-

Saturday, August 06, 2011

Museum Sri Baduga Ditutup Dua Bulan

Museum Sri Baduga Bandung akan ditutup selama dua bulan, mulai akhir Agustus hingga akhir Oktober 2011. Penutupan museum tersebut dilakukan sementara selama renovasi ruang pamer museum.

"Kami berencana akan merenovasi ruang pameran, dan selama pembangunan, museum ditutup sementara," ungkap Kepala Balai Museum Sri Baduga Bandung, Drs. Prama Putra yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/8/2011).

Disebutkan Prama, seluruh biaya renovasi ini berasal dari pusat, yakni dari Direktorat Permuseuman dengan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Jika dilihat anggaran sebesar itu, menurut Prama, Direktorat Permuseuman ingin menjadikan Museum Sri Baduga sebagai contoh pembangunan museum berkelanjutan dan akan dijadikan sebagai barometer museum di Indonesia.

"Sebenarnya museum-museum di daerah lain menerima anggaran lebih dari Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar. Jumlah tersebut sekaligus untuk pembangunan fisik museum," ujarnya.

Sementara untuk Museum Sri Baduga, katanya, hanya penataan ulang ruang pamer saja tanpa ada pembangunan fisik. Saat ini, tambahnya, baru masuk proses lelang ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dilakukan Pemprov Jabar.

Setelah direnovasi, lanjut dia, pameran tetap diberlakukan paling lama 1 sampai 2 tahun, sehingga tidak akan menimbulkan kebosanan

Ibu Kota Provinsi Jabar Pindah ke Cikalong Wetan

Pemindahan ibu kota Pemprov Jabar ke wilayah Walini Cikalong Wetan, Kab. Bandung Barat bukan hanya wacana. Saat ini Pemprov melalui Dinas Permukiman dan Perumahan (Kimrum) Jabar terus melakukan pembahasan rencana tersebut dengan sejumlah pihak terkait.

Bahkan rencananya selain kawasan ibu kota pemerintahan, di daerah tersebut juga dibangun kota raya terpadu, yakni Kota Raya Walini.

"Saat ini kami masih melakukan pembicaraan denga PTPN VIII selaku pemilik tanah, karena belum ada kesepakatan yang final. Namun pada dasarnya PTPN sudah setuju jika di lokasi itu akan dibangun Kora Raya Walini," ungkap Kepala Dinas Kimrum Jabar, Eddy Nasution kepada wartawan di ruang kerjanya, Jln. Kawaluyaan Bandung, Kamis (4/8).

Meski belum ada kesepakatan final dengan PTPN, katanya, tapi masterplan Kota Raya Walini sudah dibuat meskipun harus ada penyempurnaan-penyempurnaan. Rencananya di wilayah tersebut akan dibangun berbagai fasilitas seperti perkantoran, mal, pusat bisnis, pasar modern, tempat rekreasi, perumahan, dan pusat pemerintahan.

Dijelaskannya, untuk merampungkan rencana pembangunan Kora Raya Walini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

Apalagi di daerah tersebut akan diintegrasikan dengan pembangunan Kampus Hijau ITB dan Kampung Asia Afrika.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang Kimrum Jabar, Bobbi Subroto mengungkapkan pengembangan Walini ini awalnya karena gagasan rencana pembangunan Kampung Asia Afrika. Di kawasan tersebut akan dibangun rumah-rumah dengan desain masing-masing negara anggota KAA.

"Namun belakangan berkembang bahwa ibu kota pemerintah pun akan dikembangkan di sana. Mengingat kondisi Bandung sudah padat. Selain itu untuk mengintegrasikan kantor-kantor dinas Pemprov Jabar yang saat ini banyak tercecer di beberapa lokasi," ujar Bobbi.

Menurutnya, daerah Walini layak untuk dijadikan kawasan baru karena akses jalannya tidak terlalu sulit sebab dekat Tol Cipularang. Apalagi dalam waktu dekat akan dibangun jalan Tol Ciawi-Sukabumi, Sukabumi-Cianjur, dan Cianjur-Padalarang. Juga ditambah jalur jaringan kereta api yang sudah ada di sekitar lokasi. (Sumber Galamedia)

Friday, August 05, 2011

Ketika Kabayan Menuju Hollywood

LAKON si Kabayan tak hanya menarik disaksikan di film layar lebar maupun sinetron. Dalam pertunjukan drama musikal pun, cerita tokoh Tatar Sunda itu mampu menghibur penonton. Hal tersebut tampak dalam pementasan "Kabayan Goes to Hollywood" di Trans Studio Bandung, Rabu (4/8) petang.

Pada show yang disaksikan ribuan penonton itu, cerita yang dibangun adalah perwujudan rasa cinta yang begitu mendalam dari Kabayan, seorang pemuda desa, untuk menyusul kekasihnya, Iteung, ke Hollywood, Amerika Serikat. Iteung telah menjadi penyanyi terkenal di Hollywood yang memenangi berbagai penghargaan. Perjalanan Kabayan untuk menyusul kekasihnya menemui banyak rintangan.

