-

Sunday, May 08, 2011

Sosok Sentral di Balik Penyerangan Usamah

Sosok Sentral di Balik Penyerangan Usamah

REPUBLIKA,WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, tentunya tak asal-asalan memilih tim untuk melakukan misi penyerangan pimpinan Alqaidah, Usamah bin Ladin. The strike tim yang dibuat khusus untuk operasi Usamah bin Ladin ini termasuk dalam komando elite Angkatan Laut AS (Navy SEALS).

Sebelum memulai operasinya, mereka telah menjalani minggu pelatihan intensif untuk serangan malam hari terhadap kompleks Usamah bin Ladin. Basis para tentara elite ini berada di Kentucky. Mereka bermarkas di sebuah rumah yang mampu menampung 160 tentara pasukan Angkatan Darat AS. Resimen penerbangan operasi khusus ini dijuluki ‘Night Stalkers’.

Pertemuan Obama dengan operator pasukan khusus diadakan secara pribadi untuk melindungi rahasia pekerjaan mereka. Iring-iringan mobil juga tidak diizinkan untuk melihat bagian luar pusat operasi khusus di mana pertemuan berlangsung. Lalu, siapa sosok sentral yang berani menetaskan serangan yang menyebabkan kematian Usamah bin Ladin?

Orang tersebut adalah Laksamana William McRaven H. Ketika kepala CIA Leon Panetta, mendapat lampu hijau dari Obama untuk melakukan serangan rahasia terhadap kompleks Usamah bin Ladin, ia berpaling ke satu orang yaitu McRaven. Ia juga menekankan agar McRaven benar-benar harus berhasil melaksanakan tugasnya. Jika McRaven gagal, pekerjaannya menjadi taruhannya. Demikian seperti dikutip Reuters.

Presiden Obama secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada McRaven. Orang yang juga Obama undang secara khusus ke Kantor Oval, Gedung Putih, pada Kamis (5/5). Dalam kesempatan tersebut, Obama menyampaikan terima kasihnya atas misi yang sukses di Pakistan. Melihat keberhasilan tersebut, lawan-lawan politik Obama bahkan membiarkannya menikmati triumfalisme atas kematian Usamah.

Walau begitu, juru bicara Gedung Putih bersikeras bahwa Obama tidak ‘sombong’ atas keberhasilannya dalam operasi Usamah bin Ladin ini. Selain itu, Obama juga sadar bahwa perang melawan Alqaida masih jauh dari selesai. “Ini belum berakhir,” ujarnya.


sumber : www.republika.co.id

Artikel yang Berkaitan

0 komentar:

-

Post a Comment