orasi, massa dari FSPM berjalan menuju perempatan kantor pos besar Yogyakarta. Di Belakangnya menyusul massa dari ABY. ABY menuntut dihapuskannya sistem outsourcing. Selain itu ABY menuntut dilaksanakannya jaminan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia dan wujudkan kesejahteraan buruh.Sementara itu, massa dari serikat pekerja media melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Agung Yogyakarta. Dalam aksinya mereka menuntut dihentikannya kekerasan terhadap media."Kita pekerja media sebenarnya juga buruh. Di Yogyakarta masih banyak pekerja media yang upahnya dibawah Upah Minimum Propinsi," teriak Pito Agustin.

Buruh Serang Kumpul di Alun-alun Barat

SERANG, KOMPAS - Peringatan Hari Buruh di Provinsi Banten pada Minggu (1/5/2011) dipusatkan di Alun-Alun Barat Kota Serang, Banten. Sekitar pukul 09.00 sebagian buruh berdatangan dan duduk di deretan kursi.Tenda besar dipasang menaungi kursi-kursi di tengah alun-alun itu. Atraksi musik ditampilkan di panggung menyemarakkan suasana Minggu pagi. Sementara itu di tepian alun-alun beberapa spanduk dan baliho dipasang berisi tuntutan para buruh pada peringatan May Day.Di sisi utara alun-alun, misalnya, terpasang spanduk dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia yang berisi tiga tuntutan.Pertama, kepastian kondisi kerja yang layak dan untuk hidup layak. Kedua, revisi Undang-Undang nomor 13 Tahun 2003. Dan ketiga, penghapusan sistem buruh kontrak dan outsourcing.Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI terlihat berjaga di sekitar Alun-Alun Barat Kota Serang. Kendaraan polisi pun diparkir di sekeliling alun-alun, termasuk beberapa di antaranya yang parkir di halaman pendapa Kabupaten Serang.

Usut Lagi Kasus Pembunuhan Marsinah

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN ILUSTRASI - Demonstrasi kaum perempuan. KEDIRI, KOMPAS - Tidak kunjung tuntasnya pengungkapan kasus pembunuhan yang menimpa Marsinah di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur sejak 1993, membuat berbagai pihak terus mempertanyakan penegakan hukum di Indonesia.Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, misalnya, menggelar aksi di makam pejuang buruh itu, Minggu (1/4/2011) ini. Aksi akan berlangsung di dekat makam martir gerakan buruh itu di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur.Ketua AJI Kediri, Hari Tri Wasono, mengatakan, pihaknya sengaja memanfaatkan hari buruh tahun ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pemerintah terhadap "utang" lama itu."Hingga kini pemerintah masih mempunyai 'utang' yang belum dibayar," ujar Hari Tri Wasono, Minggu (1/5/2011) pagi. Aksi akan diikuti seluruh anggota AJI Kediri. Tidak hanya berkunjung ke makam, massa AJI juga akan bersilaturahmi kepada keluarga mendiang.Kasus Marsinah ini memang sudah lama sekali, namun dengan itu menunjukkan betapa pincangnya penegakan hukum di negeri ini.Marsinah ditemukan tak bernyawa di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk pada 9 Mei 1993. Penyelidikan hingga pengadilan memang sudah digelar, namun pembunuh sekaligus dalangnya belum terungkap hingga kini. Sebelum meninggal, Marsinah adalah buruh PT Catur Putera Surya, Porong, yang aktif berjuang membela hak-hak kaumnya. Pada 3, 4 Mei 1993, ia unjukrasa bersama buruh lainnya guna menuntut perusahaan agar menaikkan gaji sesuai edaran kepala daerah waktu itu. Namun selepas tanggal tersebut, ia menghilang hingga kemudian mayatnya ditemukan pada 9 Mei tahun yang sama.

Banjir Majalaya Berangsur Surut

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Badriah, mencuci pakaian dengan air yang membanjiri rumah mereka di Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/1/2011). BANDUNG, KOMPAS — Setelah mencapai puncaknya pada pukul 21.00, banjir di Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berangsur surut. Laporan sementara, banjir tersebut sempat mengakibatkan kerusakan beberapa rumah milik warga.Menurut Pos Pemantau Sungai Citarum milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jabar, tinggi muka air pada pukul 22.15 mencapai 4,4 meter, Sabtu (30/4/2011). Meski masih tinggi, kondisi tersebut menunjukkan perbaikan pada puncak banjir dengan ketinggian 4,85 meter. Genangan air di jalan yang semula setinggi 1,5 meter kini turun menjadi sekitar 1 meter.Menurut Administrator Garda Caah, Riki Waskito, ketinggian air terus menunjukkan penurunan. Dia mengharapkan kondisi ini terus berlanjut hingga Majalaya kembali aman dari banjir. Saat ini pihaknya masih mendata kerusakan diakibatkan banjir bandang tersebut. Menurut Riki, beberapa rumah warga rusak bagian dindingnya karena diterjang air. Pusat wilayah Majalaya juga belum bisa diakses karena masih terendam air.Banjir bandang menerpa Majalaya setelah daerah tersebut secara bergantian mendapat limpahan air dari daerah hulu dan menyebabkan sekitar 2.000 rumah terendam. Pukul 18.30, pasokan air diduga berasal dari daerah Kamojang di Kecamatan Ibun. Satu jam berikutnya giliran pasokan dari daerah Kertasari.Warga menyebutnya banjir bandang karena datangnya tidak diduga, air naik dengan kecepatan tinggi dan intensitasnya melebihi banjir tahun lalu yang mencapai ketinggian 4,62 meter.