Terobosan yang penuh liku dan mencekam.

Penonton ikut merasakan bagaimana perjuangan Kabayan untuk menemui kekekasih memang perlu diacungi jempol. Ada usaha dan di sisi lain para pemain sangat cekatan membangun kisah dengan alur cerita yang cukup membumi. Para pemeran di drama musikal ini adalah asli orang Bandung. Mereka adalah orang-orang terbaik di bidangnya mulai dari aktor, dancer, penyanyi hingga para stuntman bergabung dalam satu koreografi yang memukau.

Pertunjukan "Si Kabayan Goes To Hollywood" ini pun memberi kesan pada penonton dari luar Bandung. Seperti yang diungkapkan Melsya, mahasiswi asal Jakarta ini mengaku tertarik dengan lakon tersebut. Menurutnya, perpaduan drama klasikal dengan teknologi layar lebar ini bukan saja membuka dan menambah cakrawala pengetahun, tapi juga memberi hiburan sehat dan kocak," ujarnya.

Ia berpendapat, pertunjukan seperti Si Kabayan masih sangat dibutuhkan saat ini guna menghilangkan kejenuhan dari kegiatan rutinitas serta kepenatan berpikir. "Sebab, pertunjukan Si Kabayan Goes To Hollywood itu betul-betul menghibur, bernuansa renungan yang memberi nuansa pengetahuan melalui perpaduan berbagai teknologi," ulasnya.

Selain si Kabayan, pada kegiatan bukan bersama itu pun dipertontonkan cerita Legenda Putera Mahkota dan Street Performance dengan menampilkan karnaval tokoh-tokoh terkenal baik entertainer, boneka hingga superhero.

Legenda Putra Mahkota Mahkota merupakan pertunjukan yang mengangkat tema budaya Indonesia yang dibalut oleh aksi sirkus yang menakjubkan. Semakin seru karena pertunjukan ini didukung oleh efek spesial. Menurut General Manajer, Trans Studio, Linda Tampi, teaterikal itu sengaja diperuntukkan bagi pengunjung yang menyukai kisah-kisah klasik dan modern. (mza/”GM”)**

10 Pedagang Kios Nyambi Agen Togel Singapura dan Hongkong

Bandung - Unit Reskrim Polsek Bojongloa Kaler menangkap 10 pria yang menjadi agen judi togel Singapura dan Hongkong di dua tempat berbeda. Mereka semuanya pedagang kios di kawasan Babakan Tarogong dan Astana Anyar.

Polisi awalnya menciduk Pardomuan Sidauruk dan Mamur Siaduruk di kawasan Babakan Taragong, belum lama ini. Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 1.471.000, tiga buah kupon yang sudah diisi, satu buah kupon yang belum diisi, dan alat tulis.

"Pardomuan bertugas sebagai penanggung jawab, sementara Mamur sebagai pencatat kupon," ujar Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami didampingi Kapolsek Bojongloa Kaler Kompol Syarif Hidayat, Kamis (4/8/2011).

Berdasarkan pemeriksaan tersangka kepada penyidik, kata Endang, keduanya mampu meraih duit lebih dibandingkan pekerjaan sebagai pedagang kangkung. Pardomuan dan Makmur cuma mampu meraih untung Rp 50 ribu per hari dari jualan kangkung.

"Kalau dari judi togel Singapura dan Hongkong, keduanya mendapat omzet 3 juta rupiah hingga 5 juta rupiah per hari. Dari situ mereka mendapat persenan dari bandar sebesar 200 ribu rupiah," papar Endang.

Dari informasi kedua tersangka tersebut, polisi kembali menangkap pelaku lainnya yakni Sanggam Simatupang di kawasan Astanaanyar. Pria itu tugasnya sebagai penanggung jawab.

"Ditangkap juga tujuh orang bertugas sebagai pencatat kupon togel yang masih jaringan tersangka Sanggam. Semua pencatat ini berprofesi sebagai pedagang yang memiliki kios. Jadi kios itu dipakai ajang transaksi togel," tutur Endang.

Polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp 3.306.000, 34 buah kupon togel hongkong, dua buah kalkulator, dua lembar karton ramalan shio, dan alat tulis. "Jaringan Sanggam ini mampu meraih omzet 20 juta rupiah per hari," ucapnya.

Endang menjelaskan, peminat judi togel Singapura dan Hongkong ini terdiri dari berbagai kalangan dewasa. Mulai pengemudi becak hingga orang kantoran.

