-

Monday, July 04, 2011

Trayek DAMRI Bandung

Leuwi Panjang » Dipatiukur (PP)   
» Kopo - Pasir Koja - Astana Anyar - Kebon Jati - Otista - Stasion - Perintis Kemerdekaan - Wastu Kencana - Riau - Ir. H. Juanda - Dipati Ukur   
« Dipati Ukur - Ir. H. Juanda - Merdeka - Perintis Kemerdekaan - Suniaraja - Otista - BKR - Leuwi Panjang

Leuwi Panjang » Ledeng (PP)   
» Kopo - Pasir Koja - Astana Anyar - Kebon Jati - Pasir Kaliki - Sukajadi - Setiabudi   
« Setiabudi - Sukaasih - Sukajadi - Pasir Kaliki - Kebon Jati - Otista - BKR - Leuwi Panjang

Leuwi Panjang » Cicaheum (PP)     
» Kopo - Pasir.Koja - Pungkur - Dewi Sartika - Alun-Alun - Banceuy - Cikapundung - Naripan - Sunda - Veteran - A.Yani
« A.Yani - Asia Afrika - Otista - BKR - Leuwi Panjang

Kebun Kelapa » Cibiru (PP)   
» Dewi Sartika - Banceuy - Cikapundung - Naripan - Sunda - Veteran - A.Yani - Ujung Berung   
« Ujung Berung - A.Yani - Asia Afrika - Otista - Pungkur - Dewi Sartika

Kebun Kelapa » Tanjung Sari (PP)     
» M. Toha - Pungkur - Karapitan - Buah Batu - Sukarno Hatta - Cibiru - Cileunyi - Jatinangor - Tanjung Sari   
« Tanjung Sari - Jatinangor - Cileunyi - Cibiru - Sukarno Hatta - M. Toha

Dipatiukur » Jatinangor (PP)     
» Dipati Ukur - Surapati - Diponegoro - Supratman - A.Yani - Ujung Berung - Cibiru - Cileunyi - Jatinangor   
« Jatinangor - Cileunyi - Cibiru - Ujung Berung - A.Yani - Jakarta - Supratman - Diponegoro - Surapati - Dipati Ukur

Cicaheum » Cibeureum (PP)   
» A.Yani - Asia Afrika - Sudirman - Elang   
« Elang - Rajawali - Kebon Jati - Otista - Stasion - Viaduct - Suniaraja - Lembong - Bungsu - Veteran - A.Yani

Alun-Alun » Ciburuy (PP)     
» Asia-Afrika - Sudirman - Cimindi - Cimahi - Padalarang   
« Padalarang - Cimahi - Cimindi - Rajawali - Garuda - Sudirman - Jamika - BKR - M. Toha - Pungkur - Dewi Sartika - Banceuy - Braga - Asia Afrika

Elang » Jatinangor (PP)     
» Elang - Rajawali - Garuda - Sudirman - Sukarno Hatta - Cibiru - Cileunyi - Jatinangor   
« Jatinangor - Sayang - Rancaekek - Cileunyi - Percobaan - Cibiru - Sukarno Hatta - Elang

Kiaracondong » Ciroyom (PP)   
» Kiaracondong - Jakarta - A.Yani - Riau - Merdeka - Wastu Kencana - Pajajaran - Abdul Rahman Saleh - Jatayu   
« Jatayu - Arjuna - Pajajaran - Watukencana - Riau - A.Yani - Kiaracondong

Kiaracondong » Sarijadi (PP)   
» Kiaracondong - Sukarno Hatta - Buah Batu - Lingkar Selatan - Riau - Merdeka - Wastu Kencana - Otten   
« Pasteur - Surya Sumantri - Sarijadi - Surya Sumantri - Pasteur - Otten - Wastu Kencana - Riau - Lingkar Selatan - Buah Batu - Soekarno Hatta - Kiara Condong

Tak Cukup Ruang Bagi Shalat Jamaah, Muslim Kosovo Perjuangkan Masjid Baru

Tak Cukup Ruang Bagi Shalat Jamaah, Muslim Kosovo Perjuangkan Masjid Baru

REPUBLIKA, PRISTINA – Mendesakkan tuntutan pembangunan masjid baru di pusat kota Pristina, ratusan Muslim Kosovo berencana turun ke Jalan pada Jumat pekan ketiga agar suara mereka didengar pihak berwenang.

"Muslim membutuhkan masjid baru," ujar pemimpin grup Muslim "Bashkohu", Fuad Ramiqi, yang mengadvokasi aksi tersebut seperti yang dilansir portal berita, Balkan Insight, 30 Juni.

