-

Thursday, August 11, 2011

Nilai-nilai Istimewa bulan Ramadan

RAMADAN, bulan kesembilan dalam hitungan tahun Qamariyah (Hijrah), adalah bulan mulia dan penuh keberkatan. Hal ini dinyatakan oleh Nabi Muhammad saw dalam sebuah khutbah khusus akhir Syaban, menyambut kedatangan Ramadan:

"Wahai, manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi bulan besar (syahrun azhimun) dan penuh keberkatan (syahrun mubarakun). Yaitu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan (syahrun fihi lailatun min alfi syahrin). Pada bulan itu, Allah menjadikan puasanya sebagai fardlu dan menegakkan salat malam harinya sebagai thathawwu. Siapa pun yang mendekatkan dirinya kepada Allah dengan sesuatu perbuatan bajik, setara dengan berbuat sesuatu fardlu di bulan lain. Siapa pun yang menunaikan fardlu di bulan Ramadan, setara dengan mengerjakan tujuh puluh fardlu di bulan lain." (Hadis riwayat Ibnu Khuzaimah).

Itulah sebagian ciri-ciri kebesaran dan keberkatan bulan Ramadan. Kebesaran dan keberkatannya, terletak pada keberadaan "Malam Qadar" (Lailatul Qadar), yang tidak ada pada bulan-bulan lainnya. Malam yang bernilai lebih dari seribu bulan. Pada malam itu, atas izin Allah swt, para malaikat turun ke bumi untuk mengatur segala urusan. Berlangsung sepanjang malam yang penuh kesejaahteraan, hingga terbit fajar ( S.al Qadar : 4-5). Hal yang sama terdapat pula dalam Q.s.ad Dukhan : 2.

Keutamaan ibadah pada malam Qadar karena didorong keimanan kepada Allah (imanan), dan mengharap ridhaNya (ihtisab), niscaya akan diampuni segala dosa-dosanyanya di masa lampau (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Juga pada nilai tambah setiap ibadah, baik yang bersifat mahdloh (ibadah ritual), seperti salat, doa, wirid, membaca Quran, maupun yang bersifat ghair mahldoh (ibadah sosial), seperti memberi makan minum orang berbuka, sedekah infak, jariyah, wakaf, dll. Yang termasuk sunnah, mendapat pahala setara wajib, sedangkan yang wajib mendapat pahala 70 lipat dibanding pahala wajib di bulan lain.

Bagi Muslim yang beriman, bulan Ramadan adalah suatu peluang hebat untuk memperbaiki kondisi pribadi dan sosial secara total. Sebab, sebagaimana salat, Ramadan berperan mengubah jiwa raga setiap Muslim beriman dari kotor berdebu menjadi suci bersih :

"Salat fardlu yang lima, Jumat ke Jumat, Ramadan ke Ramadan, menutupi dosa-dosa yang dilakukan di antara waktu-waktu itu, asal menjauhi segala dosa besar" (Hadis riwayat Muslim). (Penulis adalah Guru Ngaji di Perdesaan Cibiuk, Garut)**
H. USEP ROMLI H.M.,(Galamedia)

Artikel yang Berkaitan

0 komentar:

-

Post a Comment