Kesepuluh tersangka saat ini meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Bojongloa Kaler. Mereka dijerat pasal 303 KUHPidana tentang tentang perjudian yang ancaman hukumannya di atas lima tahun.
sumber : bandung.detik.com

Puasa Lahir, Puasa Batin

Berdasarkan fitrahnya, manusia selalu mendambakan kesehatan dan kenyamanan dirinya, fisik maupun mental. Proses metabolisme tubuh tidak pernah berhenti, juga aktivitas biologisnya. Begitu juga akal dan jiwanya senantiasa bekerja dengan kegiatan-kegiatan berpikirnya. Hal ini secara pasti akan menyebabkan dia menjadi lelah, kurang semangat atau bahkan sakit; secara fisik maupun mentalnya. Dalam kondisi seperti ini, kedua bagiannya, lahir batinnya, perlu di-refresh secara total agar ia kembali sehat walafiat.

Banyak sekali cara dan sarana yang ditawarkan kepada kita untuk mencapai tujuan ini; jalur medis, cara alternatif ataupun olah spiritual. Namun ketahuilah, bahwa syariat Islam telah memberikan solusi paling efektif untuk mewujudkan harapan ini, yaitu melalui ibadah puasa.

Puasa adalah sarana terbaik bagi manusia untuk memperoleh kesehatan lahir dan batinnya. Hal ini ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad saww, "Berpuasalah, maka kamu akan sehat." Sebuah ungkapan universal yang mencakup pada kedua sisi manusia, fisik, dan spiritual.

Puasa adalah upacara kudus yang diagungkan oleh semua agama dan merupakan ibadah lahiriah, karena berhubungan dengan raga di saat mengosongkan perut, mulut dan tenggorokan dari makanan serta minuman. Puasa juga termasuk ibadah batiniah, karena berkaitan erat dengan jiwa manusia tatkala harus menghentikan selera, meliburkan nafsu birahi, memangkas pikiran-pikiran jahat serta menumpas akar kesombongan dari dalam dirinya.

Para ahli spiritual dan ulama akhlak telah merinci hikmah mengurangi makan dalam kitab-kitab mereka, di antaranya berikut ini:

1. Lapar dapat menumbuhkan kesucian hati dan kejernihan pikiran seseorang, Rasulullah saww bersabda, "Siapa yang perutnya terbiasa menahan lapar (berpuasa), pikirannya akan sanggup menaiki tangga-tangga tertinggi dari hakikat, sehingga refleksi dan perenungannya menjadi lebih kuat".

2. Timbulnya kerendahan hati, kemurahan, dermawan dan pemantangan terhadap hal-hal yang dapat menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Terhindar dari kesombongan, egoisme, dan arogan terhadap sesama. Ia akan lebih peka terhadap penderitaan dan kesusahan orang lain.

3. Menurunkan intensitas gairah seksual dan dorongan-dorongan hawa nafsu lainnya yang biasa mengajak manusia kepada dosa dan penyimpangan. Mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan akan memicu gairah seksual.

4. Dalam keadaan lapar bisa mengurangi tidur, dan kita mengetahui bahwa banyak tidur merupakan faktor utama dalam penyia-nyiaan umur. Ketika jadwal tidur berkurang, waktu dan kesempatan untuk ibadah lebih banyak.

5. Mengurangi makan juga dapat memperbaiki atau memperkuat kondisi finansialnya. Dana dapat dialokasikan untuk kepentingan-kepentingan lain yang lebih bermanfaat, misalnya bersedekah, ziarah ke Tanah Suci atau syiar Islam yang memerlukan biaya. (Penulis adalah Ketua Majelis Habib, Jln.Kembar VI No.8 Bandung)**
Oleh: HABIB ALWI ASSAGAF (galamedia)

Thursday, August 04, 2011

Penanaman 1.000 Pohon Awali Rangkaian Tarling di Baleendah

Sebanyak 1.000 pohon sumbangan siswa baru tahun ajaran 2011 untuk program penghijauan di wilayah Baleendah, Kab. Bandung mulai ditanam. Penanaman pertama 100 pohon dilakukan di Kp. Sukajadi, Kel. Jelekong bersama peresmian Jln. Sukajadi sepanjang 2,5 km.

Penanaman pohon dan peresmian jalan oleh Camat Baleendah bersama warga, aparat kecamatan dan desa setempat, Rabu (3/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian terawih keliling (tarling) Camat Baleendah, Uka Suska Puji Utama.

"Dalam rangkaian tarling yang kami lakukan, tidak hanya kegiatan ritual ibadah seperti terawih berjamaah, tapi juga ingin melakukan kerja nyata dengan menanam pohon dan peresmian jalan," ungkap Uka.

Dari 1.000 pohon yang terkumpul, menurutnya, akan disebar ke kelurahan dan desa di wilayah Baleendah yang dimulai dari Kp. Sukajadi, Kel. Jelekong.