Ramiqi mengatakan komunitas Muslim telah lama meminta pendirian masjid baru di pusat ibu kota Pristina, sejak lima tahun lalu. Tapi hingga kini, imbuhnya, permintaan itu tak pernah digubris.

Komunitas Muslim mengeluhkan kondisi di mana mereka tak memiliki cukup ruang untuk mengakomodasi shalat berjamaah di dalam kota. Jumlah Muslim kian bertambah sementara total masjid di kota itu hanya 22 buah.

Protes mereka mendapat momentum tepat ketika pemerintah merubuhkan sebuah sekolah menengah atas di pusat kota baru-baru ini untuk didirikan katedral Gereja Katholik. Meski   demikian, Ramiqi menolak protes yang ia organisir dikaitkan dengan pembangunan gereja Katholik tersebut.

"Kami tidak menentang konstruksi gereja," ujar Ramiqi. "Yang kami tekankan adalah perlakuan yang sama dan setara terhadap komunitas Muslim."

Muslim mengelukan kondisi di mana pemeluk Katholik, meski minoritas kecil di Kosovo, namun hanya sedikit didiskriminasi ketimbang mayoritas Muslim, ketika menyoal pemberian izin membangun tempat ibadah.

Kosovo adalah rumah bagi hampir dua juta Muslim Albania, 95 persen dari total populasi. Negara itu berada di urutan kedua sebagai negara bermayoritas Muslim di Eropa.

Sebelum mendapat kemerdekaan pada 2008, Kosovo dijalankan oleh PBB. Pada 1999 pasukan NATO memasuki wilayah itu untuk mengakhiri pembersihan etnis berdarah yang dilakukan pasukan Serbia. Perang itu diperkirakan telah membunuh 10 ribu orang dan membuat ratusan ribu rakyat Kosovo mengungsi.

Peringatan Polisi

Seruan untuk aksi pada Jumat memicu peringatan dari Polisi. Mereka menyatakan tak akan membolehkan orang untuk menghadang jalan mana pun. "Saya kira cukup jelas. Mereka tak bisa menutup jalan," ujar menteri dalam negeri Kosovo, Bajram Rexhepi.

Pada Jumat lalu, sekitar 300 orang beribadah di luar Masjid Carshi untuk mengekspresikan kebutuhan mereka akan masjid baru. Dalam upaya membuka jalan, polisi menggelandang satu peserta aksi untuk ditanyai.

Namun Ramiqi meyatakan aksi tetap akan dilakukan di tempat yang sama seperti dua protes Jumat terakhir. Ia bersikeras telah memberi tahu pihak berwenang. "Saya tidak butuh izin polisi. Saya telah menginformasikan rencana bahwa aksi akan digelar," ujarnya.

Dalam upaya menurunkan ketegangkan, pemerintah kota Pristina mengatakan secara prinsip telah menerima permohonan pembangunan masjid baru. Kini, mereka menyatakan tengah mengkaji kembali rencana tersebut.

"Semua proposal sejenis harus melewati dewan kota," ujar juru bicara pemerintah kota Pristina, Muhamet Gashi. "Lokasi akan ditentukan setelah ada kesepakatan antara pemerintah dan komunitas Muslim."


sumber : www.republika.co.id

Sunday, July 03, 2011

Selesai Pembukaan Muktamar, Tamansari-Siliwangi Masih Macet

Bandung - Setelah pembukaan Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selesai dilaksanakan, arus lalu lintas sejumlah ruas di Bandung masih didera kemacetan. HIngga pukul 16.45 WIB, kondisi kemacetan terparah terjadi di Jalan Tamansari dan Jalan Siliwangi.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Sambodo Purnomo saat dihubungi detikbandung via telepon selulernya, Minggu (3/7/2011).

"Jalan-jalan sudah mulai lancar kok. Tinggal Jalan Tamansari dan Siliwangi, karena kan masih bubaran peserta muktamar," ujar Sambodo.

Ia mengatakan, rombongan Presiden telah meninggalkan lokasi Pembukaan Muktamar sekitar pukul 16.00 WIB melalui Jalan Dr Djunjunan menuju gerbang tol Pasteur.

"Pasteur juga sudah lancar. Presiden keluar Sabuga sekitar pukul 16.00 WIB," katanya.

Selain Jalan Tamansari dan Siliwangi, Sambodo mengatakan Jalan Cihampelas, Jalan Cipaganti dan Jalan Setiabudi masih padat. "Tapi itu kan memang setiap weekend juga seperti itu kondisinya," pungkas Sambodo.

Ia memprediksi, jalur-jalur padat tersebut baru akan terurai selepas Maghrib nanti.


(tya/tya)


sumber : bandung.detik.com

Pemkot Bandung Dinilai Tak Konsisten Jalankan Perda Pasar

Bandung - Pemkot Bandung dinilai tidak konsisten dalam menjalankan Perda Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Penataan Pasar Tradisional. Di Perda tersebut, disebutkan bahwa jarak antara pasar modern dengan pasar tradisional minimal 1,5 kilometer. Sementara kenyataannya, banyak pasar modern yang jaraknya kurang dari 1,5 kilometer. Bahkan jarak antara pasar modern satu dengan lainnya juga sangat dekat.

"Aturan yang ada itu harusnya dijalankan pemkot dengan konsisten. Sementara saat ini pemkot tidak konsisten karena jarak pasar modern dan tradional yang dibatasi tidak berjalan," kata Kabid Kebijakan Publik DPD PKS Kota Bandung Budi Haryana.

Hal itu dikemukakan Budi dalam konferensi pers di salah satu rumah makan di Jan Surapati, Minggu (3/7/2011).

PKS, sambung Budi, menuntut pemkot melaksanakan perda pengaturan pasar tradisional. "Kami menuntut ketegasan pemkot," kata Budi yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Bandung.

Berdasarkan data Bappeda Kota Bandung tahun 2008 di Bandung terdapat sekitar 300 minimarket dan sekitar 50 supermarket. Sementara jumlah pasar tradisional di Bandung tercatat hanya 35.

"Jumlah supermarket dan minimarket saat ini disinyalir jumlahnya semakin banyak," ungkap Budi.

Maka dari itu, perda harus dijalankan dengan tegas. Sebab, para pedagang di pasar tradisional menjerit dengan menjamurnya minimarket dan supermarket.

"Banyak pedagang di pasar tradisional yang tidak aktif lagi jualan, jumlahnya sekitar 4.000. Itu karena menjamurnya pasar modern," tandas Budi.

(ors/tya)


sumber : bandung.detik.com

SBY Belum Datang, Demonstran Bubarkan Diri

Bandung - Sekitar 20 mahasiswa yang berunjukrasa di Jalan Ganesha untuk 'menyambut' kedatangan Presiden SBY, membubarkan diri sekitar pukul 13.45 WIB. Mereka bubar satu per satu meninggalkan lokasi.

Massa sendiri tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Padahal, sebelumnya mereka berencana menyambut SBY dengan nyanyian dan poster kecaman.

Meski massa sudah membubarkan diri, polisi masih terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi. Terlihat satu unit mobil water canon dan beberapa truk Dalmas siaga di lokasi.

Sementara, arus lalu lintas di sekitar Jalan Tamansari terpantau ramai lancar meski diberlakukan sistem buka tutup jalur. Selain itu, pengunjung ke Kebun Binatang Bandung terpantau cukup banyak, baik yang keluar maupun yang masuk.

Dalam berita sebelumnya, para mahasiswa ini menyanyikan lagu sindiran pada SBY, dengan mengubah lirik lagu Pelangi-pelangi yang dinyanyikan secara masal oleh para demontran. "SBY..SBY dimana malumu. Bikin susah rakyat itulha hobimu. Budaya korupsi tidak henti-henti. SBY-SBY tak tahu diri," begitu bunyi lirikn lagu yang dilantunkan bersamaan oleh para demonstran.

Dua buah piala yang dibawa tingginya sekitar 30 cm berwarna emas itu masing-masing bertuliskan 'SBY Juara I Penindas Rakyat' dan 'Boediono Juara II Penindas Rakyat'.

Dalam aksi ini massa juga membawa poster yang antara lain bertuliskan, 'Jangan Ada TKI yang Dieksekusi Lagi', 'Berikan Upah, Tanah dan Kerja Layak untuk Rakyat', 'Nasib UMKM Merana'

Dituturkan Ketua KAMMI Irfan Ahmad Fauzi, aksi ini dilakukan bukan untuk menggagalkan penyelenggaraan muktamar PPP. Mereka pun mengeluarkan 4 tuntutan yang selama ini dinilai belum bisa dipenuhi oleh SBY-Boediono. Pertama, jaminan pekerjaan dan perlindungan tenaga kerja dalam dan luar negeri. Kedua, pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih terutama yang berkaitan dengan pejabat. Ketiga, Perbaikan sistem pendidikan dan penghapusan UN sebagai standar kelulusan. Keempat, hentikan kekerasan terhadap petani dan perampasan tanah.