Selain dari pelajar, pihaknya juga telah mengajak kalangan pengusaha untuk sama-sama menyumbang bibit pohon yang telah menyatakan kesediaannya. "Cuma berapa jumlahnya dan kapan diserahkannya, mereka belum memberitahu," ujar Uka.

Peresmian jalan

Sedangkan Jln. Sukajadi sepanjang 2,5 km yang telah diaspal dan diresmikan bersamaan dengan penanaman pohon di jalan tersebut, menghabiskan dana dari APBD 2011 sebesar Rp 180 juta dan Rp 13 juta dari dana swadaya masyarakat.

Dalam sambutan peresmian jalan dan penanaman pohon, Uka meminta semua unsur masyarakat agar memelihara jalan yang telah dibangun maupun memelihara pohon yang telah ditanam. Pemeliharaan di antaranya dengan tidak membuang sampah ke drainase yang bisa menyebabkan air meluap ke jalan sehingga mempercepat kerusakan jalan.

"Jalan yang telah kita susah payah bangun dan pohon yang kita telah kumpulkan, jika tidak dipelihara tentu akan cepat rusak atau punah. Mari jaga dan peliharan lingkungan kita bersama," paparnya.

Terkait kegiatan Ramadan, Uka juga memberikan pengarahan sekaligus pembinaan kepada unsur KUA dan Badan Amil Zakat Kec. Baleendah yang bertugas mengelola zakat fitrah maupun zakat mal. Selepas peresmian jalan dan penanaman pohon, camat bersama warga melangsungkan buka puasa bersama, salat magrib, salat isya, tarawih, dan tadarusan. (B.35)**

Memaknai Nilai Ibadah


Memaknai Nilai Ibadah

Ramadhan telah tiba. Para profesional dari berbagai bidang seolah berlomba memberi makna pada bulan suci ini. Kalangan medis berusaha menjelaskan hikmah puasa dan ibadah lainnya dari sudut pandang kesehatan. Ekonom berusaha menjelaskan hikmah zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam konteks stabilitas sosial.

Sementara, para birokrat berusaha menjelaskan hikmah puasa sebagai sarana pengendalian diri yang dihubungkan dengan pengawasan melekat. Para mubaligh berupaya menyuguhkan materi dakwah baru untuk mendapatkan simpati audiensnya, di antaranya melakukan rasionalisasi dan sainstifikasi pemaknaan ayat dan hadis.

Mereka seolah-olah berusaha memikat masyarakat melakukan ibadah, khususnya ibadah mahdah melalui pemahaman yang bersifat antroposentris, sebuah paham yang serba untuk manusia. Antroposentrisme adalah paham yang beranggapan, manusialah yang paling tepat memanusiakan dirinya sendiri. Manusialah yang paling memahami dirinya sendiri.

Paham ini berusaha mengeliminasi intervensi dan keterlibatan unsur asing dari diri manusia dalam memanusiakan dirinya. Unsur asing, termasuk Tuhan dan makhluk spiritual lainnya, dianggap tidak relevan memasang nilai dan norma dalam kehidupan manusia.

Ibadah adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ibadah mahdhah adalah ibadah yang diatur langsung ketentuannya oleh Allah SWT atau melalui rasul-Nya. Sebab, hikmah, illat, dan rahasia yang terkandung di dalamnya hanya Dia yang tahu atau sejauh yang Dia informasikan kepada kita.

Puasa, shalat, dan haji, misalnya, kita tidak tahu secara pasti untuk apa itu disyariatkan. Kita hanya meraba-raba apa hikmah di balik perintah itu. Kita melakukan ibadah lantaran terdorong kebutuhan pragmatisme kita sebagai manusia.

Misalnya, kita berpuasa karena ada unsur diet yang menyehatkan badan, shalat karena ada unsur olahraga jasmaninya, berzakat untuk mengamankan harta kita dari 'serbuan' fakir miskin, berhaji untuk rekreasi spiritual, dan membaca Alquran untuk mengeksplorasi unsur ilmu pengetahuan.

Ibadah dengan motivasi seperti ini adalah mendesakralisasi makna ibadah itu sendiri. Padahal, Allah mensyariatkan kita puasa agar menjadi muttaqin dan perintah shalat untuk mengingat-Nya (aqim al-shalata li dzikri).

Ibadah (mahdhah) adalah sarana untuk menghubungkan diri kita dengan Tuhan dan untuk membuktikan diri kita sebagai hamba serta sekaligus untuk menegaskan keberadaan Tuhan. Manakala ibadah dilakukan tanpa totalitas penghambaan diri kepada Tuhan, apalagi jika ibadah itu dilakukan sebagai manifestasi kepentingan pribadi kita sebagai manusia, yakni untuk memperoleh manfaat biologis, dengan kata lain, ibadah yang kita lakukan bukan mur ni penghambaan diri yang dilakukan secara ikhlas dan khusyuk kepada-Nya. Maka, sesungguhnya itu adalah wujud antroposentrisme ibadah. Ibadah bukan hanya tidak bisa melangitkan manusia, melain kan juga tidak punya resonansi sosial.