(ors/tya)


sumber : bandung.detik.com

Surak Ibra Perlihatkan Kemahiran Gerakan Ibing Silat

RETNO HERIYANTO/"PRLM"RETNO HERIYANTO/"PRLM" KESENIAN surak ibra menampilkan gerakan ibing pencak silat yang menarik.*
BANDUNG, (PRLM).- Atraksi kesenian tradisional Surak Ibra dari Lingkung Seni Surak Ibra Sindangsari, Desa Cinunuk, Kec. Wanaraja, Kab. Garut, di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House), Sabtu (2/7) malam memukau penonton. Diawali kesenian tradisional Kecapi Lawakan Mang Yayat, kesenian Surak Ibra mempertontonkan kemahiran para pemainnya melakukan gerakan ibing pencak silat.

Antusias penonton untuk menyaksikan pegelaran kesenian tradisional Surak Ibra, mulai terasa sejak pukul 18.00 WIB. Calon penonton berangsur-angsur memenuhi Teater Terbuka Balain Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat yang berkapasitas mampu menampung penonton sekira seribu orang.

Selain masyarakat sekitar, kepenasaran penonton akan kesenian Surak Ibra yang hanya dihadirkan pada hari besar masyarakat Kab. Garut dan Tasikmalaya, juga mengundang keingin tahuan sejumlah praktisi seni serta mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung dan sekitarnya. â€Å“Ini merupakan pertanda baik bagi kemajuan kesenian tradisional khususnya dan bagi keberadaan (Balai Pengelolaan) Taman Budaya (Jawa Barat) sendiri,” ujar Kepala Balai Penggelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Dra. Hj. Rosdiana Rachmiwaty, disela-sela jalannya pergelaran.

Atraksi kesenian tradisional Surak Ibra diawali dengan musik padungdung (bubuka), diikuti pemain alat musik keprak, dogdog dan angklung. Harmonisasi kendak pencak silat dengan angklung, dogdog dan keprak mengiringi sejumlah penari pria yang mengintari panggung.

Tarian dilakukan dengan berbagai variasi gerakan jurus pencak silat diikuti dengan formasi penari yang membentuk lingkaran. Ditengah lingkaran seorang yang ditunjuk untuk menjadi pimpinan menari beberapa jurus di tengah lingkaran dan semakin lama diikuti penari lainnya, untuk kemudian penari awal diangkat dan dilempar ke udara untuk kemudian ditangkap dan terus diulangi beberapa kali.

â€Å“Gerakan pencak silat dan mengangkat seorang dari penari ke udara merupakan bentuk simbolisasi dari masyarakat yang menginginkan seorang pimpinan yang dapat mengayomi takyatnya.  Keseni pertunjukkan khas Garut ini memiliki sifat fleksibel sebagai potensi seni kemas kolosal seperti halnya kesenian tradisional Kecak Bali yang begitu melegenda,” ujar Mas Nanu Muda, curator Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. (A-87/A-147)***

sumber : www.pikiran-rakyat.com

Berkenalan dengan Kulsoom Abdullah, Lifter Yang Berhasil Golkan Jilbab di Lapangan Olahraga Angkat Besi

Berkenalan dengan Kulsoom Abdullah, Lifter Yang Berhasil Golkan Jilbab di Lapangan Olahraga Angkat Besi

REPUBLIKA, NEW YORK - Perjuangan Kulsoom Abdullah, lifter asal Amerika serikat, membuahkan hasil. Federasi Angkat besi Internasional (IWF) dalam waktu dekat akan mengubah aturan pakaian bagi atlet perempuan yang memungkinkan atlet berjilbab berlaga di forum nasional dan internasional.

Sebelum akhirnya IWF ketok palu menyetujui perubahan ketentuan tentang pakaian atlet wanita, jalan panjang dilaluinya. Ia sebelumnya meyakinkan Komite Olimpiade AS (USOC) tentang hal itu. Setelah USOC mengangguk, mereka mengusungnya dalam forum IWF.

USOC yang mendesak IWF untuk membuat perubahan dalam pertemuan di Malaysia awal pekan ini.

Sekarang Kulsoom, yang bersaing di divisi angkat besi senior perempuan, bisa masuk berbagai kompetisi dunia dengan tetap berbusana Muslimah. "Saya sangat senang bahwa hal itu terjadi. Aku benar-benar bersyukur atas dukungan yang di luar sana. Saya berharap ini [perubahan] akan membantu cabang olahraga lain yang lain, sehingga Muslimah berjilbab bisa berpartisipasi di dalamnya," katanya.

Siapakah Kulsoom Abdullah? yang pasti, dia bukan anak bawang dalam peta olahraga angkat besi. Berbagai kejuaraan baik nasional maupun internasional pernah diraihnya.

Di luar angkat-mengangkat lifter, Kulsoom Abdullah juga tak bisa diremehkan. Ia bergelar PhD untuk teknik komputer dari Universitas Georgia.

Kulsoom lahir di Amerika Serikat. Orangtuanya berdarah Pakistan. Ia bermain di  48 kg  dan 53 kg atau kelas berat.

Dia menekuni angkat besi sejak beberapa tahun lalu. Semula, ia hanya menjadikan angkat barbel sebagai bagian dari menjaga kebugaran saja.

"Itu hanya sesuatu untuk bersenang-senang. Namun kemudian timbul keinginan untuk menjadikannya sebagai cabang olahraga yang pantas untuk ditekuni," katanya.

Dia kemudian bekerja sama dengan pelatihnya dan mulai menetapkan tujuan untuk bertanding. Seiring dengan itu, ia menggiatkan pelatihan lima sampai enam hari seminggu dan memasuki kompetisi tahun lalu di Cabang Flowery, Newnan, Gainesville, Savannah, dan South Carolina.

Kulsoom, yang pindah ke Atlanta dari Florida pada tahun 1999, selalu menutupi tubuhnya selama kompetisi lokal. Namun, tiap kali, ia harus adu argumentasi dengan panitia sebelum akhirnya diperkenankan berlaga dengan jilbabnya.

Upaya Kulsoom menggolkan jilbab di arena angkat besi disambut gembira Komite Hubungan islam-Amerika (CAIR). "Kami menyambut keputusan penting dalam mendukung inklusi lebih besar dalam kompetisi atletik dan mendesak wakil-wakil dari badan-badan internasional lainnya untuk mengambil langkah yang sama. Kami berterima kasih kepada Komite Olimpiade Amerika Serikat untuk membantu memberdayakan atlet muslim perempuan dan untuk mengambil berdiri dalam mendukung tradisi Amerika keragaman agama," demikian keterangan resmi lembaga ini.

 

 


sumber : www.republika.co.id

Pegelaran Seni Budaya Balai Pengelolaan Taman Budaya Jabar

RETNO HY/"PRLM"RETNO HY/"PRLM" KACAPI Lawak ABG Segar Grup, Garut terdiri dari Mang Yayat (kacapi), Mang Maman dan Mang Ida (keprak) tampil dipegelaran rutin seni budaya Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, bertempat di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat.*
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Empat Pemain PERSIB Dipanggil Timnas

Empat Pemain PERSIB Dipanggil Timnas

Badan Tim Nasional (BTN) mengumumkan para pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional, baik senior maupun U-23. Dari 25 pemain senior yang dipanggil pelatih Alfred Riedl, ada tiga nama pemain PERSIB, yakni penjaga gawang Markus Haris Maulana, gelandang Eka Ramdani dan striker Cristian Gonzalez. Di tim U-23 yang juga berjumlah 25 pemain, Riedl tetap memanggil pemain terbaik Liga Super Indonesia (LSI) U-21 2009-2010, Munadi, meski sepanjang musim ini beristirahat total lantaran cedera lutut yang dialaminya.

Pengumuman resmi pemanggilan pemain untuk timnas senior dan U-23 itu dilakukan BTN dan Riedl di Jakarta, Sabtu (2/7). Ke-50 pemain timnas senior dan U-23 ini akan menjalani seleksi pembentukan tim mulai 11 Juli mendatang. Menurut rencana, timnas U-23 akan mengikuti Piala AFF U-23 yang akan berlangsung di Palembang 16-24 Juli mendatang, sedangkan timnas senior akan menghadapi Turkmenistan pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014, 23 dan 28 Juli 2011.

Berikut daftar pemain Timnas Indonesia Senior:

Markus Haris Maulana, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga (kiper). Hamka Hamzah, M. Roby, Ricardo Salampessy, Gunawan Dwi Cahyo, Wahyu Trisnanto, M Nasuha, Beny Wahyudi, Zulkifli Syukur, Supardi (belakang). Oktovianus Maniani, Arif Suyono, M Ridwan, Firman Utina, M Ilham, Ahmad Bustomi, Eka Ramdani, Toni Sucipto, Egi Melgiansyah (tengah). Cristian Gonzales, Bambang Pamungkas, Ferdinand Sinaga, Boaz Solossa (depan).

Daftar pemain Timnas Indonesia U-23:

Johan Angga, Rifki Dayton, Chairul Nasri (kiper). Abdul Rahman, Irfan Raditya, Septia Hadi, Djayusman Triasdi, Fauzan Djamal, Joko Sidik, Hasim Kipau, Herry Susilo (belakang). Dendi Santoso, Stevie Bonsapia, Zulham Zamrun, Joko Sasongko, Mahadirga Lasut, Johan Juansyah, Hendro Siswanto, Munadi, Dedy Kusnandar (tengah). Yongki Aribowo, Jajang Mulyana, Patrich Wanggai, Aris Alfiansyah, Rishadi Fauzi (depan). ***


sumber : persib.co.id

Saturday, July 02, 2011

150 Layang-layang Dipamerkan Pada Festival Internasional 2011

Bandung - Sedikitnya 150 lebih layang-layang dipamerkan di Tennis In Door Villa Istana Bunga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dalam rangka 'Festival Layang-layang Internasional 2011'. Kegiatan ini pra event Pangandaran International Kite Festival 2011 yang akan berlangsung 13 hingga 17 Juli mendatang di Katapang Doyong, Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis.