Kita boleh saja mengkaji hikmah ibadah mahdhah untuk menambah keyakinan atas kebenaran Islam, tetapi, jika overexplanation, akan mereduksi nilai ibadah.
Oleh Prof Dr Nasaruddin Umar sumber : www.republika.co.id

Wednesday, August 03, 2011

Penelitian Penemuan Gua Di Pangalengan

Hasil Penelitian, Gua Pangalengan Diperkirakan Dibangun 1920-1945
SOREANG,(GM)-
Gua yang ada di Pangalengan hasil temuan warga Babakan Alun-alun RW 03 Kecamatan Pangalengan diperkirakan dibangun antara tahun 1920 hingga 1945. Perkiraan tersebut te-rungkap saat Balai Arkeolog (Balar) Bandung dan Pemkab Bandung mengadakan penelitian ke lokasi.

"Perkiraan tahun dibangunnya gua tersebut dilihat dari struktur dan bahan yang dipergunakan tidak jauh berbeda dengan bahan bangunan sekarang. Misalnya bata merah yang dipergunakan yang ukurannya lebih kecil dibandingkan ukuran bata sekarang," ungkap Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bandung, Dedi Sutardi di Soreang, Selasa (2/8).

Dijelaskan Dedi, dari hasil penelitian di lokasi, gua tersebut diduga merupakan lubang air atau lubang persembunyian penduduk. "Karena tinggi gua hanya sekitar 150 cm," jelasnya.

Melihat kondisi di lapangan, Dedi menyangkal kalau gua tersebut merupakan gudang senjata atau sebagai tempat penyimpanan harta karun. "Jadi tidak benar kalau gua tersebut dulunya dijadikan sebagai gudang senjata. Apalagi sebagai tempat penyimpanan harta benda peninggalan Belanda," tuturnya.

Mengenai penelitian yang dilakukan Balar, Dedi masih menunggu hasil penelitian dari Jakarta, karena beberapa sampel dari bangunan gua tersebut dikirim untuk diteliti lebih lanjut. "Hasil penelitian dari Jakarta nantinya untuk mengetahui lebih dalam fungsi gua tersebut," katanya.

Saat penelitian untuk mengetahui bahan, lebar, dan tinggi gua, tim bersama Balar Bandung masuk gua hingga 12 meter.

Sebelumnya diberitakan, pada akhir Juni lalu, warga Babakan Alun-alun RW 03 Kec. Pangalengan dihebohkan dengan penemuan terowongan berbentuk gua dengan ukuran tinggi 150 cm dan lebar 100 cm oleh Yono Taryono (29) dan Kiki (25). Saat itu keduanya tenah menggali septictank. Terowongan ini diduga merupakan peninggalan Belanda.

Gua tersebut memiliki fondasi batu-batu kali yang tersusun rapi di kiri kanan dinding, sedangkan atapnya berupa batu bata merah melengkung, yang terlihat sudah rapuh, sedangkan lantainya masih tertutup tanah merah. (B.84)*

Persib Libur Selama Ramadan

Gara-gara ketidakpastian kompetisi, persiapan Persib Bandung menghadapi musim 2011/2012 dipastikan terhambat. Bahkan, Manajer Persib, H. Umuh Muchtar sudah memastikan kalau sepanjang bulan Ramadan ini, Persib tidak memiliki aktifitas apapun, terutama menyangkut program latihan menghadapi musim kompetisi baru.

"Selama bulan Puasa ini memang tidak kegiatan apa-apa. Mungkin, mereka (pemain, red) baru akan memulai latihan setelah Lebaran," kata Umuh, ketika dihubungi Senin (1/8).

Memasuki bulan Agustus yang bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan, Persib memang belum menunjukkan tanda-tanda bakal memulai persiapannya. Karena masih menunggu format dan jadwal kompetisi, manajemen klub belum mau mengumumkan pelatih yang akan menangani tim kebanggaan bobotoh ini.

Buntutnya, daftar nama pemain yang akan dipertahankan dan pemain baru yang akan direkrtut pun belum juga diumumkan karena hal itu masih menunggu pelatih terpilih.

Meskipun demikian, seperti dituturkan sebelumnya, Umuh memastikan, persiapan Persib tidak mengalami keterlambatan. Menurutnya, meskipun tidak ada kegiatan, dirinya terus melakukan persiapan, terutama menyangkut komunikasi dengan calon pelatih terpilih, para pemain yang akan dipertahankan dan calon pemain baru yang konon sudah direkomendasikan kandidat pelatih terpilih.

"Dengan perhitungan kompetisi bergulir pada bulan Oktober, saya pikir, kita masih punya waktu untuk melakukan persiapan," kata Umuh, akhir pekan lalu.