Event ini digagas oleh komunitas Kite Art Indonesia (KAI) bekerjasama dengan Tambatan Hati Tour Travel dan Villa Istana Bunga. Dikatakan Ketua Kite Art Indonesia, Lianawati, kegiatan Festival Layang-layang Internasional 2011, yang diselenggarakan di Tennis In Door Villa Istana Bunga akan berlangsung sepanjang bulan Juli 2011 (2- 30 Juli 2011).

"Event ini merupakan bentuk pemanasan ataupun pra event sebelum diselenggarakannya Pangandaran International Kite Festival 2011, yang puncaknya akan diselenggarakan 16 dan 17 Juli mendatang di Pantai Katapang Doyong Pangandaran Ciamis,” ujar Lianawati dalam rilis yang diterima detikbandung melalui email, Sabtu (2/7/2011).

Selain memamerkan lebih dari 150 layang-layang dari berbagai jenis koleksi komunitas KAI, menurut Lianawati, kegiatan ini juga akan diisi berbagai kegiatan. Di tempat yang sama (Tennis In Door Villa Istana Bunga) juga akan diselenggarakan work shop pembuatan layang-layang, mewarnai layang-layang, eksibisi dan lainnya.


Kegiatan festival layang-layang ini, menurut Lianawati bukan hanya diperuntukan komunitas dan keluarganya, tetapi juga masyarakat umum. "Masyarakat umum dapat melakukan aktivitas bersama dengan anggota komunitas, bahkan festival ini merupakan bagian dari sosialisasi kegiatan Pangandaran International Kite Festival 2011 serta sosialisasi komunitas kami untuk memasyarakatkan layang-layang,” ujar Lianawati.

Hari pertama Festival Layang-layang Internasional 2011 ini menyedot perhatian ratusan anggota komunitas dan wisatawan. Layang-layang batik Gugunungan dan Garuda Jatayu yang selama ini menjadi langganan juara di sejumlah event festival laying-layang sejumlah Negara, paling banyak menarik perhatian

"Selain motif warnanya, bentuknya yang sangat besar dan artistik menjadi daya tarik tersendiri," Widianto, salah seorang dari rombongan wisatawan Daiso, Jakarta,
saat memerhatikan koleksi laying-layang milik komunitas Kite Art Indonesia yang dipamerkan.

Pada hari pertama juga diterbangkan sejumlah layang-layang koleksi milik komunits Kite Art Indonesia di kawasan Bukit Layang-layang, masih di kawasan Villa Istana Bunga, Parongpong. Layang-layang yang diterbangkan di antaranya layang-layang “Barong” yang terdiri dari papa, mama, dan baby barong yang masing-masing berukuran 6 meter (panjang) x 4 meter (lebar) dan panjang ekor 30 meter; 3,5 x 5 dengan panjang ekor 20 meter; dan 1,5 x 2 panjang ekor 10 meter.
(ern/ern)


sumber : bandung.detik.com

Semua Butuh Sehat

Berbagai kalangan bicara masyarakat Bandung mulai ramai kembali membicarakan soal kotoran sapi yang mencemari Sungai Cikapundung dan Pemerintah Kota Bandung ikut bicara bahwa tindakan sekelompok petani sapi yang membuang kotoran sapi ke Sungai Cikapundung kurang terpuji dan sangat merugikan masayarakat. Karena, sebagian besar dari 3,2 juta penduduk Kota Bandung memanfaatkan Sungai Cikapundung untuk kepentingan sehari-hari setelah dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Wening.

Pengurus perkumpulan peternak sapi juga ikut angkat bicara . Mereka meminta agar Pemkot Bandung tidak mudah mempersalahkan mereka sebagai biang pencemaran air Sungai Cikapundung. Bagaimanapun, para peternak sapi memberi kontribusi yang tidak sedikit dalam pembuatan pupuk organik, setidaknya bahan baku sangat berlimpah.

Itu ieu keukeuh. Itu ieu ngarasa bener. Pemerintah merasa benar berkewajiban untuk menjaga kebersihan air Cikapundung yang digunakan oleh khalayak. Peternak juga merasa benar karena mereka juga mempunyai umbangsih yang tidak sedikit untuk pembuatan pupuk. Meski ada segelintir orang yang membuang kotoran ke sungai, mereka tidak mau digeneralisasi sebagai biang pencemaran.