Pertemuan klub

Sementara itu, sesuai dengan rencana, PSSI akan menggelar pertemuan dengan klub-klub peserta Liga Super Indonesia (LSI), Divisi Utama Liga Indonesia (LI) dan Liga Primer Indonesia (LPI) di Jakarta, 3-4 Agustus ini. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari anggota Komite Eksekutif PSSI, drg. Toni Aprilani, salah satu agenda yang bakal dibahas dalam pertemuan ini adalah penetapan format kompetisi, terutama terkait wacana pelepuran dengan dua kompetisi berbeda LSI dan LPI.

Tentang wacana peleburan dua kompetisi berbeda ini, demi kebaikan sepak bola nasional dan semangat rekonsiliasi, Persib secara prinsip tidak keberatan. Hanya saja, seperti dituturkan Umuh, klub-klub LPI yang akan digabung dengan LSI tidak begitu saja diiktsertakan, melainkan harus melalui proses seleksi.

"Jelas, mereka (klub LPI, red) harus diseleksi dulu. Paling tidak, empat tim terbaiklah yang bisa bergabung dengan klub-klub LSI," kata Umuh. (galamedia)

Tuesday, August 02, 2011

Kekayaan Penghalang Surga


Rupiah Penghalang Surga

Dalam kitab Shahih Muslim, sahabat Abu Umamah al-Bahili RA meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang merampas hak seorang Muslim dengan sumpahnya, Allah akan menetapkan dia masuk neraka dan mengharamkannya masuk surga." Seorang sahabat kemudian bertanya, "Meskipun yang dirampas itu sesuatu yang kecil, wahai Rasulullah?" Nabi SAW menjawab, "Meskipun hanya sebatang kayu arak."

Kayu arak adalah kayu yang biasa dipakai untuk bersiwak (gosok gigi), dan bagi orang Arab waktu itu, kayu arak adalah sesuatu yang nilainya sangat rendah. Ini artinya seseorang yang merampas hak orang lain atau mengambil harta secara tidak sah kendati nilai harta itu sangat rendah, di akhirat nanti ia akan dimasukkan ke dalam neraka dan diharamkan masuk surga. Apabila mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak sah satu rupiah saja, Allah akan mengharamkan yang bersangkutan masuk surga, apalagi apabila yang diambil itu miliaran bahkan triliunan rupiah.

Dalam hadis ini, Nabi SAW memang menyebutkan dua hal dalam perampasan itu. Pertama, harta milik Muslim. Dan kedua, merampasnya dengan menggunakan sumpah. Hal ini karena //sabab wurud (background) dari hadis tadi adalah ada dua orang Muslim, masing-masing dari Hadramaut dan Kindah di Yaman yang bersengketa atas sebidang tanah. Orang yang dari Hadramaut berkata, "Wahai Rasulullah, orang Kindah ini merampas tanah warisan dari ayah saya." Sementara orang yang dari Kindah mengaku bahwa tanah itu adalah miliknya, orang Hadramaut tadi tidak punya hak atas tanah itu. Ketika Nabi SAW menanyakan bukti kepemilikan atas tanah itu kepada orang Hadramaut, dia menjawab tidak punya maka nabi mempersilakan orang Kindah tadi untuk bersumpah.

Orang Hadramaut tadi lalu berkata, "Wahai Rasulullah, orang itu curang, dia tidak peduli dengan sumpahnya, dia juga tidak menjaga diri dari perbuatan haram." Nabi SAW menjawab, "Bagi kamu tidak ada cara lain kecuali itu tadi. Nabi kemudian menyumpah orang Kindah tadi dan bersabda seperti hadis di atas. Dalam sebuah riwayat, Nabi SAW mengatakan, "Siapa yang merampas tanah dengan cara zalim maka di akhirat nanti Allah akan memurkainya."

Perbedaan versi redaksi hadis dapat disebabkan oleh perbedaan redaksi yang diucapkan oleh para sahabat. Sementara substansinya adalah sama. Karena itu, seperti halnya ayat Alquran saling menjelaskan, begitu pula hadis satu menjelaskan hadis yang lainnya. Kendati dalam hadis itu disebutkan yang dirampas hartanya itu adalah orang Islam, harta yang dirampas berupa tanah, dan cara merampasnya dengan sumpah palsu, hal itu hanyalah kasus yang melatarbelakangi timbulnya hadis tersebut, bukan merupakan syarat.

Dari hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang yang mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak halal meskipun hanya satu rupiah, Allah akan mengharamkannya masuk surga. Mudah-mudahan hadis ini dapat mengingatkan kita agar tidak melakukan perbuatan yang menghalangi kita masuk surga.
Oleh Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub  www.republika.co.id

DPRD Bandung: Harusnya Keppres yang Dicabut karena Produk Orba


Bandung - Lia Noer Hambali, mantan anggota Pansus Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol menyatakan harusnya Keputusan Presiden (Keppres) nomor 3 tahun 1997 yang dicabut, bukan Perda Kota Bandung tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol atau lebih sering disebut Perda Miras itu.

"Keppres itu buatan orde baru (orba) yang penuh tekanan, harusnya itu yang segera dicabut," kata Lia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/8/2011).

Jika dikaji, menurutnya Keppres itu bertentangan dengan Pancasila. Apalagi, di agama manapun tidak diperbolehkan minum minuman ber alkohol.

"Perda ini sesuatu yang baik untuk jaga moral bangsa. Kita harus jalan terus dengan perda ini. Apa Mendagri tidak prihatin rusaknya generasi kita karena minuman itu," kata Lia.

Dituturkan Lia, minuman beralkohol itu bukan ranah Mendagri, melainkan ranah Menteri Perdagangan. "Mendagri urus saja kepala daerah biar bener, jangan urusin miras," tandasnya.

Perda Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol atau lebih dikenal dengan sebutan Perda Miras yang baru saja disahkan 30 Desember 2010 lalu terancam tak bisa dilaksanakan. Perda tersebut dianggap bertentangan dengan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 3 tahun 1997 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

Di Perda Miras, minuman beralkohol golongan A, B, dan C diatur penjualannya. Di mana tidak boleh diperjualbelikan secara bebas dan hanya diizinkan dijual tempat seperti hotel bintang 3 hingga 5 dan tempat hiburan.

Sementara di Keppres, minuman golongan A boleh dijual bebas. Artinya, perda bertentangan dengan Keppres, khususnya yang mengatur pengendalian miras golongan A.
sumber : bandung.detik.com

35 Ribu Sapi di Jabar Disiapkan Selama Ramadan


Bandung - Sebanyak 35 ribu ekor sapi disiapkan untuk kebutuhan Ramadan tahun ini di Jabar. Jumlah yang tersedia tersebut dianggap aman untuk seluruh Jawa Barat hingga empat bulan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat ditemui usai inspeksi mendadak (sidak) harga sembako di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (1/8/2011).

"Saat ini di kandang ada 35 ribu ekor sapi siap sembelih selama Ramadan. Padahal kebutuhannya di Jabar hanya 26 ribu ekor," ujar Heryawan.

Pasokan sapi yang tersedia itu dari seluruh peternak serta rumah potong hewan yang tersebar di Jabar. Terkait harga daging sapi di pasaran, kondisi awal Ramadan sudah mengalami penurunan.

"Tadi di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, harga daging sapi dari 75 ribu rupiah turun ke 70 ribu rupiah per kilogram. Untuk daging sapi, diharapkan hari berikutnya terus turun bila suplai banyak," terang Heryawan.
sumber : bandung.detik.com

Memelihara Tradisi Pra-Ramadan

Banyak cara dan ragam serta adat istiadat yang dilakukan masyarakat di penghujung bulan Syakban untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan, ini tidak pernah terlewatkan begitu saja oleh sebagian masyarakat seperti ziarah kubur, nganteuran rantang, atau silaturrahmi mengunjungi sanak famili.

Sedangkan kegiatan makan bersama di berbagai daerah berbeda istilah. Di Cianjur lebih dikenal sebutan papajar. Tradisi membawa berbagai makanan dan lauk-pauk yang beragam, kemudian mereka saling berbagi untuk menikmatinya. Biasanya makanan yang mereka nikmati bukan makanan yang mahal-mahal.

Acara ini menjadi ajang untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan atas kekhilafan yang pernah dilakukan, agar pada waktu puasa tidak terbebani dengan rasa bersalah kepada orang lain. Bahkan tidak sedikit acara ini disertai dengan taushiyah dan berdoa bersama.

Papajar biasa dilakukan sebagian para ulama Cianjur dulu. Para ulama dari berbagai pelosok Cianjur pada akhir bulan Syakban datang ke Masjid Agung atau lebih dikenal dengan sebutan Kaum untuk mengetahui kapan puasa Ramadan dimulai. Informasi tentang awal puasa ini nantinya disampaikan kepada umat di daerahnya.

Terkait kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Jawa Barat, Drs. H. Saeroji kepada "GM", Jumat (30/7), di ruang kerjanya menyatakan, banyak hikmah yang diambil dari dari ragam aktivitas masyarakat menjelang setiap bulan suci Ramadan.

"Kegiatan dan cara yang dilakukan masyarakat tetap harus dipelihara tak lain untuk lebih meningkatkan diri kepada Allah Swt," kata Saeroji.

Menurutnya, adanya kegiatan tersebut yang kini jarang ada, namun harus tetap dipelihari mengingat mempunyai nilai syiar tersendiri sekaligus untuk lebih meningkatkan rasa saling memiliki sekaligus untuk menambah amal ibadah menjelang Ramadan dan saat Ramadan terus meningkat. Oleh karenanya, adanya kegiatan ziarah, makan bersama, dan saling bersilaturahmi tentu harus tetap dipelihara sekaligus untuk menambah amal ibadah yang dilakukan.