Saya pikir persoalan kototran sapi ini sudah sempat mencuat, menjadi perbincangan publik, tetapi kemudian meredup dan ngabuntut bangkong alias teu puguh gula hideungna. Orang-orang membicarakannya hanya sekedar untuk menaikkan suhu politik, popularitas, atau mungkin kepentingan sesaat.

Terlepas dari apa pun bentuknya, permasalahan lingkungan memang harus menjadi perhatian yang serius. Bukan hanya pencemaran air, tapi juga pencemaran tanah, pecemaran udara, dan bahkan pencemaran keindahan kota (seperti PKL dan bangunan liar). Alasannya aangat klasik memang. Kebutuhan ekonomi sering dijadikan tameng untuk menjustifikasi perbuatan melanggar hukum, di samping lambannya tindakan dari pemerintah. Harus diakui bahwa pemerintah sering membiarkan bibit masalah tumbuh menjadi besar. Setelah besar baru ada tindakan. Tentu saja menjadi tidak efektif karena membutuhkan waktu, tenaga, dan dana yang banyak. Pemerintah harus berhdapan dengan "kekuatabn besar" yang semula sebetulnya tidak mempunyai kekuatan apa pun. Contoh bangunan liar dan PKL. Jika sewaktu masih satu dua segera ditindak, maka tidak akan menjadi masalah. Sayangnya, tindakan baru datang setelah mereka tumbuh menjadi besar. Demikian pula soal kotoran sapi.

Hal yang tidak kalah pentingnya; dan ini yang paling sulit, menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya hidup teratur dan hidup sehat. Setiap orang berhak hidup dan dijamin oleh undang-undang, tetapi tidak boleh ada urusan hak pribadi yang bertabrakan dengan dan merugikan orang banyak.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan, sikap egois yang tak memedulikan orang lain, memandang enteng aturan, dan minimnya keteladanan serta kurang tegasnya pemerintah menjadi pemicu lahirnya pelanggaran, baik dalam skala kecil maupun sekala besar.

Jadi, mulailah dari pribadi masing-masing. Mencoba berjuang untuk melawan egoisme, melawan ketidakpedulian pada lingkungan dengan kekuatan tekad untuk hidup sehat, hidup teratur, dan hidup maslahat. Berpikirlah bahwa orang lain pun sama dengan kita : butuh air, udara, dan lingkungan yang sehat. Tuntutlah hak kita, tapi kerjakan pula kewajiban kita!
Oleh: NANA SUKMANA

Warga yang Tinggalkan Bandung Diimbau Pergi Sebelum Jam 10 Pagi

Bandung - Warga atau wisatawan yang hendak meninggalkan Kota Bandung diimbau pergi sebelum pukul 10.00 WIB agar tidak terjebak macet. Polisi memprediksi bakal terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan saat berlangsungnya pembukaan Muktamar PPP ke VII di Gedung Sabuga pukul 14.00 WIB, Minggu (3/7/2011).

"Pengendara yang mau keluar dari Kota Bandung, diimbau untuk pergi sebelum jam 10 pagi," kata Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Sambodo Purnomo.

Ia menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (2/7/2011). Menurut Sambodo sejumlah jalan akan digunakan sebagi rute kendaraan para peserta dan tamu undangan Muktamar PPP menuju Gedung Sabuga.

Rute yang dimaksud yakni Jalan Dr Djunjunan, Jembatan Pasupati, Jalan Tamansari, Jalan Cikapayang, Jalan Djuanda, dan Jalan Dayang Sumbi.

Menurut Sambodo, kebanyakan kendaraan peserta, simpatisan dan tamu itu datang dari Jakarta melalui Tol Pasteur. Kendaraan itu nantinya datang secara berombongan dan diperkirakan bisa menimbulkan kemacetan.

"Maka itu, warga yang meninggalkan Bandung jangan hanya mengandalkan Tol Pasteur saja. Disarankan melalui pintu tol lainnya," ucap Sambodo.

Pada kegiatan Muktamar PPP, lanjut Sambodo, penutupan jalan dilakukan di Jalan Tamansari atau tepatnya depan Kebon Bintang hingga Jalan Sumur Bandung. Sementara kendaraan dari Jalan Siliwangi tidak bisa belok kanan menuju Sabuga melalui Jalan Sumur Bandung, kendaraan nantinya dialihkan ke Jalan Ir H. Djuanda.

"Jalan Tamansari mulai ditutup sekitar jam 10 pagi," terang Sambodo.

Kendaraan simpatisan PPP tidak boleh melintas menuju Sabuga. Parkir kendaraan peserta dan simpatisan tersedia di Jalan Ganeca, Jalan Gelap Nyawang, dan di depan Kebon Binatang.

"Setelah memarkirkan kendaraan di tempat tersebut, simpatisan atau tim penghibur yang mau menuju Gedung Sabuga harus berjalan kaki," tutup Sambodo sembari menambahkan sekitar 5 ribu simpatisan yang hadir itu akan ditempatkan di luar Gedung Sabuga.

(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pameran Seni Rupa Kontemporer

ADE BAYU INDRA/"PRLM"ADE BAYU INDRA/"PRLM" PENGUNJUNG mengamati salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran seni rupa kontemporer, di Lawangwangi Art and Science Estate, Jln. Dago Giri, Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (2/7). Pameran yang diikuti puluhan perupa dengan berbagai karya itu, berlangsung hingga 23 Juli.* Fotografer:  ade bayu 1
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Hamba Duniawi

Hamba Duniawi

Oleh : Agustiar Nur Akbar

Sebagai seorang muslim tentu kita tahu siapa Tuhan kita. Siapa yang menciptakan kita. Siapa yang pantas kita sembah. Dan juga mengatahui penghambaan kita untuk siapa. Serta kita ini adalah hamba siapa.
 
Namun tahukah engkau wahai saudaraku? Sesungguhnya secara sadar tidak sadar, kita telah menjadi hamba selain Allah SWT. Mau tidak mau kita sudah termasuk orang yang menuhankan tuhan selain Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Esa, Allah SWT. Yang kita tuhankan ini bisa  juga disebut berhala modern. Sehingga kita seringkali terjerumus dan terjatuh dalam penghambaan kepadanya. Secara tidak sadar dan sadar, kita telah menyembahnya, menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada tuhan ini. Kita rela melakukan apapun demi tuhan yang tidak layak kita sembah ini.

Materi dan duniawi beserta segala macam isinya seperti popularitas, wibawa, jabatan, dan lain sebagainya. Itu semua adalah tuhan yang kita sembah selain Allah SWT. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah hamba-hamba dinar, dirham, dan kain beludru. Jika diberi ia rela dan jika tidak diberi ia tidak rela”. (H.R Bukhari).

Imam Shon’ani dalam Subulu as Salam syarah Bulughu al-Maram menjelaskan. Bahwasanya yang dimaksud dengan hamba dinar dan dirham adalah orang yang menghambakan dirinya kepada duniawi. Ketika ia mencari dunia seolah ia adalah hamba dari dunia itu dan dunia adalah sang raja-nya. Serta ia telah benar-benar tenggelam kepada syahwat duniawinya.

Beliau juga menambahkan. Bahawasanya yang tercela dari dunia adalah ketika seorang hamba telah menenggelamkan dan menyibukan dirinya untuk dunia. Sehingga ia melupakan kewajibannnya kepada Allah SWT. Dzat yang lebih berhak diutamakan dari apapun dan siapapun.

Marilah kita renungkan bersama akan hal ini wahai saudaraku! ‘abdullah artinya hamba Allah, menuhankan Allah SWT. Dari sini kita bisa juga maknai. Bahwasanya ‘abdu ad-dirham dan ‘abdu ad-dinar, hamba dirham dan hamba dinar. Orang yang menuhankan dirham serta dinar. Dimana dirham dan dinar adalah perlambang dari materi atau duniawi. Ini seperti yang diisyaratkan Imam Shon’ani. Namun ia tidak sampai jatuh pada hukum syirik.

Ketika kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi. Ketika kita tidak menghiraukan status harta itu. Apakah ia syubhat, haram, atau halal. Yang penting kita mendapatkannya. Bukankah itu sudah termasuk dari penghambaan kepada materi? Menyerahkan diri, melakukan apapun demi materi.
Ketika kita berusaha meraih popularitas, dan berusaha mempertahankannya mati-matian. Bahkan tak jarang  menempuh jalan mistik yang tidak seharusnya. Dan juga membahayakan diri sendiri dengan konskuensinya. Bahkan tak jarang demi popularitas rela merendahkan diri dengan mengobral aurat misalnya. Atau memperdagangkan diri secara langsung dan tidak langsung. Bukankah itu berati kita sudah menghambakan diri kita untuk pupolaritas, duniawi? Serta mengalahkan Allah SWT Dzat Yang Maha Agung dengan segala aturannya yang sempurna?

Penulis adalah sahabat Republika Online yang tengah menimba ilmu di Universitas Al Azhar, Kairo

 


sumber : www.republika.co.id