Hal senada disampiakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Jawami, Cileunyi, Kab. Bandung, KH. Imang Abdul Hamid menyatakan, kegiatan ritual menjelang Ramadan di masyarakat seperti nyekar, kirim rantangan, dan mengunjungi keluarga sangat baik untuk mempertebal keimanan di bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut juga sangat baik dan harus dipelihara oleh ummat Islam.

Sedangkan salah seorang ketua MUI Jawa Barat, K.H. Miftah Faridl mengajak agar momen seperti itu tetap harus dipertahankan untuk menambah amaliah sebelum Ramadan. Sedangkan, di bulan suci Ramadan ummat Islam harus senantiasa mengisi berbagai kegiatan amaliah Ramadan yakni makan sahur, salat berjamaah, tadarus Alquran atau mengisi kegiatan amaliah lainnya. (a.r.rohim/"GM")**

Nagreg Menjadi Salah Satu Wajah Bagian Timur Kab. Bandung

KECAMATAN Nagreg menjadi salah satu wajah bagian timur Kab. Bandung, sebagai gerbang. Karena itu, kawasan Nagreg akan menjadi salah satu prioritas penataan khusus pemerintah terkait. Yaitu, penataan dengan konsep wisata.

Penataan itu sangat penting dilakukan karena kawasan Nagreg menjadi perhatian masyarakat nasional. Bahkan, sempat dibicarakan sejumlah warga di luar negeri. Nagreg selain terkenal dengan jalur lalu lintas kendaraan yang selalu padat, juga kerap terjadi kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Kecelakaan lalu lintas itu menimbulkan kepadatan dan kemacetan.

Untuk mengurai wajah kepadatan lalu lintas itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum sejak 2008 hingga sekarang ini membangun jalur Lingkar Nagreg sepanjang 5,3 km. Ditargetkan atau sesuai dengan kontrak kerjanya pada Oktober 2011, pembangunan Lingkar Nagreg diharapkan selesai. Namun Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Lingkar Nagreg berharap, pembangunannya bisa dioperasionalkan pada H-10 Idulfitri mendatang, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang hendak mudik maupun balik Lebaran.

Difungsionalkannya Lingkar Nagreg diharapkan bisa mengurai kepadatan volume kendaraan di jalur Jln. Raya Nagreg yang mencapai 8000 unit kendaraan per jam. Terkait dengan adanya pembangunan Lingkar Nagreg itu, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kab. Bandung menyatakan harus ada penataan di jalur jalan tersebut. Jangan sampai dengan adanya rencana pengoperasionalan jalur Lingkar Nagreg itu terdapat para pedagang tenda biru yang berdiri di pinggir jalur jalan tersebut. Pasalnya, dapat merusak keindahan jalur. Karena itu bersamaan dengan diberlakukannya Lingkar Nagreg harus dibarengi dengan pembangunan rest area.

Rest area itu untuk menempatkan para pedagang yang terkena imbas dari pembangunan Lingkar Nagreg. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 83 pedagang di bagian selatan Jln. Raya Nagreg, Kp. Pamuncatan, Desa/Kec. Nagreg, yang akan terkena imbasnya. Keinginan adanya penataan itu senada dengan para pedagang makanan yang ada di jalur tersebut. Dengan adanya rest area bisa dijadikan pasar wisata. Hal itu seiring dengan kondisi alam di jalur tersebut sangat menarik dan bagus. Sehingga akan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengendara yang kebetulan lewat di jalur tersebut.

Daya tarik lainnya, pembangunan jalur Lingkar Nagreg mengitari perbukitan. Selain itu, pembangunannya pun dibarengi dengan konstruksi pembangunan semitunnel (semi terowongan) yang panjangnya 400 meter. Pembangunan semitunnel itu dengan cara membongkar perbukitan yang dalamnya 40-50 meter. Pembangunan semitunnel itu adalah yang pertama dibangun di Indonesia. Karena itu, pembangunan semitunnel itu bisa menjadi ikon pembangunan jalan di Kab. Bandung dengan mengedepankan konstruksi yang berbeda dari pembangunan lainnya.

Untuk itu, pembangunan Lingkar Nagreg akan menjadi kebanggaan bagi warga Kab. Bandung. Pembangunannya pun menghabiskan biaya ratusan milyar yang berasal dari APBN.

Untuk mempercepat pembangunan Lingkar Nagreg itu, sejumlah alat berat backhoe terlihat bekerja ekstra keras. Bahkan pengerjaannya pun dilakukan hingga malam. Kerja keras yang dilakukan para pekerja itu, guna mengejar target penyelesaian pembangunan jalur jalan tersebut.
Oleh: ENGKOS KOSASIH